alexametrics
29.5 C
Jember
Wednesday, 5 October 2022

Vaksinasi PMK Tahap II Mulai Dilakukan

Mobile_AP_Rectangle 1

PONDOK JOYO, Radar Jember – Penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak terus diantisipasi dan ditangani. Pemprov Jatim dan Pemkab Jember melakukan kolaborasi bersama dalam percepatan vaksinasi PMK pada hewan-hewan ternak yang ada di Jember. Hingga kini, proses vaksinasi sudah melangkah pada tahap kedua.

BACA JUGA : Angin Duduk Bukan Mitos, Bisa Meninggal di Tempat

Sejak diumumkannya penularan PMK di Jember, Pemkab Jember telah mengeluarkan beberapa kebijakan. Mulai dari pelarangan hewan terindikasi PMK masuk dan keluar Jember, hingga imbauan sanitasi kandang. Para peternak juga ditekankan melakukan vaksinasi pada ternaknya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Bupati Jember Hendy Siswanto mengatakan bahwa vaksinasi pada hewan ternak perlu dilakukan agar kekebalan sistem imun bisa meningkat. Ini yang akan membuat kemungkinan penularan virus PMK semakin kecil. “Bagi peternak, khususnya yang punya sapi, bisa diikutkan vaksinasi PMK. Ini gratis, yang belum segera vaksin,” ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa terjun langsung meninjau lokasi vaksinasi PMK tanpa didampingi Bupati Hendy, kemarin siang (8/8), di Dusun Pondok Rampal, Desa Pondok Joyo, Kecamatan Semboro. Pelaksanaan itu merupakan tahap revaksinasi atau vaksinasi PMK tahap II yang diberikan pada 30 sapi jenis limusin, simental, dan peternak rakyat.

Dia memaparkan bahwa pihaknya sedang melakukan percepatan dan perluasan vaksinasi PMK di Jatim. Sebab, penyakit tersebut memerlukan perhatian khusus sebagai bentuk kewaspadaan. Untuk itu, pelaksanaannya tidak boleh lemah. “Monitoring ini adalah upaya kami untuk menjaga hewan ternak tetap sehat,” jelasnya.

Khofifah meminta agar kerja sama terus dilakukan oleh suruh elemen masyarakat. Sementara, informasi mengenai ternak yang terindikasi gejala-gejala PMK, tambahnya, agar segera dilaporkan kepada pihak terkait dan terdekat yang menangani soal kesehatan hewan. “Jika ada yang belum vaksin, maka mohon segera dikomunikasikan dengan Dinas Peternakan. Karena semua vaksin dari pusat langsung didistribusikan ke kabupaten atau kota,” lanjutnya.

Percepatan vaksinasi PMK melibatkan semua tenaga kesehatan (nakes) hewan di Jatim. Sejumlah 2.450 nakes hewan yang terdiri atas 950 dokter hewan dan 1.500 paramedis veteriner atau petugas vaksinasi hewan yang telah disiapkan untuk percepatan vaksinasi PMK.

Gubernur Khofifah mengungkapkan terima kasihnya atas kerja keras yang dilakukan para dokter hewan dan nakes yang ada di Jember untuk turut membantu percepatan program. Berdasarkan laporannya, tercatat 63 persen atau sebanyak 635.050 dosis vaksin PMK tahap I dan II telah disuntikkan di berbagai daerah di Jatim pada Minggu (7/8), dari total 1.003.300 dosis. (sil/c2/dwi)

- Advertisement -

PONDOK JOYO, Radar Jember – Penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak terus diantisipasi dan ditangani. Pemprov Jatim dan Pemkab Jember melakukan kolaborasi bersama dalam percepatan vaksinasi PMK pada hewan-hewan ternak yang ada di Jember. Hingga kini, proses vaksinasi sudah melangkah pada tahap kedua.

BACA JUGA : Angin Duduk Bukan Mitos, Bisa Meninggal di Tempat

Sejak diumumkannya penularan PMK di Jember, Pemkab Jember telah mengeluarkan beberapa kebijakan. Mulai dari pelarangan hewan terindikasi PMK masuk dan keluar Jember, hingga imbauan sanitasi kandang. Para peternak juga ditekankan melakukan vaksinasi pada ternaknya.

Bupati Jember Hendy Siswanto mengatakan bahwa vaksinasi pada hewan ternak perlu dilakukan agar kekebalan sistem imun bisa meningkat. Ini yang akan membuat kemungkinan penularan virus PMK semakin kecil. “Bagi peternak, khususnya yang punya sapi, bisa diikutkan vaksinasi PMK. Ini gratis, yang belum segera vaksin,” ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa terjun langsung meninjau lokasi vaksinasi PMK tanpa didampingi Bupati Hendy, kemarin siang (8/8), di Dusun Pondok Rampal, Desa Pondok Joyo, Kecamatan Semboro. Pelaksanaan itu merupakan tahap revaksinasi atau vaksinasi PMK tahap II yang diberikan pada 30 sapi jenis limusin, simental, dan peternak rakyat.

