alexametrics
26.2 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Ini Titik Genangan Air Hujan di Jember yang Sebabkan Lalu Lintas Macet

Mobile_AP_Rectangle 1

KALIWATES, Radar Jember – Hujan lebat yang terjadi di Jember membuat arus lalu lintas benar-benar macet. Penyebabnya tidak lain karena jalan aspal digenangi air hujan. Sejumlah ruas jalan sempat macet, seperti di Jalan Hayam Wuruk hingga Jalan Raya Mangli, serta beberapa ruas jalan di Rambipuji, Minggu (9/1).

Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Jember, genangan air di jalan aspal disebabkan luapan air dari selokan. Jalan tersebut tergenang banjir sehingga sempat menimbulkan kemacetan dan antrean panjang kendaraan bermotor. Kemacetan bahkan bukan hanya terjadi di Jalan Hayam Wuruk, tapi juga di sejumlah ruas jalan seperti Brawijaya, Rambipuji, hingga Kaliputih.

Beberapa kendaraan roda dua, empat, bahkan lebih, ada yang terus melintas meski hujan lebat. Beberapa di antaranya memilih untuk berteduh. Namun, hanya sekitar 15 menit pascahujan, arus kendaraan mulai tersendat seiring adanya genangan air hujan serta luapan air sungai dan drainase.

Mobile_AP_Rectangle 2

Lilik Kurniawati, pemotor asal Jalan Kasuari, Kelurahan Gebang, Patrang, mengaku tidak memiliki keberanian untuk menerobos banjir tersebut. Wanita itu takut jatuh di genangan air, karena kondisi jalan tertutup air. “Berhenti dulu itu lebih baik. Tadi saya dari rumah saudara di Mangli, dan tiba-tiba hujan deras. Air di jalan semakin tinggi.” ungkap Lilik, sambil memberitahukan kepada keluarga melalui ponsel bahwa ia terjebak banjir.

- Advertisement -

KALIWATES, Radar Jember – Hujan lebat yang terjadi di Jember membuat arus lalu lintas benar-benar macet. Penyebabnya tidak lain karena jalan aspal digenangi air hujan. Sejumlah ruas jalan sempat macet, seperti di Jalan Hayam Wuruk hingga Jalan Raya Mangli, serta beberapa ruas jalan di Rambipuji, Minggu (9/1).

Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Jember, genangan air di jalan aspal disebabkan luapan air dari selokan. Jalan tersebut tergenang banjir sehingga sempat menimbulkan kemacetan dan antrean panjang kendaraan bermotor. Kemacetan bahkan bukan hanya terjadi di Jalan Hayam Wuruk, tapi juga di sejumlah ruas jalan seperti Brawijaya, Rambipuji, hingga Kaliputih.

Beberapa kendaraan roda dua, empat, bahkan lebih, ada yang terus melintas meski hujan lebat. Beberapa di antaranya memilih untuk berteduh. Namun, hanya sekitar 15 menit pascahujan, arus kendaraan mulai tersendat seiring adanya genangan air hujan serta luapan air sungai dan drainase.

Lilik Kurniawati, pemotor asal Jalan Kasuari, Kelurahan Gebang, Patrang, mengaku tidak memiliki keberanian untuk menerobos banjir tersebut. Wanita itu takut jatuh di genangan air, karena kondisi jalan tertutup air. “Berhenti dulu itu lebih baik. Tadi saya dari rumah saudara di Mangli, dan tiba-tiba hujan deras. Air di jalan semakin tinggi.” ungkap Lilik, sambil memberitahukan kepada keluarga melalui ponsel bahwa ia terjebak banjir.

KALIWATES, Radar Jember – Hujan lebat yang terjadi di Jember membuat arus lalu lintas benar-benar macet. Penyebabnya tidak lain karena jalan aspal digenangi air hujan. Sejumlah ruas jalan sempat macet, seperti di Jalan Hayam Wuruk hingga Jalan Raya Mangli, serta beberapa ruas jalan di Rambipuji, Minggu (9/1).

Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Jember, genangan air di jalan aspal disebabkan luapan air dari selokan. Jalan tersebut tergenang banjir sehingga sempat menimbulkan kemacetan dan antrean panjang kendaraan bermotor. Kemacetan bahkan bukan hanya terjadi di Jalan Hayam Wuruk, tapi juga di sejumlah ruas jalan seperti Brawijaya, Rambipuji, hingga Kaliputih.

Beberapa kendaraan roda dua, empat, bahkan lebih, ada yang terus melintas meski hujan lebat. Beberapa di antaranya memilih untuk berteduh. Namun, hanya sekitar 15 menit pascahujan, arus kendaraan mulai tersendat seiring adanya genangan air hujan serta luapan air sungai dan drainase.

Lilik Kurniawati, pemotor asal Jalan Kasuari, Kelurahan Gebang, Patrang, mengaku tidak memiliki keberanian untuk menerobos banjir tersebut. Wanita itu takut jatuh di genangan air, karena kondisi jalan tertutup air. “Berhenti dulu itu lebih baik. Tadi saya dari rumah saudara di Mangli, dan tiba-tiba hujan deras. Air di jalan semakin tinggi.” ungkap Lilik, sambil memberitahukan kepada keluarga melalui ponsel bahwa ia terjebak banjir.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/