alexametrics
23.4 C
Jember
Monday, 27 June 2022

Semangat Kuliah, Biaya dari Ternak dan Sate Kelinci

Mahasiswa yang satu ini bisa menjadi inspirasi bagi siapa saja. Terlebih bagi anak-anak muda. Bagaimana tidak, dia mampu membiayai kuliah secara mandiri berkat ternak kelinci.

Mobile_AP_Rectangle 1

Vio kemudian merintis usaha menjadi peternak kelinci. Saat ini sedikitnya ada 40-an kelinci dengan berbagai jenis di kandang belakang rumahnya. Ada kelinci lokal, Rex, ND, English anggora, dan Hyla. Omzet bisnisnya cukup menjanjikan, bisa mencapai 1,5 juta per bulan bahkan lebih. “Saya juga menjual lewat online biar banyak orang yang tahu,” jelasnya.

Vio juga menambahkan, dalam menjalankan bisnis ini, dia membangun relasi dengan rekan UKM di kampusnya. Tak berhenti di penjualan kelinci. Dia juga melebarkan sayapnya dengan menjual sate kelinci. “Ke depan diusahakan bisa menjual kandang kelinci,” ulasnya.

Dengan memiliki penghasilan sendiri sejak di bangku sekolah, Vio sedikit demi sedikit bisa memenuhi kebutuhannya sendiri. Memasuki kuliah, dia sudah terbiasa meringankan tanggung jawab orang tuanya untuk membiayai kuliahnya. (c2/nur)

Mobile_AP_Rectangle 2

 

- Advertisement -

Vio kemudian merintis usaha menjadi peternak kelinci. Saat ini sedikitnya ada 40-an kelinci dengan berbagai jenis di kandang belakang rumahnya. Ada kelinci lokal, Rex, ND, English anggora, dan Hyla. Omzet bisnisnya cukup menjanjikan, bisa mencapai 1,5 juta per bulan bahkan lebih. “Saya juga menjual lewat online biar banyak orang yang tahu,” jelasnya.

Vio juga menambahkan, dalam menjalankan bisnis ini, dia membangun relasi dengan rekan UKM di kampusnya. Tak berhenti di penjualan kelinci. Dia juga melebarkan sayapnya dengan menjual sate kelinci. “Ke depan diusahakan bisa menjual kandang kelinci,” ulasnya.

Dengan memiliki penghasilan sendiri sejak di bangku sekolah, Vio sedikit demi sedikit bisa memenuhi kebutuhannya sendiri. Memasuki kuliah, dia sudah terbiasa meringankan tanggung jawab orang tuanya untuk membiayai kuliahnya. (c2/nur)

 

Vio kemudian merintis usaha menjadi peternak kelinci. Saat ini sedikitnya ada 40-an kelinci dengan berbagai jenis di kandang belakang rumahnya. Ada kelinci lokal, Rex, ND, English anggora, dan Hyla. Omzet bisnisnya cukup menjanjikan, bisa mencapai 1,5 juta per bulan bahkan lebih. “Saya juga menjual lewat online biar banyak orang yang tahu,” jelasnya.

Vio juga menambahkan, dalam menjalankan bisnis ini, dia membangun relasi dengan rekan UKM di kampusnya. Tak berhenti di penjualan kelinci. Dia juga melebarkan sayapnya dengan menjual sate kelinci. “Ke depan diusahakan bisa menjual kandang kelinci,” ulasnya.

Dengan memiliki penghasilan sendiri sejak di bangku sekolah, Vio sedikit demi sedikit bisa memenuhi kebutuhannya sendiri. Memasuki kuliah, dia sudah terbiasa meringankan tanggung jawab orang tuanya untuk membiayai kuliahnya. (c2/nur)

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/