alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Terbelahnya Sungai Petung, Saksi Dahsyatnya Banjir

Dua Aliran yang Tetap Dibiarkan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tidak semua orang mengetahui bagaimana banjir bandang di Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari, akhir Januari 2022 lalu. Di lokasi itu, aliran sungai menjadi salah satu saksi bisu akan dahsyatnya bencana yang merusak pekarangan rumah warga, sawah, bahkan rumah beberapa orang.

Sungai Petung di Desa Badean bahkan terbelah menjadi dua aliran. Hal itu disebabkan material batu ukuran kecil hingga yang besarnya lebih dari ukuran kepala manusia menumpuk di tengah sungai. Akibatnya, sungai menggerus sisi kanan dan kiri sungai sehingga alirannya terbelah. Penelusuran Jawa Pos Radar Jember, anak-anak sungai itu bahkan sampai merusak empat rumah milik warga di Dusun Pertelon, Desa Pakis, Kecamatan Panti.

Sisa-sisa banjir seluruhnya memang dievakuasi. Kebanyakan orang bisa jadi hanya fokus akan keberadaan rumah warga yang rusak atau sekadar pada lahan pertanian yang habis diterjang banjir. Akan tetapi, keberadaan sungai yang sampai membentuk dua aliran tentu, mengubah letak geografis sungai sekalipun skalanya tidak terlampau besar. Hal terpenting, untuk mengembalikan dua aliran sungai menjadi satu dibutuhkan dana yang tidak sedikit.

Mobile_AP_Rectangle 2

Nah, pantauan Jawa Pos Radar Jember, proses normalisasi Sungai Petung ini sebelumnya sempat terkendala oleh banjir susulan. Sehingga proses normalisasi yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (DPUSDA) Provinsi Jawa Timur tidak bisa langsung dilakukan. Petugas yang menerjunkan ekskavator atau alat berat ke lokasi juga tidak bisa langsung menormalisasi karena harus mempertimbangkan keselamatan serta cuaca.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tidak semua orang mengetahui bagaimana banjir bandang di Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari, akhir Januari 2022 lalu. Di lokasi itu, aliran sungai menjadi salah satu saksi bisu akan dahsyatnya bencana yang merusak pekarangan rumah warga, sawah, bahkan rumah beberapa orang.

Sungai Petung di Desa Badean bahkan terbelah menjadi dua aliran. Hal itu disebabkan material batu ukuran kecil hingga yang besarnya lebih dari ukuran kepala manusia menumpuk di tengah sungai. Akibatnya, sungai menggerus sisi kanan dan kiri sungai sehingga alirannya terbelah. Penelusuran Jawa Pos Radar Jember, anak-anak sungai itu bahkan sampai merusak empat rumah milik warga di Dusun Pertelon, Desa Pakis, Kecamatan Panti.

Sisa-sisa banjir seluruhnya memang dievakuasi. Kebanyakan orang bisa jadi hanya fokus akan keberadaan rumah warga yang rusak atau sekadar pada lahan pertanian yang habis diterjang banjir. Akan tetapi, keberadaan sungai yang sampai membentuk dua aliran tentu, mengubah letak geografis sungai sekalipun skalanya tidak terlampau besar. Hal terpenting, untuk mengembalikan dua aliran sungai menjadi satu dibutuhkan dana yang tidak sedikit.

Nah, pantauan Jawa Pos Radar Jember, proses normalisasi Sungai Petung ini sebelumnya sempat terkendala oleh banjir susulan. Sehingga proses normalisasi yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (DPUSDA) Provinsi Jawa Timur tidak bisa langsung dilakukan. Petugas yang menerjunkan ekskavator atau alat berat ke lokasi juga tidak bisa langsung menormalisasi karena harus mempertimbangkan keselamatan serta cuaca.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tidak semua orang mengetahui bagaimana banjir bandang di Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari, akhir Januari 2022 lalu. Di lokasi itu, aliran sungai menjadi salah satu saksi bisu akan dahsyatnya bencana yang merusak pekarangan rumah warga, sawah, bahkan rumah beberapa orang.

Sungai Petung di Desa Badean bahkan terbelah menjadi dua aliran. Hal itu disebabkan material batu ukuran kecil hingga yang besarnya lebih dari ukuran kepala manusia menumpuk di tengah sungai. Akibatnya, sungai menggerus sisi kanan dan kiri sungai sehingga alirannya terbelah. Penelusuran Jawa Pos Radar Jember, anak-anak sungai itu bahkan sampai merusak empat rumah milik warga di Dusun Pertelon, Desa Pakis, Kecamatan Panti.

Sisa-sisa banjir seluruhnya memang dievakuasi. Kebanyakan orang bisa jadi hanya fokus akan keberadaan rumah warga yang rusak atau sekadar pada lahan pertanian yang habis diterjang banjir. Akan tetapi, keberadaan sungai yang sampai membentuk dua aliran tentu, mengubah letak geografis sungai sekalipun skalanya tidak terlampau besar. Hal terpenting, untuk mengembalikan dua aliran sungai menjadi satu dibutuhkan dana yang tidak sedikit.

Nah, pantauan Jawa Pos Radar Jember, proses normalisasi Sungai Petung ini sebelumnya sempat terkendala oleh banjir susulan. Sehingga proses normalisasi yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (DPUSDA) Provinsi Jawa Timur tidak bisa langsung dilakukan. Petugas yang menerjunkan ekskavator atau alat berat ke lokasi juga tidak bisa langsung menormalisasi karena harus mempertimbangkan keselamatan serta cuaca.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/