alexametrics
25.6 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Melanggar Berjamaah, Pengendara Ambil Jalan Pintas di Masjid Jami’

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Dibukanya portal yang ada di depan Masjid Jami Al Baitul Amien Jember dijadikan jalan alternatif bagi pengendara yang melaju dari Jalan Sultan Agung. Mereka main potong kompas dengan menerabas jalur tersebut menuju ke Jalan Wijaya Kusuma arah Stasiun Jember. Padahal, hal itu jelas-jelas melanggar karena Jalan Wijaya Kusuma hanya berlaku satu arah. Khusus untuk kendaraan yang dari arah stasiun atau dari Jalan Bromo.

Kepala Unit Dikyasa Satlantas Polres Jember Iptu Heru Siswanto mengatakan, sepekan lalu berdasarkan rekomendasi dari forum lalu lintas, jalur itu masih belum dibuka. Ini artinya, jika ada kendaraan yang melewati jalan tersebut, itu jelas-jelas melanggar. “Untuk keputusan masih menunggu izin dari Bapak Bupati. Dan seminggu lalu sudah dirapatkan, tetapi hasil rekomendasi dari forum lalu lintas masih belum diputuskan,” terang Heru.

Heru menegaskan, belum berjalannya rekayasa arus lalin itu berpotensi membahayakan bagi pengendara yang melanggar. Bahkan, rawan terjadi kecelakaan. Sebab, mereka akan berpapasan dengan kendaraan yang melaju dari arah berlawanan. “Sangat rawan terjadi kecelakaan,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, kemarin (8/11), banyak kendaraan yang melanggar secara berjamaah menuju Jalan Wijaya Kusuma. Jika sebelum-sebelumnya para pelanggar itu main potong kompas dengan belok kiri persis di depan pendapa bupati, sekarang justru kendaraan yang dari Jalan Sultan Agung yang ambil jalan pintas lewat depan masjid jamik. Masyarakat pun meminta agar di kawasan itu disiagakan petugas yang memantau pengendara, sehingga mereka bisa lebih tertib.

- Advertisement -

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Dibukanya portal yang ada di depan Masjid Jami Al Baitul Amien Jember dijadikan jalan alternatif bagi pengendara yang melaju dari Jalan Sultan Agung. Mereka main potong kompas dengan menerabas jalur tersebut menuju ke Jalan Wijaya Kusuma arah Stasiun Jember. Padahal, hal itu jelas-jelas melanggar karena Jalan Wijaya Kusuma hanya berlaku satu arah. Khusus untuk kendaraan yang dari arah stasiun atau dari Jalan Bromo.

Kepala Unit Dikyasa Satlantas Polres Jember Iptu Heru Siswanto mengatakan, sepekan lalu berdasarkan rekomendasi dari forum lalu lintas, jalur itu masih belum dibuka. Ini artinya, jika ada kendaraan yang melewati jalan tersebut, itu jelas-jelas melanggar. “Untuk keputusan masih menunggu izin dari Bapak Bupati. Dan seminggu lalu sudah dirapatkan, tetapi hasil rekomendasi dari forum lalu lintas masih belum diputuskan,” terang Heru.

Heru menegaskan, belum berjalannya rekayasa arus lalin itu berpotensi membahayakan bagi pengendara yang melanggar. Bahkan, rawan terjadi kecelakaan. Sebab, mereka akan berpapasan dengan kendaraan yang melaju dari arah berlawanan. “Sangat rawan terjadi kecelakaan,” ujarnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, kemarin (8/11), banyak kendaraan yang melanggar secara berjamaah menuju Jalan Wijaya Kusuma. Jika sebelum-sebelumnya para pelanggar itu main potong kompas dengan belok kiri persis di depan pendapa bupati, sekarang justru kendaraan yang dari Jalan Sultan Agung yang ambil jalan pintas lewat depan masjid jamik. Masyarakat pun meminta agar di kawasan itu disiagakan petugas yang memantau pengendara, sehingga mereka bisa lebih tertib.

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Dibukanya portal yang ada di depan Masjid Jami Al Baitul Amien Jember dijadikan jalan alternatif bagi pengendara yang melaju dari Jalan Sultan Agung. Mereka main potong kompas dengan menerabas jalur tersebut menuju ke Jalan Wijaya Kusuma arah Stasiun Jember. Padahal, hal itu jelas-jelas melanggar karena Jalan Wijaya Kusuma hanya berlaku satu arah. Khusus untuk kendaraan yang dari arah stasiun atau dari Jalan Bromo.

Kepala Unit Dikyasa Satlantas Polres Jember Iptu Heru Siswanto mengatakan, sepekan lalu berdasarkan rekomendasi dari forum lalu lintas, jalur itu masih belum dibuka. Ini artinya, jika ada kendaraan yang melewati jalan tersebut, itu jelas-jelas melanggar. “Untuk keputusan masih menunggu izin dari Bapak Bupati. Dan seminggu lalu sudah dirapatkan, tetapi hasil rekomendasi dari forum lalu lintas masih belum diputuskan,” terang Heru.

Heru menegaskan, belum berjalannya rekayasa arus lalin itu berpotensi membahayakan bagi pengendara yang melanggar. Bahkan, rawan terjadi kecelakaan. Sebab, mereka akan berpapasan dengan kendaraan yang melaju dari arah berlawanan. “Sangat rawan terjadi kecelakaan,” ujarnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, kemarin (8/11), banyak kendaraan yang melanggar secara berjamaah menuju Jalan Wijaya Kusuma. Jika sebelum-sebelumnya para pelanggar itu main potong kompas dengan belok kiri persis di depan pendapa bupati, sekarang justru kendaraan yang dari Jalan Sultan Agung yang ambil jalan pintas lewat depan masjid jamik. Masyarakat pun meminta agar di kawasan itu disiagakan petugas yang memantau pengendara, sehingga mereka bisa lebih tertib.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/