alexametrics
24.1 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Kurangi Mobilitas, Pemkab Matikan Semua PJU

Jember Petengan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemkab Jember mengambil langkah mematikan semua lampu penerangan jalan umum (PJU). Hal tersebut sebagai langkah untuk mengurangi mobilitas masyarakat di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

Bupati Jember Hendy Siswanto mengatakan, lampu-lampu jalan akan dimatikan untuk mendukung program PPKM darurat. Tak hanya itu, dia juga menginstruksikan kepada seluruh kepala desa agar mendukung dan mengambil langkah yang tujuannya untuk mengurangi mobilitas masyarakat. Ini demi memutus mata rantai penularan Covid-19. “Kami dengan TNI-Polri akan lebih masif lagi menekan pergerakan orang,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia berharap, PPKM darurat Jawa dan Bali ini juga didukung semua elemen, termasuk masyarakat tingkat bawah. Dengan demikian, kasus Covid-10 bisa terus ditekan. “Semua harus kompak dan menjadi tanggung jawab bersama,” tuturnya.

Plt Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPRKPCK) Pemkab Jember Eko Verdianto menambahkan, kebijakan mematikan PJU di PPKM darurat ini dimulai sejak Rabu (7/7) malam, dan akan berakhir 20 Juli sesuai dengan berakhirnya masa PPKM darurat. “Pada hari pertama, khusus wilayah kota terlebih dahulu yang dimatikan,” tuturnya, (8/7) kemarin.

Selanjutnya, semua PJU di Jember, termasuk di pinggiran, juga bakal dipadamkan. “Teman-teman dari Dinas Cipta Karya telah bergerak ke titik lain untuk memadamkan PJU,” ucapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemkab Jember mengambil langkah mematikan semua lampu penerangan jalan umum (PJU). Hal tersebut sebagai langkah untuk mengurangi mobilitas masyarakat di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

Bupati Jember Hendy Siswanto mengatakan, lampu-lampu jalan akan dimatikan untuk mendukung program PPKM darurat. Tak hanya itu, dia juga menginstruksikan kepada seluruh kepala desa agar mendukung dan mengambil langkah yang tujuannya untuk mengurangi mobilitas masyarakat. Ini demi memutus mata rantai penularan Covid-19. “Kami dengan TNI-Polri akan lebih masif lagi menekan pergerakan orang,” jelasnya.

Dia berharap, PPKM darurat Jawa dan Bali ini juga didukung semua elemen, termasuk masyarakat tingkat bawah. Dengan demikian, kasus Covid-10 bisa terus ditekan. “Semua harus kompak dan menjadi tanggung jawab bersama,” tuturnya.

Plt Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPRKPCK) Pemkab Jember Eko Verdianto menambahkan, kebijakan mematikan PJU di PPKM darurat ini dimulai sejak Rabu (7/7) malam, dan akan berakhir 20 Juli sesuai dengan berakhirnya masa PPKM darurat. “Pada hari pertama, khusus wilayah kota terlebih dahulu yang dimatikan,” tuturnya, (8/7) kemarin.

Selanjutnya, semua PJU di Jember, termasuk di pinggiran, juga bakal dipadamkan. “Teman-teman dari Dinas Cipta Karya telah bergerak ke titik lain untuk memadamkan PJU,” ucapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemkab Jember mengambil langkah mematikan semua lampu penerangan jalan umum (PJU). Hal tersebut sebagai langkah untuk mengurangi mobilitas masyarakat di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

Bupati Jember Hendy Siswanto mengatakan, lampu-lampu jalan akan dimatikan untuk mendukung program PPKM darurat. Tak hanya itu, dia juga menginstruksikan kepada seluruh kepala desa agar mendukung dan mengambil langkah yang tujuannya untuk mengurangi mobilitas masyarakat. Ini demi memutus mata rantai penularan Covid-19. “Kami dengan TNI-Polri akan lebih masif lagi menekan pergerakan orang,” jelasnya.

Dia berharap, PPKM darurat Jawa dan Bali ini juga didukung semua elemen, termasuk masyarakat tingkat bawah. Dengan demikian, kasus Covid-10 bisa terus ditekan. “Semua harus kompak dan menjadi tanggung jawab bersama,” tuturnya.

Plt Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPRKPCK) Pemkab Jember Eko Verdianto menambahkan, kebijakan mematikan PJU di PPKM darurat ini dimulai sejak Rabu (7/7) malam, dan akan berakhir 20 Juli sesuai dengan berakhirnya masa PPKM darurat. “Pada hari pertama, khusus wilayah kota terlebih dahulu yang dimatikan,” tuturnya, (8/7) kemarin.

Selanjutnya, semua PJU di Jember, termasuk di pinggiran, juga bakal dipadamkan. “Teman-teman dari Dinas Cipta Karya telah bergerak ke titik lain untuk memadamkan PJU,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/