alexametrics
24.8 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Dua Tahun Puasa CPNS, 2021 Bagaimana?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemkab Jember sempat mendapat rapor merah untuk urusan penataan birokrasi. Salah satu imbasnya adalah hangusnya jatah penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun lalu. Agar hal itu tidak terulang, Komisi A DPRD Jember menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Jember, kemarin (9/3).

Ketua Komisi A DPRD Jember Tabroni mengatakan, urusan CPNS menjadi penting, mengingat banyak tenaga yang dibutuhkan. Atas dasar itu, dewan menggelar rapat bersama mitra kerjanya, yaitu BKPSDM. Itu dilakukan agar ada kejelasan informasi sehingga diketahui masyarakat di Jember. “Sudah lama informasi di Jember buruk. Untuk itu, kami undang BKPSDM agar menjelaskan urusan CPNS,” katanya.

Tabroni menyebut, Jember sudah dua tahun tidak dapat jatah CPNS. Yaitu tahun 2019 dan 2020. “Apakah 2021 ini dapat, ini yang kami tanyakan. Karena sebelumnya, urusan CPNS ini sangat ditutup-tutupi, sehingga dewan menggunakan hak-haknya,” imbuh Tabroni.

Mobile_AP_Rectangle 2

Melalui rapat tersebut, Tabroni mengungkapkan, ada angin segar karena di tahun ini Jember informasinya akan mendapat jatah CPNS. “Kami akan awasi agar penerimaan CPNS berjalan dengan baik, jujur, dan tidak ada kolusi. Ini akan menjadi momen baik bagi semua warga yang ingin mendaftar CPNS,” katanya.

Kepala BKPSDM Ruslan Abdul Gani menyampaikan, Jember tahun ini akan mendapat jatah CPNS. Menurut dia, kebutuhan pegawai baru cukup besar, karena banyak pegawai yang pensiun. PNS yang terdaftar per 2021 ini, lanjut Ruslan, ada sebanyak 11.957 pegawai.

Dalam rekrutmen CPNS nanti akan ada dua kategori. Yakni aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). “Informasi yang saya dapat, untuk CPNS ada kuota sekitar 725 orang, tapi diutamakan untuk tenaga kesehatan. Sementara, PPPK informasinya dibutuhkan 3.800 sekian orang dan prioritasnya pendidikan,” beber Ruslan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemkab Jember sempat mendapat rapor merah untuk urusan penataan birokrasi. Salah satu imbasnya adalah hangusnya jatah penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun lalu. Agar hal itu tidak terulang, Komisi A DPRD Jember menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Jember, kemarin (9/3).

Ketua Komisi A DPRD Jember Tabroni mengatakan, urusan CPNS menjadi penting, mengingat banyak tenaga yang dibutuhkan. Atas dasar itu, dewan menggelar rapat bersama mitra kerjanya, yaitu BKPSDM. Itu dilakukan agar ada kejelasan informasi sehingga diketahui masyarakat di Jember. “Sudah lama informasi di Jember buruk. Untuk itu, kami undang BKPSDM agar menjelaskan urusan CPNS,” katanya.

Tabroni menyebut, Jember sudah dua tahun tidak dapat jatah CPNS. Yaitu tahun 2019 dan 2020. “Apakah 2021 ini dapat, ini yang kami tanyakan. Karena sebelumnya, urusan CPNS ini sangat ditutup-tutupi, sehingga dewan menggunakan hak-haknya,” imbuh Tabroni.

Melalui rapat tersebut, Tabroni mengungkapkan, ada angin segar karena di tahun ini Jember informasinya akan mendapat jatah CPNS. “Kami akan awasi agar penerimaan CPNS berjalan dengan baik, jujur, dan tidak ada kolusi. Ini akan menjadi momen baik bagi semua warga yang ingin mendaftar CPNS,” katanya.

Kepala BKPSDM Ruslan Abdul Gani menyampaikan, Jember tahun ini akan mendapat jatah CPNS. Menurut dia, kebutuhan pegawai baru cukup besar, karena banyak pegawai yang pensiun. PNS yang terdaftar per 2021 ini, lanjut Ruslan, ada sebanyak 11.957 pegawai.

Dalam rekrutmen CPNS nanti akan ada dua kategori. Yakni aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). “Informasi yang saya dapat, untuk CPNS ada kuota sekitar 725 orang, tapi diutamakan untuk tenaga kesehatan. Sementara, PPPK informasinya dibutuhkan 3.800 sekian orang dan prioritasnya pendidikan,” beber Ruslan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemkab Jember sempat mendapat rapor merah untuk urusan penataan birokrasi. Salah satu imbasnya adalah hangusnya jatah penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun lalu. Agar hal itu tidak terulang, Komisi A DPRD Jember menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Jember, kemarin (9/3).

Ketua Komisi A DPRD Jember Tabroni mengatakan, urusan CPNS menjadi penting, mengingat banyak tenaga yang dibutuhkan. Atas dasar itu, dewan menggelar rapat bersama mitra kerjanya, yaitu BKPSDM. Itu dilakukan agar ada kejelasan informasi sehingga diketahui masyarakat di Jember. “Sudah lama informasi di Jember buruk. Untuk itu, kami undang BKPSDM agar menjelaskan urusan CPNS,” katanya.

Tabroni menyebut, Jember sudah dua tahun tidak dapat jatah CPNS. Yaitu tahun 2019 dan 2020. “Apakah 2021 ini dapat, ini yang kami tanyakan. Karena sebelumnya, urusan CPNS ini sangat ditutup-tutupi, sehingga dewan menggunakan hak-haknya,” imbuh Tabroni.

Melalui rapat tersebut, Tabroni mengungkapkan, ada angin segar karena di tahun ini Jember informasinya akan mendapat jatah CPNS. “Kami akan awasi agar penerimaan CPNS berjalan dengan baik, jujur, dan tidak ada kolusi. Ini akan menjadi momen baik bagi semua warga yang ingin mendaftar CPNS,” katanya.

Kepala BKPSDM Ruslan Abdul Gani menyampaikan, Jember tahun ini akan mendapat jatah CPNS. Menurut dia, kebutuhan pegawai baru cukup besar, karena banyak pegawai yang pensiun. PNS yang terdaftar per 2021 ini, lanjut Ruslan, ada sebanyak 11.957 pegawai.

Dalam rekrutmen CPNS nanti akan ada dua kategori. Yakni aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). “Informasi yang saya dapat, untuk CPNS ada kuota sekitar 725 orang, tapi diutamakan untuk tenaga kesehatan. Sementara, PPPK informasinya dibutuhkan 3.800 sekian orang dan prioritasnya pendidikan,” beber Ruslan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/