alexametrics
26.8 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Jember Kekurangan Petugas Kesehatan Hewan

Mobile_AP_Rectangle 1

RADARJEMBER.ID, JEMBER– Kabupaten Jember disebut menjadi salah satu lumbung ternak di Jawa Timur. Bahkan, berada di peringkat kedua setelah Pamekasan. Namun, di tengah tingginya potensi itu, masih ada ancaman terhadap para peternak karena minimnya petugas kesehatan hewan.

Ketua Peternak Sapi dan Kambing Indonesia (PPSKI) Jawa Timur drh Hermawan mengungkapkan, di Jember ada sekitar 5.000 keluarga peternak yang tersebar di 31 kecamatan. Hanya saja, tingginya angka peternak itu masih belum diimbangi dengan jumlah tenaga medik veteriner atau petugas kesehatan hewan yang mencukupi.

Padahal, kata dia, idealnya di setiap kecamatan minimal ada dua paramedik veteriner alias mantri hewan yang siap melayani peternak. Jumlah ini, dia menegaskan, di luar mantri hewan yang berada di bawah kendali dinas peternakan. “Menurut data yang tercatat pada kami, di Jember cuma ada 15 tenaga paramedik veteriner. Jadi, tak semua kecamatan ada mantri hewan,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kondisi ini membuat peternak, yang kebanyakan petani atau nelayan, terancam merugi. Sebab, masyarakat mendapat layanan oleh orang yang tidak kompeten. Semisal petugas lulusan SMA yang cuma mengantongi sertifikat inseminasi buatan (IB), tapi juga diminta mengobati hewan.

- Advertisement -

RADARJEMBER.ID, JEMBER– Kabupaten Jember disebut menjadi salah satu lumbung ternak di Jawa Timur. Bahkan, berada di peringkat kedua setelah Pamekasan. Namun, di tengah tingginya potensi itu, masih ada ancaman terhadap para peternak karena minimnya petugas kesehatan hewan.

Ketua Peternak Sapi dan Kambing Indonesia (PPSKI) Jawa Timur drh Hermawan mengungkapkan, di Jember ada sekitar 5.000 keluarga peternak yang tersebar di 31 kecamatan. Hanya saja, tingginya angka peternak itu masih belum diimbangi dengan jumlah tenaga medik veteriner atau petugas kesehatan hewan yang mencukupi.

Padahal, kata dia, idealnya di setiap kecamatan minimal ada dua paramedik veteriner alias mantri hewan yang siap melayani peternak. Jumlah ini, dia menegaskan, di luar mantri hewan yang berada di bawah kendali dinas peternakan. “Menurut data yang tercatat pada kami, di Jember cuma ada 15 tenaga paramedik veteriner. Jadi, tak semua kecamatan ada mantri hewan,” ujarnya.

Kondisi ini membuat peternak, yang kebanyakan petani atau nelayan, terancam merugi. Sebab, masyarakat mendapat layanan oleh orang yang tidak kompeten. Semisal petugas lulusan SMA yang cuma mengantongi sertifikat inseminasi buatan (IB), tapi juga diminta mengobati hewan.

RADARJEMBER.ID, JEMBER– Kabupaten Jember disebut menjadi salah satu lumbung ternak di Jawa Timur. Bahkan, berada di peringkat kedua setelah Pamekasan. Namun, di tengah tingginya potensi itu, masih ada ancaman terhadap para peternak karena minimnya petugas kesehatan hewan.

Ketua Peternak Sapi dan Kambing Indonesia (PPSKI) Jawa Timur drh Hermawan mengungkapkan, di Jember ada sekitar 5.000 keluarga peternak yang tersebar di 31 kecamatan. Hanya saja, tingginya angka peternak itu masih belum diimbangi dengan jumlah tenaga medik veteriner atau petugas kesehatan hewan yang mencukupi.

Padahal, kata dia, idealnya di setiap kecamatan minimal ada dua paramedik veteriner alias mantri hewan yang siap melayani peternak. Jumlah ini, dia menegaskan, di luar mantri hewan yang berada di bawah kendali dinas peternakan. “Menurut data yang tercatat pada kami, di Jember cuma ada 15 tenaga paramedik veteriner. Jadi, tak semua kecamatan ada mantri hewan,” ujarnya.

Kondisi ini membuat peternak, yang kebanyakan petani atau nelayan, terancam merugi. Sebab, masyarakat mendapat layanan oleh orang yang tidak kompeten. Semisal petugas lulusan SMA yang cuma mengantongi sertifikat inseminasi buatan (IB), tapi juga diminta mengobati hewan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/