alexametrics
24.1 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Muara Dangkal, Perahu Kandas

Mobile_AP_Rectangle 1

RADAR, RADARJEMBER.ID – Selain harus melawan ombak dan angin kencang di tengah laut, pada masa pergantian musim ini ada satu lagi tantangan yang harus dihadapi para nelayan di Puger. Mereka yang hendak bersandar seusai melaut juga harus berjuang. Sebab, mereka harus pandai mencari jalur agar perahu tidak kandas.

Seperti diketahui, saat kondisi air laut surut, muara Sungai Bedadung dan debit air di plawangan Puger menjadi lebih sedikit. Karenanya, perahu yang hendak bersandar harus bergantian satu sama lain agar tak saling menabrak. Terlebih lagi saat hendak memasuki plawangan, yang kerap menjadi lokasi kecelakaan perahu. Baik bertabrakan maupun kandas.

Seperti yang terjadi pada salah satu perahu dengan anak buah kapal (ABK) lebih dari sepuluh orang. Perahu ini terpaksa kandas di muara Sungai Bedadung. Beberapa ABK harus tanggap dan langsung mengambil bambu agar perahu bisa digerakkan. Namun untuk bisa lolos dari pasir yang dangkal itu, mereka membutuhkan waktu hingga lebih dari setengah jam.

- Advertisement -

RADAR, RADARJEMBER.ID – Selain harus melawan ombak dan angin kencang di tengah laut, pada masa pergantian musim ini ada satu lagi tantangan yang harus dihadapi para nelayan di Puger. Mereka yang hendak bersandar seusai melaut juga harus berjuang. Sebab, mereka harus pandai mencari jalur agar perahu tidak kandas.

Seperti diketahui, saat kondisi air laut surut, muara Sungai Bedadung dan debit air di plawangan Puger menjadi lebih sedikit. Karenanya, perahu yang hendak bersandar harus bergantian satu sama lain agar tak saling menabrak. Terlebih lagi saat hendak memasuki plawangan, yang kerap menjadi lokasi kecelakaan perahu. Baik bertabrakan maupun kandas.

Seperti yang terjadi pada salah satu perahu dengan anak buah kapal (ABK) lebih dari sepuluh orang. Perahu ini terpaksa kandas di muara Sungai Bedadung. Beberapa ABK harus tanggap dan langsung mengambil bambu agar perahu bisa digerakkan. Namun untuk bisa lolos dari pasir yang dangkal itu, mereka membutuhkan waktu hingga lebih dari setengah jam.

RADAR, RADARJEMBER.ID – Selain harus melawan ombak dan angin kencang di tengah laut, pada masa pergantian musim ini ada satu lagi tantangan yang harus dihadapi para nelayan di Puger. Mereka yang hendak bersandar seusai melaut juga harus berjuang. Sebab, mereka harus pandai mencari jalur agar perahu tidak kandas.

Seperti diketahui, saat kondisi air laut surut, muara Sungai Bedadung dan debit air di plawangan Puger menjadi lebih sedikit. Karenanya, perahu yang hendak bersandar harus bergantian satu sama lain agar tak saling menabrak. Terlebih lagi saat hendak memasuki plawangan, yang kerap menjadi lokasi kecelakaan perahu. Baik bertabrakan maupun kandas.

Seperti yang terjadi pada salah satu perahu dengan anak buah kapal (ABK) lebih dari sepuluh orang. Perahu ini terpaksa kandas di muara Sungai Bedadung. Beberapa ABK harus tanggap dan langsung mengambil bambu agar perahu bisa digerakkan. Namun untuk bisa lolos dari pasir yang dangkal itu, mereka membutuhkan waktu hingga lebih dari setengah jam.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/