alexametrics
29.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Empat Bulan Tak Terima Gaji

Nestapa Pemain Persid

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Para pemain yang membela Persid Jember, tampaknya harus lebih bersabar. Karena gaji yang menjadi hak mereka bakal kembali telat diterima. Hingga kini, gaji untuk kompetisi Liga 3 zona Jawa Timur masih tak kunjung cair.

Mulai dari awal kompetisi, awal Agustus hingga laga terakhir Persid 27 Oktober lalu, belum sepeser pun gaji pemain terbayarkan. Bahkan pada Juli saat masa persiapan, juga tak ada kucuran dana.

Beberapa penggawa Persid, seperti Dwika Bhaskara pemain dan salah satu pemain senior, Muhammad Akmal, mengamini kondisi tersebut. “Belum dibayarkan sampai sekarang. Sudah empat bulanan lah gaji kami belum cair,” ungkap Dwika, pemain yang berposisi sebagai gelandang serang ini.

Mobile_AP_Rectangle 2

Senada dengan Dwika, M Akmal striker andalan Persid juga mengeluh belum lunasnya hak para pemain. “Saya juga tidak tahu kapan gaji ini dibayarkan. Belum ada informasi lagi,” kata mantan pemain PSSS Situbondo tahun 2018 ini.

Mereka berharap haknya segera dilunasi. Karena, pemain Persid tersebut sudah melakukan kewajibannya dengan latihan rutin dan melakoni tiap pertandingannya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Persid Jember (YPJ) Sunardi, tak bisa memastikan kapan para pemain Persid akan menerima gaji. Bahkan, sejauh ini kabar itu masih buram. “Iya masih belum jelas,” jawabnya saat ditanya Jawa Pos Radar Jember.

Kendala finansial bagi tim Persid ini bukan hal baru. Sebab, dalam Liga 3 tahun 2017 lalu, Persid juga tersandung problem pendanaan. Bahkan, kala itu, lima bulan gaji tak terbayarkan saat menjalani kompetisi dalam babak penyisihan fase grup dan 16 besar zona Jawa Timur. Namun, akhirnya, gaji mereka cair di pengujung tahun 2017.

Sama seperti tahun ini, skuad Persid harus rela menjalani setiap pertandingannya tanpa asupan gaji. Total, Persid telah melakoni delapan pertandingan dalam Liga 3 musim ini. Apesnya, sudah gaji tidak cair, Persid juga tidak mampu lolos fase grup. Kondisi ini sekaligus mengubur impian mereka untuk memperbaiki prestasi dari musim sebelumnya, yang tidak lolos ke babak 32 besar nasional dan promosi ke Liga 2.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Para pemain yang membela Persid Jember, tampaknya harus lebih bersabar. Karena gaji yang menjadi hak mereka bakal kembali telat diterima. Hingga kini, gaji untuk kompetisi Liga 3 zona Jawa Timur masih tak kunjung cair.

Mulai dari awal kompetisi, awal Agustus hingga laga terakhir Persid 27 Oktober lalu, belum sepeser pun gaji pemain terbayarkan. Bahkan pada Juli saat masa persiapan, juga tak ada kucuran dana.

Beberapa penggawa Persid, seperti Dwika Bhaskara pemain dan salah satu pemain senior, Muhammad Akmal, mengamini kondisi tersebut. “Belum dibayarkan sampai sekarang. Sudah empat bulanan lah gaji kami belum cair,” ungkap Dwika, pemain yang berposisi sebagai gelandang serang ini.

Senada dengan Dwika, M Akmal striker andalan Persid juga mengeluh belum lunasnya hak para pemain. “Saya juga tidak tahu kapan gaji ini dibayarkan. Belum ada informasi lagi,” kata mantan pemain PSSS Situbondo tahun 2018 ini.

Mereka berharap haknya segera dilunasi. Karena, pemain Persid tersebut sudah melakukan kewajibannya dengan latihan rutin dan melakoni tiap pertandingannya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Persid Jember (YPJ) Sunardi, tak bisa memastikan kapan para pemain Persid akan menerima gaji. Bahkan, sejauh ini kabar itu masih buram. “Iya masih belum jelas,” jawabnya saat ditanya Jawa Pos Radar Jember.

Kendala finansial bagi tim Persid ini bukan hal baru. Sebab, dalam Liga 3 tahun 2017 lalu, Persid juga tersandung problem pendanaan. Bahkan, kala itu, lima bulan gaji tak terbayarkan saat menjalani kompetisi dalam babak penyisihan fase grup dan 16 besar zona Jawa Timur. Namun, akhirnya, gaji mereka cair di pengujung tahun 2017.

Sama seperti tahun ini, skuad Persid harus rela menjalani setiap pertandingannya tanpa asupan gaji. Total, Persid telah melakoni delapan pertandingan dalam Liga 3 musim ini. Apesnya, sudah gaji tidak cair, Persid juga tidak mampu lolos fase grup. Kondisi ini sekaligus mengubur impian mereka untuk memperbaiki prestasi dari musim sebelumnya, yang tidak lolos ke babak 32 besar nasional dan promosi ke Liga 2.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Para pemain yang membela Persid Jember, tampaknya harus lebih bersabar. Karena gaji yang menjadi hak mereka bakal kembali telat diterima. Hingga kini, gaji untuk kompetisi Liga 3 zona Jawa Timur masih tak kunjung cair.

Mulai dari awal kompetisi, awal Agustus hingga laga terakhir Persid 27 Oktober lalu, belum sepeser pun gaji pemain terbayarkan. Bahkan pada Juli saat masa persiapan, juga tak ada kucuran dana.

Beberapa penggawa Persid, seperti Dwika Bhaskara pemain dan salah satu pemain senior, Muhammad Akmal, mengamini kondisi tersebut. “Belum dibayarkan sampai sekarang. Sudah empat bulanan lah gaji kami belum cair,” ungkap Dwika, pemain yang berposisi sebagai gelandang serang ini.

Senada dengan Dwika, M Akmal striker andalan Persid juga mengeluh belum lunasnya hak para pemain. “Saya juga tidak tahu kapan gaji ini dibayarkan. Belum ada informasi lagi,” kata mantan pemain PSSS Situbondo tahun 2018 ini.

Mereka berharap haknya segera dilunasi. Karena, pemain Persid tersebut sudah melakukan kewajibannya dengan latihan rutin dan melakoni tiap pertandingannya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Persid Jember (YPJ) Sunardi, tak bisa memastikan kapan para pemain Persid akan menerima gaji. Bahkan, sejauh ini kabar itu masih buram. “Iya masih belum jelas,” jawabnya saat ditanya Jawa Pos Radar Jember.

Kendala finansial bagi tim Persid ini bukan hal baru. Sebab, dalam Liga 3 tahun 2017 lalu, Persid juga tersandung problem pendanaan. Bahkan, kala itu, lima bulan gaji tak terbayarkan saat menjalani kompetisi dalam babak penyisihan fase grup dan 16 besar zona Jawa Timur. Namun, akhirnya, gaji mereka cair di pengujung tahun 2017.

Sama seperti tahun ini, skuad Persid harus rela menjalani setiap pertandingannya tanpa asupan gaji. Total, Persid telah melakoni delapan pertandingan dalam Liga 3 musim ini. Apesnya, sudah gaji tidak cair, Persid juga tidak mampu lolos fase grup. Kondisi ini sekaligus mengubur impian mereka untuk memperbaiki prestasi dari musim sebelumnya, yang tidak lolos ke babak 32 besar nasional dan promosi ke Liga 2.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/