29.7 C
Jember
Thursday, 23 March 2023

Bunga Sri Lestari, Duta Genre Jember

Kampanyekan Tolak Pergaulan Bebas

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bisa menjadi orang yang punya jiwa sosial perlu dipupuk sejak dini. Sebab, menebar imbauan kepada sesama agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas menjadi tugas bersama. Salah satunya seperti dilakukan Duta Genre yang bertugas melakukan sosialisasi tentang larangan pergaulan bebas.

BACA JUGA : Tegas, Publik Figur Kritik Stasiun TV yang Undang Saipul Jamil

Siang itu, dalam suasana rintik hujan, terlihat seorang pelajar sedang duduk bersantai di ruang kepala sekolah. Ternyata si pelajar sedang bertukar pendapat dengan kepala sekolah. Pelajar itu menjadi salah satu Duta Generasi Berencana di Jember yang meraih nominasi juara berbakat.

Mobile_AP_Rectangle 2

Setelah lama berdiskusi, akhirnya pelajar tersebut mulai menceritakan perjuangannya untuk bisa meraih gelar sebagai Duta Genre Tahun 2022. Meski hanya berhenti di tingkat kabupaten, dirinya tetap bersyukur karena bisa mendapatkan predikat duta berbakat di dunia tarik suara.

Dia adalah Bunga Tri Lestari, salah satu siswi dari SMAN Mumbulsari. Sebelum terpilih menjadi Duta Genre, dia tidak mempunyai keinginan untuk menekuni kegiatan sosial tersebut. Sebab, kegiatan sosial tersebut tidak pernah tebersit dalam pikirannya. “Saya sebenarnya tidak punya hobi di dunia sosial,” paparnya.

Gadis yang masih berusia 15 tahun itu mulai menceritakan kisahnya saat mengikuti kompetisi Duta Genre. Berawal dari kakaknya yang aktif di Balai Latihan Keluarga Berencana (BLKB) Mumbulsari dan mengabari Bunga bahwa ada ajang pencarian Duta Genre di Jember. “Awalnya, saya tidak antusias mengikuti ajang pencarian Duta Genre,” ungkapnya.

Oktober tahun lalu, Bunga mulai mendaftarkan diri untuk mengikuti ajang tersebut. Berbagai tahapan dilaluinya. Mulai dari tes wawancara, tes kepribadian, tes hak kewarganegaraan, hingga studi kasus.

Setelah menunggu kabar dari pihak penyelenggara, Bunga akhirnya lolos tahap pertama. Setelah itu, dirinya mulai diundang untuk belajar public speaking dan menggali potensi di salah satu kafe di Jember. Dirinya lolos di tahap kedua karena dinilai mempunyai bakat di bidang tarik suara.

Hingga mulai babak penetuan 10 besar. Bunga mulai terpikir dan penuh harap. Berbagai penampilan di momen itu sudah dilakukan secara maksimal oleh Bunga. Namun, ternyata Bunga tidak lolos di lima besar. “Waktu itu saya sedih karena tidak lolos di lima besar,” ujar gadis yang masih kelas 1 SMA Mumbulsari itu.

Bunga menangis saat itu, setelah melihat orang tua dan beberapa kerabatnya hadir pada saat penentuan tersebut. Namun, tak disangka, Bunga terpilih sebagai Duta Genre dengan predikat wanita berbakat. Meski tak seindah meraih juara umum, namun Bunga cukup bersyukur namanya dipanggil dan meraih piala.

Setelah itu, akhirnya Bunga mulai menyukai kegiatan yang bersifat sosial. Sebab, saat ada pertemuan ada pembelajaran mengenai kehidupan bersosial. Menurut Bunga, banyak ilmu yang diperoleh saat memahami makna kehidupan sosial. “Saya mulai suka menyebarkan pesan kepada remaja agar bisa hidup sehat. Menghindari obat-obatan terlarang dan bahaya gaya pacaran bebas,” bebernya seraya menampilkan wajah penuh senyum. (c2/nur)

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bisa menjadi orang yang punya jiwa sosial perlu dipupuk sejak dini. Sebab, menebar imbauan kepada sesama agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas menjadi tugas bersama. Salah satunya seperti dilakukan Duta Genre yang bertugas melakukan sosialisasi tentang larangan pergaulan bebas.

BACA JUGA : Tegas, Publik Figur Kritik Stasiun TV yang Undang Saipul Jamil

Siang itu, dalam suasana rintik hujan, terlihat seorang pelajar sedang duduk bersantai di ruang kepala sekolah. Ternyata si pelajar sedang bertukar pendapat dengan kepala sekolah. Pelajar itu menjadi salah satu Duta Generasi Berencana di Jember yang meraih nominasi juara berbakat.

Setelah lama berdiskusi, akhirnya pelajar tersebut mulai menceritakan perjuangannya untuk bisa meraih gelar sebagai Duta Genre Tahun 2022. Meski hanya berhenti di tingkat kabupaten, dirinya tetap bersyukur karena bisa mendapatkan predikat duta berbakat di dunia tarik suara.

Dia adalah Bunga Tri Lestari, salah satu siswi dari SMAN Mumbulsari. Sebelum terpilih menjadi Duta Genre, dia tidak mempunyai keinginan untuk menekuni kegiatan sosial tersebut. Sebab, kegiatan sosial tersebut tidak pernah tebersit dalam pikirannya. “Saya sebenarnya tidak punya hobi di dunia sosial,” paparnya.

Gadis yang masih berusia 15 tahun itu mulai menceritakan kisahnya saat mengikuti kompetisi Duta Genre. Berawal dari kakaknya yang aktif di Balai Latihan Keluarga Berencana (BLKB) Mumbulsari dan mengabari Bunga bahwa ada ajang pencarian Duta Genre di Jember. “Awalnya, saya tidak antusias mengikuti ajang pencarian Duta Genre,” ungkapnya.

