alexametrics
31.2 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Ditagih Hutang, Wahyudi Tusuk Penghuni Lapas

Mobile_AP_Rectangle 1

RADARJEMBER.ID – Lapas Lapas kelas II A Jember heboh. Dua narapidana terlibat duel. Akibatnya, seorang diantara mereka luka serius setelah tertusuk gunting.

Duel itu tentu saja sempat membuat gempar seiisi lapas. Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Jember, Putut Jemi Setiawan mengakui, penyebab duel itu karena utang piutang. Bahkan, pelaku yang diketahui bernama Wahyudi, sudah dilaporkan ke polisi.

“Korbannya pun sudah kami rujuk ke RSD Soebandi,” katanya, Selasa (10/4) siang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Korban penusukan adalah Edi Purnomo. Dia seorang penghuni Lapas akibat terjerat kasus perlindungan perempuan dan anak. “Sebenarnya yang menagih utang korban. Setelah cekcok, mereka duel fisik. Korban langsung ditusuk dengan sebuah gunting,” terangnya.

Kabar yang berhembus di dalam Lapas, pelaku Wahyudi memang dikabarkan sudah ‘diincar’ oleh beberapa penghuni Lapas lain. Wahyudi dituding sombong dan banyak utang ke penghuni Lapas lainnya. Tak terkecuali, utang ke Edi Purnomo. Korban yang geregetan dengan ulah Wahyudi yang sombong lantas menagihnya. Namun nahas, dia yang menagih utang, malah diajak duel hingga keok.

Putut Jemi mengaku sempat geleng-gelengkan kepala, karena pihaknya ‘kebobolan’ dengan adanya senjata gunting dalam Lapas. Sebab aturannya tegas dan jelas, bahwa di sel penjara tak boleh ada senjata tajam dalam bentuk apa pun. “Petugas internal juga bakal kami periksa. Jika ada sisi pelanggaran, pasti kami beri sanksi,” janjinya.

- Advertisement -

RADARJEMBER.ID – Lapas Lapas kelas II A Jember heboh. Dua narapidana terlibat duel. Akibatnya, seorang diantara mereka luka serius setelah tertusuk gunting.

Duel itu tentu saja sempat membuat gempar seiisi lapas. Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Jember, Putut Jemi Setiawan mengakui, penyebab duel itu karena utang piutang. Bahkan, pelaku yang diketahui bernama Wahyudi, sudah dilaporkan ke polisi.

“Korbannya pun sudah kami rujuk ke RSD Soebandi,” katanya, Selasa (10/4) siang.

Korban penusukan adalah Edi Purnomo. Dia seorang penghuni Lapas akibat terjerat kasus perlindungan perempuan dan anak. “Sebenarnya yang menagih utang korban. Setelah cekcok, mereka duel fisik. Korban langsung ditusuk dengan sebuah gunting,” terangnya.

Kabar yang berhembus di dalam Lapas, pelaku Wahyudi memang dikabarkan sudah ‘diincar’ oleh beberapa penghuni Lapas lain. Wahyudi dituding sombong dan banyak utang ke penghuni Lapas lainnya. Tak terkecuali, utang ke Edi Purnomo. Korban yang geregetan dengan ulah Wahyudi yang sombong lantas menagihnya. Namun nahas, dia yang menagih utang, malah diajak duel hingga keok.

Putut Jemi mengaku sempat geleng-gelengkan kepala, karena pihaknya ‘kebobolan’ dengan adanya senjata gunting dalam Lapas. Sebab aturannya tegas dan jelas, bahwa di sel penjara tak boleh ada senjata tajam dalam bentuk apa pun. “Petugas internal juga bakal kami periksa. Jika ada sisi pelanggaran, pasti kami beri sanksi,” janjinya.

RADARJEMBER.ID – Lapas Lapas kelas II A Jember heboh. Dua narapidana terlibat duel. Akibatnya, seorang diantara mereka luka serius setelah tertusuk gunting.

Duel itu tentu saja sempat membuat gempar seiisi lapas. Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Jember, Putut Jemi Setiawan mengakui, penyebab duel itu karena utang piutang. Bahkan, pelaku yang diketahui bernama Wahyudi, sudah dilaporkan ke polisi.

“Korbannya pun sudah kami rujuk ke RSD Soebandi,” katanya, Selasa (10/4) siang.

Korban penusukan adalah Edi Purnomo. Dia seorang penghuni Lapas akibat terjerat kasus perlindungan perempuan dan anak. “Sebenarnya yang menagih utang korban. Setelah cekcok, mereka duel fisik. Korban langsung ditusuk dengan sebuah gunting,” terangnya.

Kabar yang berhembus di dalam Lapas, pelaku Wahyudi memang dikabarkan sudah ‘diincar’ oleh beberapa penghuni Lapas lain. Wahyudi dituding sombong dan banyak utang ke penghuni Lapas lainnya. Tak terkecuali, utang ke Edi Purnomo. Korban yang geregetan dengan ulah Wahyudi yang sombong lantas menagihnya. Namun nahas, dia yang menagih utang, malah diajak duel hingga keok.

Putut Jemi mengaku sempat geleng-gelengkan kepala, karena pihaknya ‘kebobolan’ dengan adanya senjata gunting dalam Lapas. Sebab aturannya tegas dan jelas, bahwa di sel penjara tak boleh ada senjata tajam dalam bentuk apa pun. “Petugas internal juga bakal kami periksa. Jika ada sisi pelanggaran, pasti kami beri sanksi,” janjinya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/