alexametrics
29.1 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Darurat Pencemaran Sungai Bedadung, Spesies Ikan Mulai Langka

Belasan Spesies Ikan Mulai Langka

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, Radar Jember – Kegiatan ekspedisi Kali Bedadung Ecoton terus berlanjut. Sebelumnya, susur sungai itu dilakukan di beberapa titik. Kali ini ekspedisi dimulai dari bantaran sungai di bawah Jembatan Semanggi, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari. Dalam ekspedisinya itu, Ecoton menemukan puluhan timbunan sampah plastik di permukaan sungai. Lalu, tim juga menemukan tingginya kadar fosfat di wilayah Mangli, Jembatan Semanggi, dan Antirogo.

Timbunan sampah itu ditengarai berasal dari limbah domestik dan limbah pestisida. Dampaknya, banyak jenis ikan yang tidak ditemui lagi di aliran Kali Bedadung. “Dulu ada 15 spesies ikan. Sekarang hanya ada ikan pembersih kaca, wader, dan nilem. Hanya ada 10 sampai 20 persen ikan yang tinggal di sini,” kata Prigi Arisandi, peneliti senior Ecoton, akhir pekan kemarin.

Padahal, kata dia, Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Lingkungan Hidup mengatur tentang larangan membuang sampah di sungai. Tidak boleh ada sampah apa pun yang terapung di atas kali.

Mobile_AP_Rectangle 2

Untuk itu, pihaknya mendorong agar Pemprov Jatim bertindak cepat. Hal itu karena pemprov sebagai pengelola dan memiliki kewenangan pengendalian pencemaran untuk membersihkan sungai dari sampah plastik. Sebab, fragmentasi plastik menjadi mikroplastik akan mengancam keamanan kesehatan suplai air PDAM Jember, serta keamanan pangan ikan yang dikonsumsi masyarakat.

- Advertisement -

SUMBERSARI, Radar Jember – Kegiatan ekspedisi Kali Bedadung Ecoton terus berlanjut. Sebelumnya, susur sungai itu dilakukan di beberapa titik. Kali ini ekspedisi dimulai dari bantaran sungai di bawah Jembatan Semanggi, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari. Dalam ekspedisinya itu, Ecoton menemukan puluhan timbunan sampah plastik di permukaan sungai. Lalu, tim juga menemukan tingginya kadar fosfat di wilayah Mangli, Jembatan Semanggi, dan Antirogo.

Timbunan sampah itu ditengarai berasal dari limbah domestik dan limbah pestisida. Dampaknya, banyak jenis ikan yang tidak ditemui lagi di aliran Kali Bedadung. “Dulu ada 15 spesies ikan. Sekarang hanya ada ikan pembersih kaca, wader, dan nilem. Hanya ada 10 sampai 20 persen ikan yang tinggal di sini,” kata Prigi Arisandi, peneliti senior Ecoton, akhir pekan kemarin.

Padahal, kata dia, Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Lingkungan Hidup mengatur tentang larangan membuang sampah di sungai. Tidak boleh ada sampah apa pun yang terapung di atas kali.

Untuk itu, pihaknya mendorong agar Pemprov Jatim bertindak cepat. Hal itu karena pemprov sebagai pengelola dan memiliki kewenangan pengendalian pencemaran untuk membersihkan sungai dari sampah plastik. Sebab, fragmentasi plastik menjadi mikroplastik akan mengancam keamanan kesehatan suplai air PDAM Jember, serta keamanan pangan ikan yang dikonsumsi masyarakat.

SUMBERSARI, Radar Jember – Kegiatan ekspedisi Kali Bedadung Ecoton terus berlanjut. Sebelumnya, susur sungai itu dilakukan di beberapa titik. Kali ini ekspedisi dimulai dari bantaran sungai di bawah Jembatan Semanggi, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari. Dalam ekspedisinya itu, Ecoton menemukan puluhan timbunan sampah plastik di permukaan sungai. Lalu, tim juga menemukan tingginya kadar fosfat di wilayah Mangli, Jembatan Semanggi, dan Antirogo.

Timbunan sampah itu ditengarai berasal dari limbah domestik dan limbah pestisida. Dampaknya, banyak jenis ikan yang tidak ditemui lagi di aliran Kali Bedadung. “Dulu ada 15 spesies ikan. Sekarang hanya ada ikan pembersih kaca, wader, dan nilem. Hanya ada 10 sampai 20 persen ikan yang tinggal di sini,” kata Prigi Arisandi, peneliti senior Ecoton, akhir pekan kemarin.

Padahal, kata dia, Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Lingkungan Hidup mengatur tentang larangan membuang sampah di sungai. Tidak boleh ada sampah apa pun yang terapung di atas kali.

Untuk itu, pihaknya mendorong agar Pemprov Jatim bertindak cepat. Hal itu karena pemprov sebagai pengelola dan memiliki kewenangan pengendalian pencemaran untuk membersihkan sungai dari sampah plastik. Sebab, fragmentasi plastik menjadi mikroplastik akan mengancam keamanan kesehatan suplai air PDAM Jember, serta keamanan pangan ikan yang dikonsumsi masyarakat.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/