alexametrics
31.3 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

The Power of Srikandi Jember, Perempuan Hebat Ujung Tombak Keluarga

Mobile_AP_Rectangle 1

KEPATIHAN, Radar Jember – Lantang suara Bupati Jember Hendy Siswanto saat memberikan sambutan kepada Dharma Wanita di Aula PB Sudirman, belum lama ini, dalam kegiatan sosialisasi kepemimpinan perempuan. Dia mengimbau perwakilan anggota Dharma Wanita dan anggota PKK yang hadir untuk wajib tersenyum dalam keadaan apa pun, mumpung gratis. Ini merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap diri sendiri dan orang-orang di sekelilingnya.

Kepada sejumlah anggota yang hadir secara daring dan luring, Hendy menjelaskan bahwa esensi dari sebuah kepemimpinan adalah untuk memimpin diri sendiri. “Jadi, mari kita kenali dan bentuk kepribadian diri kita masing-masing dulu,” lanjutnya. Bisa dikatakan menjadi pemimpin, lanjut Hendy, jika para ibu-ibu tersebut bisa memimpin keluarga mereka masing-masing.

Dengan begitu, Hendy berharap mereka memulainya dari yang terkecil lebih dulu. Yakni memimpin bapak dan anak. Artinya, tidak melangkahi peran seorang kepala rumah tangga, tetapi ikut dalam mengontrol sinergi rasa kekeluargaan di dalam rumah tangga dengan berperan sebagai seorang perempuan. Baik sebagai istri maupun sebagai seorang ibu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut dia, peran kepala keluarga itu sudah diberi gaji yang sedemikian rupa, dan peran perempuan sebagai pemimpin sangat dibutuhkan dalam mengelola agar gaji itu dapat cukup untuk menghidupi keluarga masing-masing lebih dulu. “Itu yang paling penting. Jadi, jangan tolah-toleh ke hal lain jika keluarga ibu sendiri belum benar,” paparnya.

- Advertisement -

KEPATIHAN, Radar Jember – Lantang suara Bupati Jember Hendy Siswanto saat memberikan sambutan kepada Dharma Wanita di Aula PB Sudirman, belum lama ini, dalam kegiatan sosialisasi kepemimpinan perempuan. Dia mengimbau perwakilan anggota Dharma Wanita dan anggota PKK yang hadir untuk wajib tersenyum dalam keadaan apa pun, mumpung gratis. Ini merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap diri sendiri dan orang-orang di sekelilingnya.

Kepada sejumlah anggota yang hadir secara daring dan luring, Hendy menjelaskan bahwa esensi dari sebuah kepemimpinan adalah untuk memimpin diri sendiri. “Jadi, mari kita kenali dan bentuk kepribadian diri kita masing-masing dulu,” lanjutnya. Bisa dikatakan menjadi pemimpin, lanjut Hendy, jika para ibu-ibu tersebut bisa memimpin keluarga mereka masing-masing.

Dengan begitu, Hendy berharap mereka memulainya dari yang terkecil lebih dulu. Yakni memimpin bapak dan anak. Artinya, tidak melangkahi peran seorang kepala rumah tangga, tetapi ikut dalam mengontrol sinergi rasa kekeluargaan di dalam rumah tangga dengan berperan sebagai seorang perempuan. Baik sebagai istri maupun sebagai seorang ibu.

Menurut dia, peran kepala keluarga itu sudah diberi gaji yang sedemikian rupa, dan peran perempuan sebagai pemimpin sangat dibutuhkan dalam mengelola agar gaji itu dapat cukup untuk menghidupi keluarga masing-masing lebih dulu. “Itu yang paling penting. Jadi, jangan tolah-toleh ke hal lain jika keluarga ibu sendiri belum benar,” paparnya.

KEPATIHAN, Radar Jember – Lantang suara Bupati Jember Hendy Siswanto saat memberikan sambutan kepada Dharma Wanita di Aula PB Sudirman, belum lama ini, dalam kegiatan sosialisasi kepemimpinan perempuan. Dia mengimbau perwakilan anggota Dharma Wanita dan anggota PKK yang hadir untuk wajib tersenyum dalam keadaan apa pun, mumpung gratis. Ini merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap diri sendiri dan orang-orang di sekelilingnya.

Kepada sejumlah anggota yang hadir secara daring dan luring, Hendy menjelaskan bahwa esensi dari sebuah kepemimpinan adalah untuk memimpin diri sendiri. “Jadi, mari kita kenali dan bentuk kepribadian diri kita masing-masing dulu,” lanjutnya. Bisa dikatakan menjadi pemimpin, lanjut Hendy, jika para ibu-ibu tersebut bisa memimpin keluarga mereka masing-masing.

Dengan begitu, Hendy berharap mereka memulainya dari yang terkecil lebih dulu. Yakni memimpin bapak dan anak. Artinya, tidak melangkahi peran seorang kepala rumah tangga, tetapi ikut dalam mengontrol sinergi rasa kekeluargaan di dalam rumah tangga dengan berperan sebagai seorang perempuan. Baik sebagai istri maupun sebagai seorang ibu.

Menurut dia, peran kepala keluarga itu sudah diberi gaji yang sedemikian rupa, dan peran perempuan sebagai pemimpin sangat dibutuhkan dalam mengelola agar gaji itu dapat cukup untuk menghidupi keluarga masing-masing lebih dulu. “Itu yang paling penting. Jadi, jangan tolah-toleh ke hal lain jika keluarga ibu sendiri belum benar,” paparnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/