alexametrics
30.1 C
Jember
Friday, 27 May 2022

SK Turun, Guru Cukur Gundul

Masih Ada GTT/PTT Belum Dapat SK

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pagi itu, Nur Fadli, guru SMPN 1 Rambipuji, sudah stand by di depan Pendapa Wahyawibawagraha. Bukan untuk berolahraga ataupun demo, namun justru untuk potong rambut. Seluruh rambutnya habis dicukur gundul.

Ini merupakan representasi syukur yang dia lakukan atas turunnya SK untuk guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap (GTT/PTT), Selasa (6/4) lalu. Dia mencukur habis rambutnya dan dibiarkan plontos. “Kondisi GTT di Jember sekarang sudah naik, jadi membaik. Ini perlu syukuran,” kata Nur Fadli, Sabtu (9/4).

Namun, menurut dia, masih bayak GTT/PTT yang belum mendapatkan SK. Rata-rata mereka yang belum menerimanya memiliki masa kerja kurang dari lima tahun. Selain itu, lanjut Nur Fadli, masalah kesejahteraan perlu juga diperjuangkan. “Kami perjuangkan itu. Jika ditotal ada ratusan,” kata Nur Fadli.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kendati demikian, masih banyak PR untuk menyejahterakan para GTT/PTT. Misalnya, sinkronisasi data yang akurat untuk menghimpun data sekolah dan jumlah kebutuhan sekolah. Itu agar tidak ada ketimpangan dan kekurangan guru lagi.

Di beberapa sekolah misalnya, Nur Fadli menemukan bahwa ada beberapa sekolah yang memiliki tiga guru agama sekaligus. Jumlah murid pun tidak sebanding dengan keberadaan guru yang terlampau banyak. Hal sebaliknya terjadi di sekolah-sekolah pinggiran.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pagi itu, Nur Fadli, guru SMPN 1 Rambipuji, sudah stand by di depan Pendapa Wahyawibawagraha. Bukan untuk berolahraga ataupun demo, namun justru untuk potong rambut. Seluruh rambutnya habis dicukur gundul.

Ini merupakan representasi syukur yang dia lakukan atas turunnya SK untuk guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap (GTT/PTT), Selasa (6/4) lalu. Dia mencukur habis rambutnya dan dibiarkan plontos. “Kondisi GTT di Jember sekarang sudah naik, jadi membaik. Ini perlu syukuran,” kata Nur Fadli, Sabtu (9/4).

Namun, menurut dia, masih bayak GTT/PTT yang belum mendapatkan SK. Rata-rata mereka yang belum menerimanya memiliki masa kerja kurang dari lima tahun. Selain itu, lanjut Nur Fadli, masalah kesejahteraan perlu juga diperjuangkan. “Kami perjuangkan itu. Jika ditotal ada ratusan,” kata Nur Fadli.

Kendati demikian, masih banyak PR untuk menyejahterakan para GTT/PTT. Misalnya, sinkronisasi data yang akurat untuk menghimpun data sekolah dan jumlah kebutuhan sekolah. Itu agar tidak ada ketimpangan dan kekurangan guru lagi.

Di beberapa sekolah misalnya, Nur Fadli menemukan bahwa ada beberapa sekolah yang memiliki tiga guru agama sekaligus. Jumlah murid pun tidak sebanding dengan keberadaan guru yang terlampau banyak. Hal sebaliknya terjadi di sekolah-sekolah pinggiran.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pagi itu, Nur Fadli, guru SMPN 1 Rambipuji, sudah stand by di depan Pendapa Wahyawibawagraha. Bukan untuk berolahraga ataupun demo, namun justru untuk potong rambut. Seluruh rambutnya habis dicukur gundul.

Ini merupakan representasi syukur yang dia lakukan atas turunnya SK untuk guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap (GTT/PTT), Selasa (6/4) lalu. Dia mencukur habis rambutnya dan dibiarkan plontos. “Kondisi GTT di Jember sekarang sudah naik, jadi membaik. Ini perlu syukuran,” kata Nur Fadli, Sabtu (9/4).

Namun, menurut dia, masih bayak GTT/PTT yang belum mendapatkan SK. Rata-rata mereka yang belum menerimanya memiliki masa kerja kurang dari lima tahun. Selain itu, lanjut Nur Fadli, masalah kesejahteraan perlu juga diperjuangkan. “Kami perjuangkan itu. Jika ditotal ada ratusan,” kata Nur Fadli.

Kendati demikian, masih banyak PR untuk menyejahterakan para GTT/PTT. Misalnya, sinkronisasi data yang akurat untuk menghimpun data sekolah dan jumlah kebutuhan sekolah. Itu agar tidak ada ketimpangan dan kekurangan guru lagi.

Di beberapa sekolah misalnya, Nur Fadli menemukan bahwa ada beberapa sekolah yang memiliki tiga guru agama sekaligus. Jumlah murid pun tidak sebanding dengan keberadaan guru yang terlampau banyak. Hal sebaliknya terjadi di sekolah-sekolah pinggiran.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/