alexametrics
29.5 C
Jember
Wednesday, 5 October 2022

Hancur! Tanaman Bunga Kota Rusak Diinjak Penonton JFC

DPRKPCK Berencana Tanam Bibit Baru

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER KIDUL, Radar Jember – Jember Fashion Carnaval (JFC) memukau mata dunia. Sayangnya, gelaran akbar itu menyisakan rusaknya tanaman di Jalan Gajah Mada, Kecamatan Kaliwates. Meski sebagian besar telah dipasang pagar pembatas, namun tetap diinjak-injak oleh penonton event bergengsi tersebut. Alhasil, akan ada uang negara yang dialokasikan untuk pemulihannya.

BACA JUGA : Warga Sarawak Meninggal saat Mendaki Gunung Kinabalu

Petugas pemeliharaan taman Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPRKPCK) Jember, Dwi Wahyudi, mengungkapkan, rusaknya tanaman di sekitar Jalan Gajah Mada karena ulah penonton JFC. Seakan, warga tidak merasa bersalah saat menginjaknya, lalu meninggalkan begitu saja.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Masyarakat masih kurang menghargai arti tanaman di sini,” tutur Wahyudi. Setiap hari pihaknya selalu mengontrol keberadaan taman di sepanjang Jalan Gajah Mada. Namun, apalah daya, penonton JFC membuat apa yang selama ini dirawat rusak seketika.

Pihaknya menyayangkan kejadian tersebut. Hal itu menunjukkan rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga tanaman. Namun, rusaknya beberapa bunga di sepanjang Jalan Gajah Mada bukan serta-merta kesalahan masyarakat. “Kurangnya pengawasan dari petugas juga menjadi salah satu penyebabnya,” imbuhnya.

Menurut Wahyudi, jika petugas benar-benar memperhatikan keadaan taman, penonton tidak akan sampai merusak. Hal tersebut yang seharusnya menjadi perhatian khusus bagi penyelenggara JFC agar tidak berdampak negatif dan merugikan Jember. Namun, nasi telah menjadi bubur, tanaman telah rusak.

Kepala DPRKPCK Jember Rahman Anda yang mengetahui banyaknya tanaman bunga rusak, mengaku akan segera memperbaikinya. “Cipta Karya sudah menyiapkan bibit baru untuk tanaman yang rusak,” ungkapnya. Hal ini berarti akan ada biaya lagi yang dikeluarkan melalui APBD Jember.

Menurutnya, hal itu dilakukan agar taman dan tanaman bunga di sepanjang Jalan Gajah Mada tetap terlihat indah. Dengan adanya kejadian itu, pihaknya berharap pada perhelatan apa pun masyarakat harus lebih sadar lagi. Termasuk saat JFC dilangsungkan.

Terpisah, Presiden JFC Budi Setiawan menanggapi tentang banyaknya bunga atau tanaman yang rusak tersebut. “Jadi, itu merupakan kesadaran masing-masing. Baik itu masyarakat, pemerintah, maupun pihak penyelenggara event,” ujarnya.

Dikatakan, memang seharusnya ada imbauan dan arahan khusus bagi para penonton agar selalu menjaga ketertiban dan kebersihan. “Semua ini milik bersama, jadi harus dijaga dengan saksama,” ujar Iwan. (mg6/mg1/c2/nur)

- Advertisement -

JEMBER KIDUL, Radar Jember – Jember Fashion Carnaval (JFC) memukau mata dunia. Sayangnya, gelaran akbar itu menyisakan rusaknya tanaman di Jalan Gajah Mada, Kecamatan Kaliwates. Meski sebagian besar telah dipasang pagar pembatas, namun tetap diinjak-injak oleh penonton event bergengsi tersebut. Alhasil, akan ada uang negara yang dialokasikan untuk pemulihannya.

BACA JUGA : Warga Sarawak Meninggal saat Mendaki Gunung Kinabalu

Petugas pemeliharaan taman Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPRKPCK) Jember, Dwi Wahyudi, mengungkapkan, rusaknya tanaman di sekitar Jalan Gajah Mada karena ulah penonton JFC. Seakan, warga tidak merasa bersalah saat menginjaknya, lalu meninggalkan begitu saja.

“Masyarakat masih kurang menghargai arti tanaman di sini,” tutur Wahyudi. Setiap hari pihaknya selalu mengontrol keberadaan taman di sepanjang Jalan Gajah Mada. Namun, apalah daya, penonton JFC membuat apa yang selama ini dirawat rusak seketika.

Pihaknya menyayangkan kejadian tersebut. Hal itu menunjukkan rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga tanaman. Namun, rusaknya beberapa bunga di sepanjang Jalan Gajah Mada bukan serta-merta kesalahan masyarakat. “Kurangnya pengawasan dari petugas juga menjadi salah satu penyebabnya,” imbuhnya.

