alexametrics
24.9 C
Jember
Saturday, 2 July 2022

Masih Banyak Dijual Mentah

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kualitas kopi yang dihasilkan dari bumi Pandhalungan tak perlu diragukan lagi. Stoknya pun melimpah. Kopinya juga baik. Tetapi sayang, banyak yang dijual secara per biji ke daerah-daerah lain. Dampaknya, laba yang diperoleh tak cukup memuaskan.

Satu kilogram kopi kering jenis robusta dihargai sebesar Rp 22 ribu. Hanya naik seribu rupiah dibanding tahun lalu. Meski begitu, harga itulah yang diinginkan para petani agar bisa lebih mahal lagi. “Naiknya hanya seribu,” kata Idris, warga Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari, kemarin (8/9).

Idris mengungkap, para petani di Desa Badean banyak yang menanam kopi di lahan milik negara. Dirinya memiliki lahan kontrak sekitar dua hektare yang diperpanjang setahun sekali. Dari situlah dia panen kopi. “Ini sudah panen yang terakhir. Setiap musim, kami memanen tiga kali,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia tak menampik jika kopi miliknya dan milik petani lain di daerah tersebut masih banyak dijual ke luar daerah. Beberapa tahun lalu, dia kerap menjual kopi secara langsung ke Malang. Namun, belakangan ini dirinya menjual kepada tengkulak. “Dari tengkulak tetap dijual ke luar kota, jualnya masih bijian,” tegasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kualitas kopi yang dihasilkan dari bumi Pandhalungan tak perlu diragukan lagi. Stoknya pun melimpah. Kopinya juga baik. Tetapi sayang, banyak yang dijual secara per biji ke daerah-daerah lain. Dampaknya, laba yang diperoleh tak cukup memuaskan.

Satu kilogram kopi kering jenis robusta dihargai sebesar Rp 22 ribu. Hanya naik seribu rupiah dibanding tahun lalu. Meski begitu, harga itulah yang diinginkan para petani agar bisa lebih mahal lagi. “Naiknya hanya seribu,” kata Idris, warga Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari, kemarin (8/9).

Idris mengungkap, para petani di Desa Badean banyak yang menanam kopi di lahan milik negara. Dirinya memiliki lahan kontrak sekitar dua hektare yang diperpanjang setahun sekali. Dari situlah dia panen kopi. “Ini sudah panen yang terakhir. Setiap musim, kami memanen tiga kali,” ucapnya.

Dia tak menampik jika kopi miliknya dan milik petani lain di daerah tersebut masih banyak dijual ke luar daerah. Beberapa tahun lalu, dia kerap menjual kopi secara langsung ke Malang. Namun, belakangan ini dirinya menjual kepada tengkulak. “Dari tengkulak tetap dijual ke luar kota, jualnya masih bijian,” tegasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kualitas kopi yang dihasilkan dari bumi Pandhalungan tak perlu diragukan lagi. Stoknya pun melimpah. Kopinya juga baik. Tetapi sayang, banyak yang dijual secara per biji ke daerah-daerah lain. Dampaknya, laba yang diperoleh tak cukup memuaskan.

Satu kilogram kopi kering jenis robusta dihargai sebesar Rp 22 ribu. Hanya naik seribu rupiah dibanding tahun lalu. Meski begitu, harga itulah yang diinginkan para petani agar bisa lebih mahal lagi. “Naiknya hanya seribu,” kata Idris, warga Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari, kemarin (8/9).

Idris mengungkap, para petani di Desa Badean banyak yang menanam kopi di lahan milik negara. Dirinya memiliki lahan kontrak sekitar dua hektare yang diperpanjang setahun sekali. Dari situlah dia panen kopi. “Ini sudah panen yang terakhir. Setiap musim, kami memanen tiga kali,” ucapnya.

Dia tak menampik jika kopi miliknya dan milik petani lain di daerah tersebut masih banyak dijual ke luar daerah. Beberapa tahun lalu, dia kerap menjual kopi secara langsung ke Malang. Namun, belakangan ini dirinya menjual kepada tengkulak. “Dari tengkulak tetap dijual ke luar kota, jualnya masih bijian,” tegasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/