alexametrics
28 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Dulu untuk Mengairi Sawah, Kini Dijual per Galon

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Awalnya sejak 1975, sumur bor pompa ini dibangun oleh pemerintah setempat untuk irigasi sawah. Namun, lambat laun fungsinya bergeser, juga untuk memenuhi kebutuhan sanitasi warga setempat. Bahkan banyak masyarakat dari luar kecamatan yang juga datang ke sana.

JUMAI-DIAN CAHYANI, Kasiyan, Radar Jember

LAYAKNYA sumur lawas zaman dulu, awalnya sumur bor yang berada di Desa Kasiyan, Kecamatan Puger, itu dibangun dengan sistem pompa. Setiap orang yang hendak mengambil air harus memompa terlebih dahulu. Namun, kini sumur tersebut tak perlu dipompa lagi. Terus mengeluarkan air dengan deras tanpa harus dipompa. Masyarakat setempat menyebutnya “sumur sumber”.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sumur ini dibangun pada kurang lebih tahun 1975, dan tujuan utama pembuatannya adalah untuk mengairi sawah. Lokasinya berada tak jauh dari Jalan Raya Puger. Sekitar 50 meter jaraknya. Tepat berada di belakang sebuah rumah makan yang baru berdiri tahun 2000 silam. Di sekelilingnya adalah hamparan sawah milik warga setempat yang membentang luas. Dari sumur inilah masyarakat bisa mengairi sawahnya.

Tak hanya untuk mengairi sawah, kini sumur tersebut juga dijadikan sarana sanitasi warga. Setiap subuh, sumur ini banyak didatangi para sopir truk yang melintas. Tujuannya untuk mandi dan mengisi air sebagai bekal perjalanan selanjutnya. Begitupun di waktu sore. Pun halnya dengan para petani, yang datang selepas beraktivitas di sawah untuk mandi.

Padahal, tak ada pembatas layaknya kamar mandi di sungai. Hanya tertutupi oleh pepohonan lebat serta sebuah bangunan kecil yang disewakan secara bergilir oleh pemiliknya. “Dulu sopir-sopir truk itu datang, terus mandi. Orang olahraga lewat, terus mandi atau mengambil air,” kata Wiwik, pemilik warung yang letaknya di depan sumur bor.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Awalnya sejak 1975, sumur bor pompa ini dibangun oleh pemerintah setempat untuk irigasi sawah. Namun, lambat laun fungsinya bergeser, juga untuk memenuhi kebutuhan sanitasi warga setempat. Bahkan banyak masyarakat dari luar kecamatan yang juga datang ke sana.

JUMAI-DIAN CAHYANI, Kasiyan, Radar Jember

LAYAKNYA sumur lawas zaman dulu, awalnya sumur bor yang berada di Desa Kasiyan, Kecamatan Puger, itu dibangun dengan sistem pompa. Setiap orang yang hendak mengambil air harus memompa terlebih dahulu. Namun, kini sumur tersebut tak perlu dipompa lagi. Terus mengeluarkan air dengan deras tanpa harus dipompa. Masyarakat setempat menyebutnya “sumur sumber”.

Sumur ini dibangun pada kurang lebih tahun 1975, dan tujuan utama pembuatannya adalah untuk mengairi sawah. Lokasinya berada tak jauh dari Jalan Raya Puger. Sekitar 50 meter jaraknya. Tepat berada di belakang sebuah rumah makan yang baru berdiri tahun 2000 silam. Di sekelilingnya adalah hamparan sawah milik warga setempat yang membentang luas. Dari sumur inilah masyarakat bisa mengairi sawahnya.

Tak hanya untuk mengairi sawah, kini sumur tersebut juga dijadikan sarana sanitasi warga. Setiap subuh, sumur ini banyak didatangi para sopir truk yang melintas. Tujuannya untuk mandi dan mengisi air sebagai bekal perjalanan selanjutnya. Begitupun di waktu sore. Pun halnya dengan para petani, yang datang selepas beraktivitas di sawah untuk mandi.

Padahal, tak ada pembatas layaknya kamar mandi di sungai. Hanya tertutupi oleh pepohonan lebat serta sebuah bangunan kecil yang disewakan secara bergilir oleh pemiliknya. “Dulu sopir-sopir truk itu datang, terus mandi. Orang olahraga lewat, terus mandi atau mengambil air,” kata Wiwik, pemilik warung yang letaknya di depan sumur bor.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Awalnya sejak 1975, sumur bor pompa ini dibangun oleh pemerintah setempat untuk irigasi sawah. Namun, lambat laun fungsinya bergeser, juga untuk memenuhi kebutuhan sanitasi warga setempat. Bahkan banyak masyarakat dari luar kecamatan yang juga datang ke sana.

JUMAI-DIAN CAHYANI, Kasiyan, Radar Jember

LAYAKNYA sumur lawas zaman dulu, awalnya sumur bor yang berada di Desa Kasiyan, Kecamatan Puger, itu dibangun dengan sistem pompa. Setiap orang yang hendak mengambil air harus memompa terlebih dahulu. Namun, kini sumur tersebut tak perlu dipompa lagi. Terus mengeluarkan air dengan deras tanpa harus dipompa. Masyarakat setempat menyebutnya “sumur sumber”.

Sumur ini dibangun pada kurang lebih tahun 1975, dan tujuan utama pembuatannya adalah untuk mengairi sawah. Lokasinya berada tak jauh dari Jalan Raya Puger. Sekitar 50 meter jaraknya. Tepat berada di belakang sebuah rumah makan yang baru berdiri tahun 2000 silam. Di sekelilingnya adalah hamparan sawah milik warga setempat yang membentang luas. Dari sumur inilah masyarakat bisa mengairi sawahnya.

Tak hanya untuk mengairi sawah, kini sumur tersebut juga dijadikan sarana sanitasi warga. Setiap subuh, sumur ini banyak didatangi para sopir truk yang melintas. Tujuannya untuk mandi dan mengisi air sebagai bekal perjalanan selanjutnya. Begitupun di waktu sore. Pun halnya dengan para petani, yang datang selepas beraktivitas di sawah untuk mandi.

Padahal, tak ada pembatas layaknya kamar mandi di sungai. Hanya tertutupi oleh pepohonan lebat serta sebuah bangunan kecil yang disewakan secara bergilir oleh pemiliknya. “Dulu sopir-sopir truk itu datang, terus mandi. Orang olahraga lewat, terus mandi atau mengambil air,” kata Wiwik, pemilik warung yang letaknya di depan sumur bor.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/