alexametrics
21.6 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Dampak Penerapan PPKM Darurat

Buka Hanya Siang, Omzet Anjlok

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sepekan setelah penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat sejak 3 Juli lalu, dampak yang dirasakan oleh sejumlah pengusaha mulai terasa hari ini. Rata-rata mereka mengalami penurunan omzet lantaran berkurangnya pelanggan. Sebab, kebijakan itu diberlakukan dengan membatasi jam operasional tempat-tempat usaha, dari pagi hingga pukul 20.00 saja. Di atas jam tersebut, wajib tutup.

Salah satu pelaku usaha kecil yang terdampak adalah para pedagang yang berada di Rest Area Jubung, Kecamatan Sukorambi. Jika sebelumnya jumlah pelanggan cukup ramai, tapi kini jauh berkurang. Sebab, biasanya para pelanggan lebih suka menikmati kopi dan beragam kuliner di tempat itu saat malam hari.

Pemerintah Desa Jubung mengatakan, penerapan PPKM di wilayahnya itu dilakukan bersama Muspika Sukorambi. Langkah ini sebagai tindak lanjut dan menjalankan surat edaran Bupati Jember maupun pemerintah pusat. “PPKM di rest area dikawal bersama oleh pemerintah desa dan kecamatan,” kata Bhisma Perdana, Kepala Desa Jubung.

Mobile_AP_Rectangle 2

Meski menjadi keputusan pemerintah daerah dan pusat, namun dampak pemberlakuan kebijakan itu dirasakan sejumlah pengusaha makanan dan minuman di Rest Area Jubung. Mereka banyak mengeluh karena penghasilannya turun. Biasanya di lokasi ini ada yang membuka sedari pagi hingga tengah malam. Bahkan, beberapa kafe atau kedai sampai semalam suntuk. “Pagi siang ada pengunjung. Kalau malam sebenarnya lebih ramai,” terang Mohammad Anas, salah satu pemilik kedai di rest area.

Ia mengaku, pendapatannya menurun sejak aktivitas malam dibatasi. Bahkan, hal itu juga dirasakan hampir merata oleh seluruh pengusaha kedai atau kafe di sekitar Rest Area Jubung. “Kalau kerugian berapa persennya, belum tahu pasti. Tapi kalau kunjungannya sudah dibatasi, jelas ada penurunan omzet,” tambah Ida, pengusaha kedai lainnya.

 

Turun 30 Persen

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sepekan setelah penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat sejak 3 Juli lalu, dampak yang dirasakan oleh sejumlah pengusaha mulai terasa hari ini. Rata-rata mereka mengalami penurunan omzet lantaran berkurangnya pelanggan. Sebab, kebijakan itu diberlakukan dengan membatasi jam operasional tempat-tempat usaha, dari pagi hingga pukul 20.00 saja. Di atas jam tersebut, wajib tutup.

Salah satu pelaku usaha kecil yang terdampak adalah para pedagang yang berada di Rest Area Jubung, Kecamatan Sukorambi. Jika sebelumnya jumlah pelanggan cukup ramai, tapi kini jauh berkurang. Sebab, biasanya para pelanggan lebih suka menikmati kopi dan beragam kuliner di tempat itu saat malam hari.

Pemerintah Desa Jubung mengatakan, penerapan PPKM di wilayahnya itu dilakukan bersama Muspika Sukorambi. Langkah ini sebagai tindak lanjut dan menjalankan surat edaran Bupati Jember maupun pemerintah pusat. “PPKM di rest area dikawal bersama oleh pemerintah desa dan kecamatan,” kata Bhisma Perdana, Kepala Desa Jubung.

Meski menjadi keputusan pemerintah daerah dan pusat, namun dampak pemberlakuan kebijakan itu dirasakan sejumlah pengusaha makanan dan minuman di Rest Area Jubung. Mereka banyak mengeluh karena penghasilannya turun. Biasanya di lokasi ini ada yang membuka sedari pagi hingga tengah malam. Bahkan, beberapa kafe atau kedai sampai semalam suntuk. “Pagi siang ada pengunjung. Kalau malam sebenarnya lebih ramai,” terang Mohammad Anas, salah satu pemilik kedai di rest area.

Ia mengaku, pendapatannya menurun sejak aktivitas malam dibatasi. Bahkan, hal itu juga dirasakan hampir merata oleh seluruh pengusaha kedai atau kafe di sekitar Rest Area Jubung. “Kalau kerugian berapa persennya, belum tahu pasti. Tapi kalau kunjungannya sudah dibatasi, jelas ada penurunan omzet,” tambah Ida, pengusaha kedai lainnya.

 

Turun 30 Persen

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sepekan setelah penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat sejak 3 Juli lalu, dampak yang dirasakan oleh sejumlah pengusaha mulai terasa hari ini. Rata-rata mereka mengalami penurunan omzet lantaran berkurangnya pelanggan. Sebab, kebijakan itu diberlakukan dengan membatasi jam operasional tempat-tempat usaha, dari pagi hingga pukul 20.00 saja. Di atas jam tersebut, wajib tutup.

Salah satu pelaku usaha kecil yang terdampak adalah para pedagang yang berada di Rest Area Jubung, Kecamatan Sukorambi. Jika sebelumnya jumlah pelanggan cukup ramai, tapi kini jauh berkurang. Sebab, biasanya para pelanggan lebih suka menikmati kopi dan beragam kuliner di tempat itu saat malam hari.

Pemerintah Desa Jubung mengatakan, penerapan PPKM di wilayahnya itu dilakukan bersama Muspika Sukorambi. Langkah ini sebagai tindak lanjut dan menjalankan surat edaran Bupati Jember maupun pemerintah pusat. “PPKM di rest area dikawal bersama oleh pemerintah desa dan kecamatan,” kata Bhisma Perdana, Kepala Desa Jubung.

Meski menjadi keputusan pemerintah daerah dan pusat, namun dampak pemberlakuan kebijakan itu dirasakan sejumlah pengusaha makanan dan minuman di Rest Area Jubung. Mereka banyak mengeluh karena penghasilannya turun. Biasanya di lokasi ini ada yang membuka sedari pagi hingga tengah malam. Bahkan, beberapa kafe atau kedai sampai semalam suntuk. “Pagi siang ada pengunjung. Kalau malam sebenarnya lebih ramai,” terang Mohammad Anas, salah satu pemilik kedai di rest area.

Ia mengaku, pendapatannya menurun sejak aktivitas malam dibatasi. Bahkan, hal itu juga dirasakan hampir merata oleh seluruh pengusaha kedai atau kafe di sekitar Rest Area Jubung. “Kalau kerugian berapa persennya, belum tahu pasti. Tapi kalau kunjungannya sudah dibatasi, jelas ada penurunan omzet,” tambah Ida, pengusaha kedai lainnya.

 

Turun 30 Persen

Previous articleAtur Saf Salat Jumat
Next articlePJ Kades Harus Netral

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/