Dia memaparkan bahwa pihaknya sedang melakukan percepatan dan perluasan vaksinasi PMK di Jatim. Sebab, penyakit tersebut memerlukan perhatian khusus sebagai bentuk kewaspadaan. Untuk itu, pelaksanaannya tidak boleh lemah. “Monitoring ini adalah upaya kami untuk menjaga hewan ternak tetap sehat,” jelasnya.

Khofifah meminta agar kerja sama terus dilakukan oleh suruh elemen masyarakat. Sementara, informasi mengenai ternak yang terindikasi gejala-gejala PMK, tambahnya, agar segera dilaporkan kepada pihak terkait dan terdekat yang menangani soal kesehatan hewan. “Jika ada yang belum vaksin, maka mohon segera dikomunikasikan dengan Dinas Peternakan. Karena semua vaksin dari pusat langsung didistribusikan ke kabupaten atau kota,” lanjutnya.

Percepatan vaksinasi PMK melibatkan semua tenaga kesehatan (nakes) hewan di Jatim. Sejumlah 2.450 nakes hewan yang terdiri atas 950 dokter hewan dan 1.500 paramedis veteriner atau petugas vaksinasi hewan yang telah disiapkan untuk percepatan vaksinasi PMK.

Gubernur Khofifah mengungkapkan terima kasihnya atas kerja keras yang dilakukan para dokter hewan dan nakes yang ada di Jember untuk turut membantu percepatan program. Berdasarkan laporannya, tercatat 63 persen atau sebanyak 635.050 dosis vaksin PMK tahap I dan II telah disuntikkan di berbagai daerah di Jatim pada Minggu (7/8), dari total 1.003.300 dosis. (sil/c2/dwi)

PONDOK JOYO, Radar Jember – Penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak terus diantisipasi dan ditangani. Pemprov Jatim dan Pemkab Jember melakukan kolaborasi bersama dalam percepatan vaksinasi PMK pada hewan-hewan ternak yang ada di Jember. Hingga kini, proses vaksinasi sudah melangkah pada tahap kedua.

BACA JUGA : Angin Duduk Bukan Mitos, Bisa Meninggal di Tempat

Sejak diumumkannya penularan PMK di Jember, Pemkab Jember telah mengeluarkan beberapa kebijakan. Mulai dari pelarangan hewan terindikasi PMK masuk dan keluar Jember, hingga imbauan sanitasi kandang. Para peternak juga ditekankan melakukan vaksinasi pada ternaknya.

Bupati Jember Hendy Siswanto mengatakan bahwa vaksinasi pada hewan ternak perlu dilakukan agar kekebalan sistem imun bisa meningkat. Ini yang akan membuat kemungkinan penularan virus PMK semakin kecil. “Bagi peternak, khususnya yang punya sapi, bisa diikutkan vaksinasi PMK. Ini gratis, yang belum segera vaksin,” ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa terjun langsung meninjau lokasi vaksinasi PMK tanpa didampingi Bupati Hendy, kemarin siang (8/8), di Dusun Pondok Rampal, Desa Pondok Joyo, Kecamatan Semboro. Pelaksanaan itu merupakan tahap revaksinasi atau vaksinasi PMK tahap II yang diberikan pada 30 sapi jenis limusin, simental, dan peternak rakyat.

Dia memaparkan bahwa pihaknya sedang melakukan percepatan dan perluasan vaksinasi PMK di Jatim. Sebab, penyakit tersebut memerlukan perhatian khusus sebagai bentuk kewaspadaan. Untuk itu, pelaksanaannya tidak boleh lemah. “Monitoring ini adalah upaya kami untuk menjaga hewan ternak tetap sehat,” jelasnya.

Khofifah meminta agar kerja sama terus dilakukan oleh suruh elemen masyarakat. Sementara, informasi mengenai ternak yang terindikasi gejala-gejala PMK, tambahnya, agar segera dilaporkan kepada pihak terkait dan terdekat yang menangani soal kesehatan hewan. “Jika ada yang belum vaksin, maka mohon segera dikomunikasikan dengan Dinas Peternakan. Karena semua vaksin dari pusat langsung didistribusikan ke kabupaten atau kota,” lanjutnya.

Percepatan vaksinasi PMK melibatkan semua tenaga kesehatan (nakes) hewan di Jatim. Sejumlah 2.450 nakes hewan yang terdiri atas 950 dokter hewan dan 1.500 paramedis veteriner atau petugas vaksinasi hewan yang telah disiapkan untuk percepatan vaksinasi PMK.

Gubernur Khofifah mengungkapkan terima kasihnya atas kerja keras yang dilakukan para dokter hewan dan nakes yang ada di Jember untuk turut membantu percepatan program. Berdasarkan laporannya, tercatat 63 persen atau sebanyak 635.050 dosis vaksin PMK tahap I dan II telah disuntikkan di berbagai daerah di Jatim pada Minggu (7/8), dari total 1.003.300 dosis. (sil/c2/dwi)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/