alexametrics
29.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Kalang Kabut, Penimbun BBM Dirazia Aparat

Terjaring Tiga Pikap, Total 26 Drum "Semuanya kami serahkan ke Unit Reskrim Polres Jember beserta barang buktinya dan penanggung jawab SPBU untuk dimintai keterangan." AKP Eko Basuki Teguh Kasat Samapta Polres Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

AMBULU, RADARJEMBER.ID- Sejumlah orang tampak kalang kabut saat petugas kepolisian memergoki mereka tengah mengangkut belasan drum menggunakan pikap. Para sopir itu tak bisa mengelak saat diketahui belasan drum itu rupanya akan digunakan mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Ambulu, Jumat (9/10) dini hari sekitar pukul 03.00.

Dalam razia yang dilakukan menjelang Subuh itu, polisi mendapati tiga unit kendaraan yang mengangkut total sebanyak 26 drum. Ketiga kendaraan dirazia polisi di dua SPBU berbeda. Yakni SPBU Ambulu dan SPBU Wuluhan. “Tindakan ini sudah melanggar karena pembeli telah membeli pertalite subsidi dengan jumlah sangat banyak,” terang AKP Eko Basuki Teguh, Kasat Samapta Polres Jember, kemarin.

Dalam razia gabungan itu, pihaknya juga melibatkan Kanit Pam Obvit dan Danru 1 Patko Samapta, serta Tim Alap-Alap Polres Jember. Saat petugas menginterogasi terduga pelaku, mereka tak bisa menunjukkan bukti surat akomodasi. Saat itu, mereka berkilah dan hanya menjawab sebagai sopir, bukan pemilik.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kemudian, polisi membawa tiga unit mobil yang total membawa 26 drum tersebut ke Polres Jember untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. “Semuanya kami serahkan ke Unit Reskrim Polres Jember beserta barang buktinya dan penanggung jawab SPBU untuk dimintai keterangan,” tambah Eko.

Lebih jauh, kata dia, razia itu dilakukan seiring munculnya keresahan masyarakat belakangan ini karena sulitnya mendapatkan BBM jenis pertalite. Bahkan di sejumlah SPBU ditemui antrean cukup panjang agar bisa mendapatkannya.

- Advertisement -

AMBULU, RADARJEMBER.ID- Sejumlah orang tampak kalang kabut saat petugas kepolisian memergoki mereka tengah mengangkut belasan drum menggunakan pikap. Para sopir itu tak bisa mengelak saat diketahui belasan drum itu rupanya akan digunakan mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Ambulu, Jumat (9/10) dini hari sekitar pukul 03.00.

Dalam razia yang dilakukan menjelang Subuh itu, polisi mendapati tiga unit kendaraan yang mengangkut total sebanyak 26 drum. Ketiga kendaraan dirazia polisi di dua SPBU berbeda. Yakni SPBU Ambulu dan SPBU Wuluhan. “Tindakan ini sudah melanggar karena pembeli telah membeli pertalite subsidi dengan jumlah sangat banyak,” terang AKP Eko Basuki Teguh, Kasat Samapta Polres Jember, kemarin.

Dalam razia gabungan itu, pihaknya juga melibatkan Kanit Pam Obvit dan Danru 1 Patko Samapta, serta Tim Alap-Alap Polres Jember. Saat petugas menginterogasi terduga pelaku, mereka tak bisa menunjukkan bukti surat akomodasi. Saat itu, mereka berkilah dan hanya menjawab sebagai sopir, bukan pemilik.

Kemudian, polisi membawa tiga unit mobil yang total membawa 26 drum tersebut ke Polres Jember untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. “Semuanya kami serahkan ke Unit Reskrim Polres Jember beserta barang buktinya dan penanggung jawab SPBU untuk dimintai keterangan,” tambah Eko.

Lebih jauh, kata dia, razia itu dilakukan seiring munculnya keresahan masyarakat belakangan ini karena sulitnya mendapatkan BBM jenis pertalite. Bahkan di sejumlah SPBU ditemui antrean cukup panjang agar bisa mendapatkannya.

AMBULU, RADARJEMBER.ID- Sejumlah orang tampak kalang kabut saat petugas kepolisian memergoki mereka tengah mengangkut belasan drum menggunakan pikap. Para sopir itu tak bisa mengelak saat diketahui belasan drum itu rupanya akan digunakan mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Ambulu, Jumat (9/10) dini hari sekitar pukul 03.00.

Dalam razia yang dilakukan menjelang Subuh itu, polisi mendapati tiga unit kendaraan yang mengangkut total sebanyak 26 drum. Ketiga kendaraan dirazia polisi di dua SPBU berbeda. Yakni SPBU Ambulu dan SPBU Wuluhan. “Tindakan ini sudah melanggar karena pembeli telah membeli pertalite subsidi dengan jumlah sangat banyak,” terang AKP Eko Basuki Teguh, Kasat Samapta Polres Jember, kemarin.

Dalam razia gabungan itu, pihaknya juga melibatkan Kanit Pam Obvit dan Danru 1 Patko Samapta, serta Tim Alap-Alap Polres Jember. Saat petugas menginterogasi terduga pelaku, mereka tak bisa menunjukkan bukti surat akomodasi. Saat itu, mereka berkilah dan hanya menjawab sebagai sopir, bukan pemilik.

Kemudian, polisi membawa tiga unit mobil yang total membawa 26 drum tersebut ke Polres Jember untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. “Semuanya kami serahkan ke Unit Reskrim Polres Jember beserta barang buktinya dan penanggung jawab SPBU untuk dimintai keterangan,” tambah Eko.

Lebih jauh, kata dia, razia itu dilakukan seiring munculnya keresahan masyarakat belakangan ini karena sulitnya mendapatkan BBM jenis pertalite. Bahkan di sejumlah SPBU ditemui antrean cukup panjang agar bisa mendapatkannya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/