Oktober tahun lalu, Bunga mulai mendaftarkan diri untuk mengikuti ajang tersebut. Berbagai tahapan dilaluinya. Mulai dari tes wawancara, tes kepribadian, tes hak kewarganegaraan, hingga studi kasus.

Setelah menunggu kabar dari pihak penyelenggara, Bunga akhirnya lolos tahap pertama. Setelah itu, dirinya mulai diundang untuk belajar public speaking dan menggali potensi di salah satu kafe di Jember. Dirinya lolos di tahap kedua karena dinilai mempunyai bakat di bidang tarik suara.

Hingga mulai babak penetuan 10 besar. Bunga mulai terpikir dan penuh harap. Berbagai penampilan di momen itu sudah dilakukan secara maksimal oleh Bunga. Namun, ternyata Bunga tidak lolos di lima besar. “Waktu itu saya sedih karena tidak lolos di lima besar,” ujar gadis yang masih kelas 1 SMA Mumbulsari itu.

Bunga menangis saat itu, setelah melihat orang tua dan beberapa kerabatnya hadir pada saat penentuan tersebut. Namun, tak disangka, Bunga terpilih sebagai Duta Genre dengan predikat wanita berbakat. Meski tak seindah meraih juara umum, namun Bunga cukup bersyukur namanya dipanggil dan meraih piala.

Setelah itu, akhirnya Bunga mulai menyukai kegiatan yang bersifat sosial. Sebab, saat ada pertemuan ada pembelajaran mengenai kehidupan bersosial. Menurut Bunga, banyak ilmu yang diperoleh saat memahami makna kehidupan sosial. “Saya mulai suka menyebarkan pesan kepada remaja agar bisa hidup sehat. Menghindari obat-obatan terlarang dan bahaya gaya pacaran bebas,” bebernya seraya menampilkan wajah penuh senyum. (c2/nur)

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bisa menjadi orang yang punya jiwa sosial perlu dipupuk sejak dini. Sebab, menebar imbauan kepada sesama agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas menjadi tugas bersama. Salah satunya seperti dilakukan Duta Genre yang bertugas melakukan sosialisasi tentang larangan pergaulan bebas.

BACA JUGA : Tegas, Publik Figur Kritik Stasiun TV yang Undang Saipul Jamil

Siang itu, dalam suasana rintik hujan, terlihat seorang pelajar sedang duduk bersantai di ruang kepala sekolah. Ternyata si pelajar sedang bertukar pendapat dengan kepala sekolah. Pelajar itu menjadi salah satu Duta Generasi Berencana di Jember yang meraih nominasi juara berbakat.

Setelah lama berdiskusi, akhirnya pelajar tersebut mulai menceritakan perjuangannya untuk bisa meraih gelar sebagai Duta Genre Tahun 2022. Meski hanya berhenti di tingkat kabupaten, dirinya tetap bersyukur karena bisa mendapatkan predikat duta berbakat di dunia tarik suara.

Dia adalah Bunga Tri Lestari, salah satu siswi dari SMAN Mumbulsari. Sebelum terpilih menjadi Duta Genre, dia tidak mempunyai keinginan untuk menekuni kegiatan sosial tersebut. Sebab, kegiatan sosial tersebut tidak pernah tebersit dalam pikirannya. “Saya sebenarnya tidak punya hobi di dunia sosial,” paparnya.

Gadis yang masih berusia 15 tahun itu mulai menceritakan kisahnya saat mengikuti kompetisi Duta Genre. Berawal dari kakaknya yang aktif di Balai Latihan Keluarga Berencana (BLKB) Mumbulsari dan mengabari Bunga bahwa ada ajang pencarian Duta Genre di Jember. “Awalnya, saya tidak antusias mengikuti ajang pencarian Duta Genre,” ungkapnya.

Oktober tahun lalu, Bunga mulai mendaftarkan diri untuk mengikuti ajang tersebut. Berbagai tahapan dilaluinya. Mulai dari tes wawancara, tes kepribadian, tes hak kewarganegaraan, hingga studi kasus.

Setelah menunggu kabar dari pihak penyelenggara, Bunga akhirnya lolos tahap pertama. Setelah itu, dirinya mulai diundang untuk belajar public speaking dan menggali potensi di salah satu kafe di Jember. Dirinya lolos di tahap kedua karena dinilai mempunyai bakat di bidang tarik suara.

Hingga mulai babak penetuan 10 besar. Bunga mulai terpikir dan penuh harap. Berbagai penampilan di momen itu sudah dilakukan secara maksimal oleh Bunga. Namun, ternyata Bunga tidak lolos di lima besar. “Waktu itu saya sedih karena tidak lolos di lima besar,” ujar gadis yang masih kelas 1 SMA Mumbulsari itu.

Bunga menangis saat itu, setelah melihat orang tua dan beberapa kerabatnya hadir pada saat penentuan tersebut. Namun, tak disangka, Bunga terpilih sebagai Duta Genre dengan predikat wanita berbakat. Meski tak seindah meraih juara umum, namun Bunga cukup bersyukur namanya dipanggil dan meraih piala.

Setelah itu, akhirnya Bunga mulai menyukai kegiatan yang bersifat sosial. Sebab, saat ada pertemuan ada pembelajaran mengenai kehidupan bersosial. Menurut Bunga, banyak ilmu yang diperoleh saat memahami makna kehidupan sosial. “Saya mulai suka menyebarkan pesan kepada remaja agar bisa hidup sehat. Menghindari obat-obatan terlarang dan bahaya gaya pacaran bebas,” bebernya seraya menampilkan wajah penuh senyum. (c2/nur)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca