alexametrics
26.6 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Proyek Multiyears Dihadiahi Extra Time

Dewan: Harusnya Denda, Bukan Adendum

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Setelah kerusakan jalan ramai-ramai menuai sorotan publik, tiba-tiba muncul kabar bahwa Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Jember dan rekanan penggarap aspal multiyears menyepakati adanya penambahan waktu atau adendum.

Bahkan, tambahan durasi kontrak pekerjaan atau extra time itu diberlakukan kepada semua rekanan penggarap aspal multiyears. Beberapa di antaranya rekanan yang memiliki progres pekerjaan baru separuh. Mereka memiliki kelonggaran waktu merampungkan pekerjaan yang sempat tersendat maupun yang tinggal finishing.

Baru Diaspal, Jalan di Jember Selatan Sudah Protol

Mobile_AP_Rectangle 2

Padahal, pekerjaan mereka seharusnya selesai sesuai kontrak kerja. Dan ketika ada adendum, umumnya harus membayar denda atas keterlambatan menggarap proyek. Namun, ketentuan itu rupanya tidak berlaku. “Ada beberapa kendala yang diharuskan ada penambahan waktu (adendum, Red),” kata Yoyok Subagiono, Kabid Jalan dan Jembatan DPUBMSDA Jember, kemarin.

Yoyok menjelaskan, alasan ada adendum tanpa denda di antaranya faktor hambatan teknis maupun kendala situasi alam yang terjadi di lokasi proyek pekerjaan. Terlebih, ada beberapa rekanan yang memulai kontrak pada Desember 2021, tapi kegiatan dimulai Februari atau Maret 2022. Selain itu, faktor kondisi medan, perubahan desain, penambahan volume, dan faktor cuaca di beberapa tempat yang membuat paket pekerjaan multiyears tidak selesai.

Durasi penambahan waktu itu, menurut Yoyok, diberikan variatif. Melihat hasil atau progres pekerjaan rekanan. Mulai dari 15 sampai 40 hari. Termasuk mengenai konsekuensi dari adanya penambahan waktu itu, diakuinya tanpa dikenai denda. “Penambahan waktu ini tanpa denda. Jadi, kami memberikan toleransi dan kesempatan kepada rekanan untuk menyelesaikan pekerjaan mereka,” imbuhnya.

Lebih jauh, pria yang juga pejabat pembuat komitmen (PPK) aspal multiyears itu menguraikan, perpanjangan durasi waktu kontrak mulai 15 hingga 20 hari itu diberikan untuk rekanan yang sisa pekerjaannya hanya kurang dari 10 persen.

Sementara itu, tambahan sampai 40 hari diperuntukkan rekanan yang menghadapi kendala khusus. Seperti kesulitan akses lokasi, memobilisasi kendaraan pengangkut material maupun peralatan berat, hingga risiko terdampak bencana alam. Pada kondisi tersebut, rekanan bisa mendapat penambahan hingga waktu 40 hari.

Sementara, mengenai hasil pekerjaan rekanan di lapangan, lanjut dia, yang tuntas 100 persen baru ada 4 paket. Hampir tuntas dengan masa perpanjangan 15-20 hari ada 12 paket. Kemudian, yang baru 90 persen menuju 100 persen ada 10 paket. “Semua penambahan waktu tanpa konsekuensi denda, dengan tetap memperhatikan situasi,” kata Yoyok.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Setelah kerusakan jalan ramai-ramai menuai sorotan publik, tiba-tiba muncul kabar bahwa Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Jember dan rekanan penggarap aspal multiyears menyepakati adanya penambahan waktu atau adendum.

Bahkan, tambahan durasi kontrak pekerjaan atau extra time itu diberlakukan kepada semua rekanan penggarap aspal multiyears. Beberapa di antaranya rekanan yang memiliki progres pekerjaan baru separuh. Mereka memiliki kelonggaran waktu merampungkan pekerjaan yang sempat tersendat maupun yang tinggal finishing.

Baru Diaspal, Jalan di Jember Selatan Sudah Protol

Padahal, pekerjaan mereka seharusnya selesai sesuai kontrak kerja. Dan ketika ada adendum, umumnya harus membayar denda atas keterlambatan menggarap proyek. Namun, ketentuan itu rupanya tidak berlaku. “Ada beberapa kendala yang diharuskan ada penambahan waktu (adendum, Red),” kata Yoyok Subagiono, Kabid Jalan dan Jembatan DPUBMSDA Jember, kemarin.

Yoyok menjelaskan, alasan ada adendum tanpa denda di antaranya faktor hambatan teknis maupun kendala situasi alam yang terjadi di lokasi proyek pekerjaan. Terlebih, ada beberapa rekanan yang memulai kontrak pada Desember 2021, tapi kegiatan dimulai Februari atau Maret 2022. Selain itu, faktor kondisi medan, perubahan desain, penambahan volume, dan faktor cuaca di beberapa tempat yang membuat paket pekerjaan multiyears tidak selesai.

Durasi penambahan waktu itu, menurut Yoyok, diberikan variatif. Melihat hasil atau progres pekerjaan rekanan. Mulai dari 15 sampai 40 hari. Termasuk mengenai konsekuensi dari adanya penambahan waktu itu, diakuinya tanpa dikenai denda. “Penambahan waktu ini tanpa denda. Jadi, kami memberikan toleransi dan kesempatan kepada rekanan untuk menyelesaikan pekerjaan mereka,” imbuhnya.

Lebih jauh, pria yang juga pejabat pembuat komitmen (PPK) aspal multiyears itu menguraikan, perpanjangan durasi waktu kontrak mulai 15 hingga 20 hari itu diberikan untuk rekanan yang sisa pekerjaannya hanya kurang dari 10 persen.

Sementara itu, tambahan sampai 40 hari diperuntukkan rekanan yang menghadapi kendala khusus. Seperti kesulitan akses lokasi, memobilisasi kendaraan pengangkut material maupun peralatan berat, hingga risiko terdampak bencana alam. Pada kondisi tersebut, rekanan bisa mendapat penambahan hingga waktu 40 hari.

Sementara, mengenai hasil pekerjaan rekanan di lapangan, lanjut dia, yang tuntas 100 persen baru ada 4 paket. Hampir tuntas dengan masa perpanjangan 15-20 hari ada 12 paket. Kemudian, yang baru 90 persen menuju 100 persen ada 10 paket. “Semua penambahan waktu tanpa konsekuensi denda, dengan tetap memperhatikan situasi,” kata Yoyok.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Setelah kerusakan jalan ramai-ramai menuai sorotan publik, tiba-tiba muncul kabar bahwa Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Jember dan rekanan penggarap aspal multiyears menyepakati adanya penambahan waktu atau adendum.

Bahkan, tambahan durasi kontrak pekerjaan atau extra time itu diberlakukan kepada semua rekanan penggarap aspal multiyears. Beberapa di antaranya rekanan yang memiliki progres pekerjaan baru separuh. Mereka memiliki kelonggaran waktu merampungkan pekerjaan yang sempat tersendat maupun yang tinggal finishing.

Baru Diaspal, Jalan di Jember Selatan Sudah Protol

Padahal, pekerjaan mereka seharusnya selesai sesuai kontrak kerja. Dan ketika ada adendum, umumnya harus membayar denda atas keterlambatan menggarap proyek. Namun, ketentuan itu rupanya tidak berlaku. “Ada beberapa kendala yang diharuskan ada penambahan waktu (adendum, Red),” kata Yoyok Subagiono, Kabid Jalan dan Jembatan DPUBMSDA Jember, kemarin.

Yoyok menjelaskan, alasan ada adendum tanpa denda di antaranya faktor hambatan teknis maupun kendala situasi alam yang terjadi di lokasi proyek pekerjaan. Terlebih, ada beberapa rekanan yang memulai kontrak pada Desember 2021, tapi kegiatan dimulai Februari atau Maret 2022. Selain itu, faktor kondisi medan, perubahan desain, penambahan volume, dan faktor cuaca di beberapa tempat yang membuat paket pekerjaan multiyears tidak selesai.

Durasi penambahan waktu itu, menurut Yoyok, diberikan variatif. Melihat hasil atau progres pekerjaan rekanan. Mulai dari 15 sampai 40 hari. Termasuk mengenai konsekuensi dari adanya penambahan waktu itu, diakuinya tanpa dikenai denda. “Penambahan waktu ini tanpa denda. Jadi, kami memberikan toleransi dan kesempatan kepada rekanan untuk menyelesaikan pekerjaan mereka,” imbuhnya.

Lebih jauh, pria yang juga pejabat pembuat komitmen (PPK) aspal multiyears itu menguraikan, perpanjangan durasi waktu kontrak mulai 15 hingga 20 hari itu diberikan untuk rekanan yang sisa pekerjaannya hanya kurang dari 10 persen.

Sementara itu, tambahan sampai 40 hari diperuntukkan rekanan yang menghadapi kendala khusus. Seperti kesulitan akses lokasi, memobilisasi kendaraan pengangkut material maupun peralatan berat, hingga risiko terdampak bencana alam. Pada kondisi tersebut, rekanan bisa mendapat penambahan hingga waktu 40 hari.

Sementara, mengenai hasil pekerjaan rekanan di lapangan, lanjut dia, yang tuntas 100 persen baru ada 4 paket. Hampir tuntas dengan masa perpanjangan 15-20 hari ada 12 paket. Kemudian, yang baru 90 persen menuju 100 persen ada 10 paket. “Semua penambahan waktu tanpa konsekuensi denda, dengan tetap memperhatikan situasi,” kata Yoyok.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/