alexametrics
23.5 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Warisi Bakat Sang Kakek, Pernah Nangis saat Kalah di Malaysia

Namanya juga bocah, kalau kalah bertanding lalu menangis itu wajar. Bahkan, saat di kejuaraan internasional sekalipun. Inilah yang dialami Bilal Wicaksana, pecatur cilik berbakat asal Jember. Seperti apa kisahnya?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Usianya baru 10 tahun. Nama lengkapnya Muazzam Bilal Wicaksana. Sekilas, putra kedua dari dua bersaudara ini tidak tampak jika dia seorang atlet. Tapi begitu dia memegang bidak catur, maka orang yang melihat akan percaya jika putra pasangan Dwi Putranta Agung Wicaksana dan Diah Ayu Lestari tersebut, memiliki bakat luar bisa. Bahkan sejak usia dini.

Bilal mulai gemar bermain catur sejak masuk TK Besar. Menurut Agung, ayahnya, Bilal sempat diajari oleh kakeknya. “Dulu bapak yang ngajari. Akhirnya sama kakaknya Iqbal Wicaksana sama-sama main catur. Tapi kakaknya mandek tahun 2017. Bilal ini lanjut terus,” ungkap Agung.

Atlet cilik yang sekarang sekolah di SD Al-Furqon ini, sempat dilatih oleh beberapa pelatih. Mulai dari Billah, Bakti, hingga sekarang Basofi. Sejak usia dini, Bilal rutin mengikuti beberapa kejuaraan. Mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, nasional, bahkan puncaknya internasional.

Mobile_AP_Rectangle 2

Prestasi tertinggi Bilal diraih pada 2018 lalu. Atlet kelahiran 22 Januari 2010 ini, berhasil menjadi juara pertama catur classic U-17 Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Cipayung Bogor. “Alhamdulilah Bilal dapat juara satu. Para juara di berbagai usia itu akhirnya dikirim mewakili Indonesia ke Malaysia. Ikut Kejuaraan tingkat Asia Tenggara,” lanjut Agung.

Bilal bersama sang ayah, berangkat ke negeri jiran. Di Malaysia, dia bergabung dengan atlet-atlet muda Indonesia, peraih juara di Kejurnas Bogor sebelumnya. “Di Malaysia Bilal main di catur classic usia delapan tahun. Tapi, hanya finish di peringkat keempat saja,” tutur Agung.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Usianya baru 10 tahun. Nama lengkapnya Muazzam Bilal Wicaksana. Sekilas, putra kedua dari dua bersaudara ini tidak tampak jika dia seorang atlet. Tapi begitu dia memegang bidak catur, maka orang yang melihat akan percaya jika putra pasangan Dwi Putranta Agung Wicaksana dan Diah Ayu Lestari tersebut, memiliki bakat luar bisa. Bahkan sejak usia dini.

Bilal mulai gemar bermain catur sejak masuk TK Besar. Menurut Agung, ayahnya, Bilal sempat diajari oleh kakeknya. “Dulu bapak yang ngajari. Akhirnya sama kakaknya Iqbal Wicaksana sama-sama main catur. Tapi kakaknya mandek tahun 2017. Bilal ini lanjut terus,” ungkap Agung.

Atlet cilik yang sekarang sekolah di SD Al-Furqon ini, sempat dilatih oleh beberapa pelatih. Mulai dari Billah, Bakti, hingga sekarang Basofi. Sejak usia dini, Bilal rutin mengikuti beberapa kejuaraan. Mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, nasional, bahkan puncaknya internasional.

Prestasi tertinggi Bilal diraih pada 2018 lalu. Atlet kelahiran 22 Januari 2010 ini, berhasil menjadi juara pertama catur classic U-17 Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Cipayung Bogor. “Alhamdulilah Bilal dapat juara satu. Para juara di berbagai usia itu akhirnya dikirim mewakili Indonesia ke Malaysia. Ikut Kejuaraan tingkat Asia Tenggara,” lanjut Agung.

Bilal bersama sang ayah, berangkat ke negeri jiran. Di Malaysia, dia bergabung dengan atlet-atlet muda Indonesia, peraih juara di Kejurnas Bogor sebelumnya. “Di Malaysia Bilal main di catur classic usia delapan tahun. Tapi, hanya finish di peringkat keempat saja,” tutur Agung.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Usianya baru 10 tahun. Nama lengkapnya Muazzam Bilal Wicaksana. Sekilas, putra kedua dari dua bersaudara ini tidak tampak jika dia seorang atlet. Tapi begitu dia memegang bidak catur, maka orang yang melihat akan percaya jika putra pasangan Dwi Putranta Agung Wicaksana dan Diah Ayu Lestari tersebut, memiliki bakat luar bisa. Bahkan sejak usia dini.

Bilal mulai gemar bermain catur sejak masuk TK Besar. Menurut Agung, ayahnya, Bilal sempat diajari oleh kakeknya. “Dulu bapak yang ngajari. Akhirnya sama kakaknya Iqbal Wicaksana sama-sama main catur. Tapi kakaknya mandek tahun 2017. Bilal ini lanjut terus,” ungkap Agung.

Atlet cilik yang sekarang sekolah di SD Al-Furqon ini, sempat dilatih oleh beberapa pelatih. Mulai dari Billah, Bakti, hingga sekarang Basofi. Sejak usia dini, Bilal rutin mengikuti beberapa kejuaraan. Mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, nasional, bahkan puncaknya internasional.

Prestasi tertinggi Bilal diraih pada 2018 lalu. Atlet kelahiran 22 Januari 2010 ini, berhasil menjadi juara pertama catur classic U-17 Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Cipayung Bogor. “Alhamdulilah Bilal dapat juara satu. Para juara di berbagai usia itu akhirnya dikirim mewakili Indonesia ke Malaysia. Ikut Kejuaraan tingkat Asia Tenggara,” lanjut Agung.

Bilal bersama sang ayah, berangkat ke negeri jiran. Di Malaysia, dia bergabung dengan atlet-atlet muda Indonesia, peraih juara di Kejurnas Bogor sebelumnya. “Di Malaysia Bilal main di catur classic usia delapan tahun. Tapi, hanya finish di peringkat keempat saja,” tutur Agung.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/