alexametrics
24.4 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Layangan Sablon, Tren Bisnis yang Menjanjikan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Berbeda dengan layangan pada umumnya, layangan yang dimainkan seorang anak di RTH Balung itu tampak berwarna dan penuh corak. Bahannya bukan dari kertas biasa, namun lebih tebal. Ya, inilah layangan sablon yang tengah menjadi tren di kalangan masyarakat.

Belakangan ini, tren usaha layangan sablon semakin meningkat di Jember. Umumnya, para penjual membuka lapak dan menjajakan layangan di pinggir jalan raya dan kawasan ramai pengunjung.

Diam-diam, bisnis layangan sablon ini rupanya cukup menjanjikan. Pasalnya, satu layangan dibanderol seharga Rp 40-50 ribu, dengan lebar 60 sentimeter dan panjang kurang lebih 2 meter. Motifnya beragam, mulai dari gambar kartun hingga hewan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Penjualnya masih terbilang jarang. Mayoritas penjualnya membuka lapak di kawasan pinggiran kabupaten seperti di sepanjang jalan Ambulu, Balung, dan Puger. Para penjualnya juga kebanyakan dari luar Jember, seperti Situbondo dan Banyuwangi.

Salah satunya adalah Wawan Iswanto. Pedagang layangan sablon asal Situbondo itu menjelaskan, setiap harinya dia berhasil menjual minimal 20 buah layangan dan mendapat omzet hingga Rp 5 juta per bulan. “Setiap hari pasti ada yang beli. Apalagi di Jember,” kata Wawan, sembari menata barang dagangannya di pinggir jalan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Berbeda dengan layangan pada umumnya, layangan yang dimainkan seorang anak di RTH Balung itu tampak berwarna dan penuh corak. Bahannya bukan dari kertas biasa, namun lebih tebal. Ya, inilah layangan sablon yang tengah menjadi tren di kalangan masyarakat.

Belakangan ini, tren usaha layangan sablon semakin meningkat di Jember. Umumnya, para penjual membuka lapak dan menjajakan layangan di pinggir jalan raya dan kawasan ramai pengunjung.

Diam-diam, bisnis layangan sablon ini rupanya cukup menjanjikan. Pasalnya, satu layangan dibanderol seharga Rp 40-50 ribu, dengan lebar 60 sentimeter dan panjang kurang lebih 2 meter. Motifnya beragam, mulai dari gambar kartun hingga hewan.

Penjualnya masih terbilang jarang. Mayoritas penjualnya membuka lapak di kawasan pinggiran kabupaten seperti di sepanjang jalan Ambulu, Balung, dan Puger. Para penjualnya juga kebanyakan dari luar Jember, seperti Situbondo dan Banyuwangi.

Salah satunya adalah Wawan Iswanto. Pedagang layangan sablon asal Situbondo itu menjelaskan, setiap harinya dia berhasil menjual minimal 20 buah layangan dan mendapat omzet hingga Rp 5 juta per bulan. “Setiap hari pasti ada yang beli. Apalagi di Jember,” kata Wawan, sembari menata barang dagangannya di pinggir jalan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Berbeda dengan layangan pada umumnya, layangan yang dimainkan seorang anak di RTH Balung itu tampak berwarna dan penuh corak. Bahannya bukan dari kertas biasa, namun lebih tebal. Ya, inilah layangan sablon yang tengah menjadi tren di kalangan masyarakat.

Belakangan ini, tren usaha layangan sablon semakin meningkat di Jember. Umumnya, para penjual membuka lapak dan menjajakan layangan di pinggir jalan raya dan kawasan ramai pengunjung.

Diam-diam, bisnis layangan sablon ini rupanya cukup menjanjikan. Pasalnya, satu layangan dibanderol seharga Rp 40-50 ribu, dengan lebar 60 sentimeter dan panjang kurang lebih 2 meter. Motifnya beragam, mulai dari gambar kartun hingga hewan.

Penjualnya masih terbilang jarang. Mayoritas penjualnya membuka lapak di kawasan pinggiran kabupaten seperti di sepanjang jalan Ambulu, Balung, dan Puger. Para penjualnya juga kebanyakan dari luar Jember, seperti Situbondo dan Banyuwangi.

Salah satunya adalah Wawan Iswanto. Pedagang layangan sablon asal Situbondo itu menjelaskan, setiap harinya dia berhasil menjual minimal 20 buah layangan dan mendapat omzet hingga Rp 5 juta per bulan. “Setiap hari pasti ada yang beli. Apalagi di Jember,” kata Wawan, sembari menata barang dagangannya di pinggir jalan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/