alexametrics
23.3 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Berharap Dikukuhkan sebagai Cagar Budaya

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siapa tak kenal Pabrik Gula (PG) Semboro. Pabrik yang berlokasi di Desa/Kecamatan Semboro itu kabarnya sudah ada sejak 1928 silam. Namun, sejak berdiri hingga beroperasi sampai hari ini, bangunan bersejarah itu belum disahkan sebagai salah satu cagar budaya.

Berkaca pada Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2010, cagar budaya adalah warisan budaya bersifat kebendaan berupa benda, situs, di darat dan air, yang perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, atau kebudayaan melalui proses penetapan.

General Manager (GM) PG Semboro Fajar Lazuardi mengatakan, PG Semboro menjadi salah satu pabrik terbesar di Jawa Timur yang memiliki berbagai jenis mesin penggiling gula, yang tidak ditemui di pabrik-pabrik lainnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Bahkan, loko uap milik PG Semboro juga disebut-sebut loko uap satu-satunya yang masih aktif dan beroperasi hingga kini. “Dengan usianya yang hampir seabad itu (93 tahun, Red), sebenarnya sudah layak ditetapkan sebagai warisan cagar budaya,” bebernya, saat ditemui Jawa Pos Radar Jember, belum lama ini.

Meski belum ditetapkan sebagai warisan cagar budaya, lanjut dia, selama ini upaya perawatan atau pelestarian tetap berjalan, tanpa mengurangi atau menambah komponen penting konstruksi pabrik.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siapa tak kenal Pabrik Gula (PG) Semboro. Pabrik yang berlokasi di Desa/Kecamatan Semboro itu kabarnya sudah ada sejak 1928 silam. Namun, sejak berdiri hingga beroperasi sampai hari ini, bangunan bersejarah itu belum disahkan sebagai salah satu cagar budaya.

Berkaca pada Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2010, cagar budaya adalah warisan budaya bersifat kebendaan berupa benda, situs, di darat dan air, yang perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, atau kebudayaan melalui proses penetapan.

General Manager (GM) PG Semboro Fajar Lazuardi mengatakan, PG Semboro menjadi salah satu pabrik terbesar di Jawa Timur yang memiliki berbagai jenis mesin penggiling gula, yang tidak ditemui di pabrik-pabrik lainnya.

Bahkan, loko uap milik PG Semboro juga disebut-sebut loko uap satu-satunya yang masih aktif dan beroperasi hingga kini. “Dengan usianya yang hampir seabad itu (93 tahun, Red), sebenarnya sudah layak ditetapkan sebagai warisan cagar budaya,” bebernya, saat ditemui Jawa Pos Radar Jember, belum lama ini.

Meski belum ditetapkan sebagai warisan cagar budaya, lanjut dia, selama ini upaya perawatan atau pelestarian tetap berjalan, tanpa mengurangi atau menambah komponen penting konstruksi pabrik.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siapa tak kenal Pabrik Gula (PG) Semboro. Pabrik yang berlokasi di Desa/Kecamatan Semboro itu kabarnya sudah ada sejak 1928 silam. Namun, sejak berdiri hingga beroperasi sampai hari ini, bangunan bersejarah itu belum disahkan sebagai salah satu cagar budaya.

Berkaca pada Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2010, cagar budaya adalah warisan budaya bersifat kebendaan berupa benda, situs, di darat dan air, yang perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, atau kebudayaan melalui proses penetapan.

General Manager (GM) PG Semboro Fajar Lazuardi mengatakan, PG Semboro menjadi salah satu pabrik terbesar di Jawa Timur yang memiliki berbagai jenis mesin penggiling gula, yang tidak ditemui di pabrik-pabrik lainnya.

Bahkan, loko uap milik PG Semboro juga disebut-sebut loko uap satu-satunya yang masih aktif dan beroperasi hingga kini. “Dengan usianya yang hampir seabad itu (93 tahun, Red), sebenarnya sudah layak ditetapkan sebagai warisan cagar budaya,” bebernya, saat ditemui Jawa Pos Radar Jember, belum lama ini.

Meski belum ditetapkan sebagai warisan cagar budaya, lanjut dia, selama ini upaya perawatan atau pelestarian tetap berjalan, tanpa mengurangi atau menambah komponen penting konstruksi pabrik.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/