alexametrics
29.1 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Semangat Kuliah, Biaya dari Ternak dan Sate Kelinci

Mahasiswa yang satu ini bisa menjadi inspirasi bagi siapa saja. Terlebih bagi anak-anak muda. Bagaimana tidak, dia mampu membiayai kuliah secara mandiri berkat ternak kelinci.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pada umumnya mahasiswa sibuk dengan aktivitas perkuliahan untuk mengejar prestasi akademik. Selain menjalankan kuliah, sebagian terkadang sibuk dengan berbagai aktivitas. Namun, sesibuk apa pun, bagi Vio Andika Pratama tetap ada waktu bersama kelincinya.

Pemuda 22 tahun yang tinggal di Dusun Sadengan, Desa Grenden, Kecamatan Puger, ini terlihat santai di sekitar kandang kelinci. Sesekali dia tampak membersihkan kandang dan memberi pakan kelincinya. Di halaman belakan rumah itulah, Vio mengukir jalan hidupnya. Dia bisa mandiri membiayai kuliahnya di UIN KHAS Jember berkat ternak kelinci.

Bagi Vio, banyak anak-anak muda seusianya yang masih harus bergantung pada orang tua. Baik untuk biaya pendidikan ataupun uang jajan. Namun, pemikiran semacam itu dia pecahkan dua tahun lalu dan mulai berbisnis, yakni dengan ternak kelinci. “Ini sudah berjalan sekitar 2 tahunan lebih,” kata anak sulung dari dua bersaudara itu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Vio menceritakan, dia belajar bisnis dari ayahnya sebagai pembudi daya jamur merang. Namun gulung tikar akibat bahan utama (jerami) sulit. Dari sekadar hobi, dia pun memelihara hewan lucu, yaitu kelinci. Awalnya hanya dua ekor kelinci, sekarang ada puluhan kelinci. “Dulu beli dua ekor kelinci jantan dan betina. Begitu ada teman main ke rumah, dia minat. Kelincinya waktu itu beli Rp 80 ribu. Kemudian dibeli dengan harga Rp 125 ribu,” ujarnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pada umumnya mahasiswa sibuk dengan aktivitas perkuliahan untuk mengejar prestasi akademik. Selain menjalankan kuliah, sebagian terkadang sibuk dengan berbagai aktivitas. Namun, sesibuk apa pun, bagi Vio Andika Pratama tetap ada waktu bersama kelincinya.

Pemuda 22 tahun yang tinggal di Dusun Sadengan, Desa Grenden, Kecamatan Puger, ini terlihat santai di sekitar kandang kelinci. Sesekali dia tampak membersihkan kandang dan memberi pakan kelincinya. Di halaman belakan rumah itulah, Vio mengukir jalan hidupnya. Dia bisa mandiri membiayai kuliahnya di UIN KHAS Jember berkat ternak kelinci.

Bagi Vio, banyak anak-anak muda seusianya yang masih harus bergantung pada orang tua. Baik untuk biaya pendidikan ataupun uang jajan. Namun, pemikiran semacam itu dia pecahkan dua tahun lalu dan mulai berbisnis, yakni dengan ternak kelinci. “Ini sudah berjalan sekitar 2 tahunan lebih,” kata anak sulung dari dua bersaudara itu.

Vio menceritakan, dia belajar bisnis dari ayahnya sebagai pembudi daya jamur merang. Namun gulung tikar akibat bahan utama (jerami) sulit. Dari sekadar hobi, dia pun memelihara hewan lucu, yaitu kelinci. Awalnya hanya dua ekor kelinci, sekarang ada puluhan kelinci. “Dulu beli dua ekor kelinci jantan dan betina. Begitu ada teman main ke rumah, dia minat. Kelincinya waktu itu beli Rp 80 ribu. Kemudian dibeli dengan harga Rp 125 ribu,” ujarnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pada umumnya mahasiswa sibuk dengan aktivitas perkuliahan untuk mengejar prestasi akademik. Selain menjalankan kuliah, sebagian terkadang sibuk dengan berbagai aktivitas. Namun, sesibuk apa pun, bagi Vio Andika Pratama tetap ada waktu bersama kelincinya.

Pemuda 22 tahun yang tinggal di Dusun Sadengan, Desa Grenden, Kecamatan Puger, ini terlihat santai di sekitar kandang kelinci. Sesekali dia tampak membersihkan kandang dan memberi pakan kelincinya. Di halaman belakan rumah itulah, Vio mengukir jalan hidupnya. Dia bisa mandiri membiayai kuliahnya di UIN KHAS Jember berkat ternak kelinci.

Bagi Vio, banyak anak-anak muda seusianya yang masih harus bergantung pada orang tua. Baik untuk biaya pendidikan ataupun uang jajan. Namun, pemikiran semacam itu dia pecahkan dua tahun lalu dan mulai berbisnis, yakni dengan ternak kelinci. “Ini sudah berjalan sekitar 2 tahunan lebih,” kata anak sulung dari dua bersaudara itu.

Vio menceritakan, dia belajar bisnis dari ayahnya sebagai pembudi daya jamur merang. Namun gulung tikar akibat bahan utama (jerami) sulit. Dari sekadar hobi, dia pun memelihara hewan lucu, yaitu kelinci. Awalnya hanya dua ekor kelinci, sekarang ada puluhan kelinci. “Dulu beli dua ekor kelinci jantan dan betina. Begitu ada teman main ke rumah, dia minat. Kelincinya waktu itu beli Rp 80 ribu. Kemudian dibeli dengan harga Rp 125 ribu,” ujarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/