alexametrics
22.9 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Peretas Website KPU Jember Dituntut 18 Bulan

Sidang Putusan Senin Depan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masih ingat apa yang pernah terjadi di website KPU Jember pada Oktober 2020 lalu? Ya, laman lembaga penyelenggara pemilihan umum tingkat Jember diretas dengan gambar tak pantas. Kini, terdakwa peretas tersebut telah dituntut 1,5 tahun atau 18 bulan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Tuntutan JPU 1,5 tahun penjara dengan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan penjara tersebut, disampaikan saat sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jember, Selasa (9/3). Dalam sidang tertutup tersebut terdapat dua terdakwa yaitu DA, 23, warga Tanjung Raya, Kecamatan Wonokromo, Kabupaten Oku Timur, Sumatera Selatan. Sementara itu, untuk terdakwa berinisial ZRF masih berusia 14 tahun asal Serang, Banten. Karena masih berusia anak, dia disidangkan terpisah.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember Aditya Okto Thohari mengatakan, terdakwa DA terbukti dan menyakini perbuatannya bersalah dalam melakukan peretasan website KPU Jember pada tahun kemarin. Latar belakang terdakwa melakukan perbutan melawan hukum, karena nekat meretas lantaran disuruh orang dengan iming-iming uang. “Pelaku melakukan perbuatan bukan profesi sebagai hakcer. Tapi hanya anak-anak yang dimanfaatkan orang lain,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sayangnya, kata dia, terdakwa itu justru tidak mendapatkan imbalan uang seperti yang dijanjikan. Sementara itu orang yang menyuruh untuk meretas situs KPU Jember itu kabur setelah kedua terdakwa tertangkap. Atas perbuatanya, terdakwa dinilai terbukti melanggar pasal 32 ayat 1 dan atau pasal 33 juncto pasal 48 ayat 1 juncto pasal 49 UU Nomor 16 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Sementara itu, sidang putusan dijadwalkan pada Senin 15 Maret. “Sidang putusannya besok Senin 15 Maret,” ucap Aditya.

Perbuatan terdakwa dalam meretas website KPU Jember diketahui setidaknya pukul 20.00 pada Selasa 6 Oktober 2020 lalu. Laman resmi KPU itu bila dibuka, gambarnya diganti dengan menampilkan empat foto pria yang sedang duduk. Dalam foto itu juga terdapat background bertuliskan kurang sopan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masih ingat apa yang pernah terjadi di website KPU Jember pada Oktober 2020 lalu? Ya, laman lembaga penyelenggara pemilihan umum tingkat Jember diretas dengan gambar tak pantas. Kini, terdakwa peretas tersebut telah dituntut 1,5 tahun atau 18 bulan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Tuntutan JPU 1,5 tahun penjara dengan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan penjara tersebut, disampaikan saat sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jember, Selasa (9/3). Dalam sidang tertutup tersebut terdapat dua terdakwa yaitu DA, 23, warga Tanjung Raya, Kecamatan Wonokromo, Kabupaten Oku Timur, Sumatera Selatan. Sementara itu, untuk terdakwa berinisial ZRF masih berusia 14 tahun asal Serang, Banten. Karena masih berusia anak, dia disidangkan terpisah.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember Aditya Okto Thohari mengatakan, terdakwa DA terbukti dan menyakini perbuatannya bersalah dalam melakukan peretasan website KPU Jember pada tahun kemarin. Latar belakang terdakwa melakukan perbutan melawan hukum, karena nekat meretas lantaran disuruh orang dengan iming-iming uang. “Pelaku melakukan perbuatan bukan profesi sebagai hakcer. Tapi hanya anak-anak yang dimanfaatkan orang lain,” ucapnya.

Sayangnya, kata dia, terdakwa itu justru tidak mendapatkan imbalan uang seperti yang dijanjikan. Sementara itu orang yang menyuruh untuk meretas situs KPU Jember itu kabur setelah kedua terdakwa tertangkap. Atas perbuatanya, terdakwa dinilai terbukti melanggar pasal 32 ayat 1 dan atau pasal 33 juncto pasal 48 ayat 1 juncto pasal 49 UU Nomor 16 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Sementara itu, sidang putusan dijadwalkan pada Senin 15 Maret. “Sidang putusannya besok Senin 15 Maret,” ucap Aditya.

Perbuatan terdakwa dalam meretas website KPU Jember diketahui setidaknya pukul 20.00 pada Selasa 6 Oktober 2020 lalu. Laman resmi KPU itu bila dibuka, gambarnya diganti dengan menampilkan empat foto pria yang sedang duduk. Dalam foto itu juga terdapat background bertuliskan kurang sopan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masih ingat apa yang pernah terjadi di website KPU Jember pada Oktober 2020 lalu? Ya, laman lembaga penyelenggara pemilihan umum tingkat Jember diretas dengan gambar tak pantas. Kini, terdakwa peretas tersebut telah dituntut 1,5 tahun atau 18 bulan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Tuntutan JPU 1,5 tahun penjara dengan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan penjara tersebut, disampaikan saat sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jember, Selasa (9/3). Dalam sidang tertutup tersebut terdapat dua terdakwa yaitu DA, 23, warga Tanjung Raya, Kecamatan Wonokromo, Kabupaten Oku Timur, Sumatera Selatan. Sementara itu, untuk terdakwa berinisial ZRF masih berusia 14 tahun asal Serang, Banten. Karena masih berusia anak, dia disidangkan terpisah.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember Aditya Okto Thohari mengatakan, terdakwa DA terbukti dan menyakini perbuatannya bersalah dalam melakukan peretasan website KPU Jember pada tahun kemarin. Latar belakang terdakwa melakukan perbutan melawan hukum, karena nekat meretas lantaran disuruh orang dengan iming-iming uang. “Pelaku melakukan perbuatan bukan profesi sebagai hakcer. Tapi hanya anak-anak yang dimanfaatkan orang lain,” ucapnya.

Sayangnya, kata dia, terdakwa itu justru tidak mendapatkan imbalan uang seperti yang dijanjikan. Sementara itu orang yang menyuruh untuk meretas situs KPU Jember itu kabur setelah kedua terdakwa tertangkap. Atas perbuatanya, terdakwa dinilai terbukti melanggar pasal 32 ayat 1 dan atau pasal 33 juncto pasal 48 ayat 1 juncto pasal 49 UU Nomor 16 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Sementara itu, sidang putusan dijadwalkan pada Senin 15 Maret. “Sidang putusannya besok Senin 15 Maret,” ucap Aditya.

Perbuatan terdakwa dalam meretas website KPU Jember diketahui setidaknya pukul 20.00 pada Selasa 6 Oktober 2020 lalu. Laman resmi KPU itu bila dibuka, gambarnya diganti dengan menampilkan empat foto pria yang sedang duduk. Dalam foto itu juga terdapat background bertuliskan kurang sopan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/