alexametrics
28 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Bosan di Rumah, Banyak yang Pilih Bangun Halaman Rumah

Mobile_AP_Rectangle 1

Dampak yang dirasakan masyarakat Jember akibat pandemi Covid-19 begitu terasa. Namun, ada beberapa kelompok yang menyulapnya menjadi keuntungan. Bahkan bisa memberdayakan puluhan pekerja lain. Salah satunya adalah para pelaku jasa pembuatan taman.

ISNEIN PURNOMO, Jenggawah, Radar Jember

“Awalnya, kami juga terdampak. Sama seperti sektor lain,” tutur Imam Basuki, ketua salah satu kelompok desainer taman di Kabupaten Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Untungnya, dampak itu hanya dirasakan selama beberapa hari. “Sebelum pandemi, kami selaku pembuat jasa desain taman mampu menggarap empat tempat dengan total omzet Rp 60 juta per bulan,” ujarnya.

Hal itu sudah terdata tiga bulan sebelumnya. “Ternyata, omzetnya malah jauh melejit pas pandemi,” ungkapnya.

Menurut warga Desa Curahbuntu, Kecamatan Jenggawah tersebut, ada momen yang menjadi keuntungan. “Saat pandemi kan banyak yang memilih diam di rumah, karena takut terpapar jika keluyuran,” ulasnya. Karena itu, banyak orang yang berpikir lebih baik membangun atau membentuk rumahnya masing-masing.

“Nah, karena itu, jasa kami malah dibutuhkan,” ujarnya. Banyak orang yang memilih untuk merapikan rumahnya sembari menunggu pandemi berakhir.

- Advertisement -

Dampak yang dirasakan masyarakat Jember akibat pandemi Covid-19 begitu terasa. Namun, ada beberapa kelompok yang menyulapnya menjadi keuntungan. Bahkan bisa memberdayakan puluhan pekerja lain. Salah satunya adalah para pelaku jasa pembuatan taman.

ISNEIN PURNOMO, Jenggawah, Radar Jember

“Awalnya, kami juga terdampak. Sama seperti sektor lain,” tutur Imam Basuki, ketua salah satu kelompok desainer taman di Kabupaten Jember.

Untungnya, dampak itu hanya dirasakan selama beberapa hari. “Sebelum pandemi, kami selaku pembuat jasa desain taman mampu menggarap empat tempat dengan total omzet Rp 60 juta per bulan,” ujarnya.

Hal itu sudah terdata tiga bulan sebelumnya. “Ternyata, omzetnya malah jauh melejit pas pandemi,” ungkapnya.

Menurut warga Desa Curahbuntu, Kecamatan Jenggawah tersebut, ada momen yang menjadi keuntungan. “Saat pandemi kan banyak yang memilih diam di rumah, karena takut terpapar jika keluyuran,” ulasnya. Karena itu, banyak orang yang berpikir lebih baik membangun atau membentuk rumahnya masing-masing.

“Nah, karena itu, jasa kami malah dibutuhkan,” ujarnya. Banyak orang yang memilih untuk merapikan rumahnya sembari menunggu pandemi berakhir.

Dampak yang dirasakan masyarakat Jember akibat pandemi Covid-19 begitu terasa. Namun, ada beberapa kelompok yang menyulapnya menjadi keuntungan. Bahkan bisa memberdayakan puluhan pekerja lain. Salah satunya adalah para pelaku jasa pembuatan taman.

ISNEIN PURNOMO, Jenggawah, Radar Jember

“Awalnya, kami juga terdampak. Sama seperti sektor lain,” tutur Imam Basuki, ketua salah satu kelompok desainer taman di Kabupaten Jember.

Untungnya, dampak itu hanya dirasakan selama beberapa hari. “Sebelum pandemi, kami selaku pembuat jasa desain taman mampu menggarap empat tempat dengan total omzet Rp 60 juta per bulan,” ujarnya.

Hal itu sudah terdata tiga bulan sebelumnya. “Ternyata, omzetnya malah jauh melejit pas pandemi,” ungkapnya.

Menurut warga Desa Curahbuntu, Kecamatan Jenggawah tersebut, ada momen yang menjadi keuntungan. “Saat pandemi kan banyak yang memilih diam di rumah, karena takut terpapar jika keluyuran,” ulasnya. Karena itu, banyak orang yang berpikir lebih baik membangun atau membentuk rumahnya masing-masing.

“Nah, karena itu, jasa kami malah dibutuhkan,” ujarnya. Banyak orang yang memilih untuk merapikan rumahnya sembari menunggu pandemi berakhir.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/