alexametrics
21.6 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Komisi A DPRD Keluhkan Anggaran Khusus Perempuan, Segini Nominalnya..

“Perlu adanya anggaran yang besar untuk menciptakan forum diskusi pemahaman pengarusutamaan gender.” SUNARSIH - Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

Sunarsih menganggap, selama ini pengarusutamaan gender belum menjadi atensi khusus atau prioritas di beberapa OPD. Karena itu, anggaran yang dimiliki untuk merealisasikan program juga sangat minim. Kesadaran untuk menciptakan program yang setara juga masih belum optimal.

Menurut dia, dalam jangka panjang hal ini dapat berdampak pada keterlibatan perempuan yang minim di ranah publik. Ia mencontohkan keterwakilan perempuan di keanggotaan dewan masih belum sampai 30 persen. “Dari 30 persen, sekarang hanya 7 orang. Itu hanya berapa persen,” ungkapnya, Senin (8/11).

Ia berharap, ke depan penganggaran yang diajukan untuk pengarusutamaan gender nilainya lebih besar daripada sekarang. Dengan begitu, pemenuhannya pun optimal.

Mobile_AP_Rectangle 2

Reporter : Dian Cahyani

Fotografer : id.pinterest.ph

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti

- Advertisement -

Sunarsih menganggap, selama ini pengarusutamaan gender belum menjadi atensi khusus atau prioritas di beberapa OPD. Karena itu, anggaran yang dimiliki untuk merealisasikan program juga sangat minim. Kesadaran untuk menciptakan program yang setara juga masih belum optimal.

Menurut dia, dalam jangka panjang hal ini dapat berdampak pada keterlibatan perempuan yang minim di ranah publik. Ia mencontohkan keterwakilan perempuan di keanggotaan dewan masih belum sampai 30 persen. “Dari 30 persen, sekarang hanya 7 orang. Itu hanya berapa persen,” ungkapnya, Senin (8/11).

Ia berharap, ke depan penganggaran yang diajukan untuk pengarusutamaan gender nilainya lebih besar daripada sekarang. Dengan begitu, pemenuhannya pun optimal.

Reporter : Dian Cahyani

Fotografer : id.pinterest.ph

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti

Sunarsih menganggap, selama ini pengarusutamaan gender belum menjadi atensi khusus atau prioritas di beberapa OPD. Karena itu, anggaran yang dimiliki untuk merealisasikan program juga sangat minim. Kesadaran untuk menciptakan program yang setara juga masih belum optimal.

Menurut dia, dalam jangka panjang hal ini dapat berdampak pada keterlibatan perempuan yang minim di ranah publik. Ia mencontohkan keterwakilan perempuan di keanggotaan dewan masih belum sampai 30 persen. “Dari 30 persen, sekarang hanya 7 orang. Itu hanya berapa persen,” ungkapnya, Senin (8/11).

Ia berharap, ke depan penganggaran yang diajukan untuk pengarusutamaan gender nilainya lebih besar daripada sekarang. Dengan begitu, pemenuhannya pun optimal.

Reporter : Dian Cahyani

Fotografer : id.pinterest.ph

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/