Menurut Wahyudi, jika petugas benar-benar memperhatikan keadaan taman, penonton tidak akan sampai merusak. Hal tersebut yang seharusnya menjadi perhatian khusus bagi penyelenggara JFC agar tidak berdampak negatif dan merugikan Jember. Namun, nasi telah menjadi bubur, tanaman telah rusak.

Kepala DPRKPCK Jember Rahman Anda yang mengetahui banyaknya tanaman bunga rusak, mengaku akan segera memperbaikinya. “Cipta Karya sudah menyiapkan bibit baru untuk tanaman yang rusak,” ungkapnya. Hal ini berarti akan ada biaya lagi yang dikeluarkan melalui APBD Jember.

Menurutnya, hal itu dilakukan agar taman dan tanaman bunga di sepanjang Jalan Gajah Mada tetap terlihat indah. Dengan adanya kejadian itu, pihaknya berharap pada perhelatan apa pun masyarakat harus lebih sadar lagi. Termasuk saat JFC dilangsungkan.

Terpisah, Presiden JFC Budi Setiawan menanggapi tentang banyaknya bunga atau tanaman yang rusak tersebut. “Jadi, itu merupakan kesadaran masing-masing. Baik itu masyarakat, pemerintah, maupun pihak penyelenggara event,” ujarnya.

Dikatakan, memang seharusnya ada imbauan dan arahan khusus bagi para penonton agar selalu menjaga ketertiban dan kebersihan. “Semua ini milik bersama, jadi harus dijaga dengan saksama,” ujar Iwan. (mg6/mg1/c2/nur)

JEMBER KIDUL, Radar Jember – Jember Fashion Carnaval (JFC) memukau mata dunia. Sayangnya, gelaran akbar itu menyisakan rusaknya tanaman di Jalan Gajah Mada, Kecamatan Kaliwates. Meski sebagian besar telah dipasang pagar pembatas, namun tetap diinjak-injak oleh penonton event bergengsi tersebut. Alhasil, akan ada uang negara yang dialokasikan untuk pemulihannya.

BACA JUGA : Warga Sarawak Meninggal saat Mendaki Gunung Kinabalu

Petugas pemeliharaan taman Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPRKPCK) Jember, Dwi Wahyudi, mengungkapkan, rusaknya tanaman di sekitar Jalan Gajah Mada karena ulah penonton JFC. Seakan, warga tidak merasa bersalah saat menginjaknya, lalu meninggalkan begitu saja.

“Masyarakat masih kurang menghargai arti tanaman di sini,” tutur Wahyudi. Setiap hari pihaknya selalu mengontrol keberadaan taman di sepanjang Jalan Gajah Mada. Namun, apalah daya, penonton JFC membuat apa yang selama ini dirawat rusak seketika.

Pihaknya menyayangkan kejadian tersebut. Hal itu menunjukkan rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga tanaman. Namun, rusaknya beberapa bunga di sepanjang Jalan Gajah Mada bukan serta-merta kesalahan masyarakat. “Kurangnya pengawasan dari petugas juga menjadi salah satu penyebabnya,” imbuhnya.

Menurut Wahyudi, jika petugas benar-benar memperhatikan keadaan taman, penonton tidak akan sampai merusak. Hal tersebut yang seharusnya menjadi perhatian khusus bagi penyelenggara JFC agar tidak berdampak negatif dan merugikan Jember. Namun, nasi telah menjadi bubur, tanaman telah rusak.

Kepala DPRKPCK Jember Rahman Anda yang mengetahui banyaknya tanaman bunga rusak, mengaku akan segera memperbaikinya. “Cipta Karya sudah menyiapkan bibit baru untuk tanaman yang rusak,” ungkapnya. Hal ini berarti akan ada biaya lagi yang dikeluarkan melalui APBD Jember.

Menurutnya, hal itu dilakukan agar taman dan tanaman bunga di sepanjang Jalan Gajah Mada tetap terlihat indah. Dengan adanya kejadian itu, pihaknya berharap pada perhelatan apa pun masyarakat harus lebih sadar lagi. Termasuk saat JFC dilangsungkan.

Terpisah, Presiden JFC Budi Setiawan menanggapi tentang banyaknya bunga atau tanaman yang rusak tersebut. “Jadi, itu merupakan kesadaran masing-masing. Baik itu masyarakat, pemerintah, maupun pihak penyelenggara event,” ujarnya.

Dikatakan, memang seharusnya ada imbauan dan arahan khusus bagi para penonton agar selalu menjaga ketertiban dan kebersihan. “Semua ini milik bersama, jadi harus dijaga dengan saksama,” ujar Iwan. (mg6/mg1/c2/nur)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/