alexametrics
26.8 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Mundur Kena Maju Tak Bisa

Mobile_AP_Rectangle 1

RADAR JEMBER.ID – Kecelakaan tunggal terjadi di Jalur Gumitir, tepatnya di Dusun Gumitir, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo. Sebuah truk gandeng nopol P 8694 UM yang mengangkut puluhan ton tebu terguling di jalur padat, tepatnya di KM 35. Akibatnya, jalur yang menghubungkan dua kabupaten menjadi macet total selama 8 jam, sejak Minggu (7/7) pukul 21.30.

Pengendara yang sudah telanjur masuk di wilayah Gumitir tidak bisa balik arah. Mundur kena, maju pun tak bisa. Itu karena banyaknya kendaraan yang dari arah Jember dan Banyuwangi. Sementara itu, antrean kendaraan yang dari arah Banyuwangi mengular hingga di Desa Kalibaru Kulon, Kalibaru. Sedangkan kendaraan yang dari arah Jember, mencapai Pabrik Terpenting, Gondorukem, Desa Garahan, Silo.

Kemacetan parah terjadi setelah truk Fuso yang disopiri Fujiono, 40, warga Dusun Sumberbulus, Desa Darungan, Kecamatan Tanggul, terguling di jalan menikung. Selanjutnya, kendaraan bermuatan berat itu melintang di tengah jalan. Kondisi ini diperparah karena bagian gandengan masih berdiri karena tertahan bak bagian depan yang terguling. Truk tersebut menutup akses jalan dan tak bisa dilalui kendaraan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Bahkan, hampir separuh muatan tebu yang diangkut dari Glenmore, Banyuwangi, itu tumpah ke jalan sehingga membuat kemacetan semakin panjang. Beruntung, saat Fuso terguling tak ada kendaraan di depannya, sehingga tak memakan korban jiwa. “Tebu diangkut untuk dibawa ke PG Semboro. Namun, saat di TKP tiba-tiba persneling tidak berfungsi,” ujar Fujiono.

Sebelum mengalami kecelakaan, Fujiono mengaku sudah berusaha memindah gigi 2 ke gigi 1. Rupanya, pergantian gigi itu tak berjalan mulus. Tuas persneling tak bisa dialihkan. Namun, setelah dipaksa, ternyata tuas persneling itu justru lepas sehingga truk berjalan tanpa arah. “Sebelum terguling, saya sudah melihat ada antrean truk yang naik dan saat itu langsung menyalakan lampu jauh sebagai tanda agar mereka berhenti,” ujar Fujiono.

- Advertisement -

RADAR JEMBER.ID – Kecelakaan tunggal terjadi di Jalur Gumitir, tepatnya di Dusun Gumitir, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo. Sebuah truk gandeng nopol P 8694 UM yang mengangkut puluhan ton tebu terguling di jalur padat, tepatnya di KM 35. Akibatnya, jalur yang menghubungkan dua kabupaten menjadi macet total selama 8 jam, sejak Minggu (7/7) pukul 21.30.

Pengendara yang sudah telanjur masuk di wilayah Gumitir tidak bisa balik arah. Mundur kena, maju pun tak bisa. Itu karena banyaknya kendaraan yang dari arah Jember dan Banyuwangi. Sementara itu, antrean kendaraan yang dari arah Banyuwangi mengular hingga di Desa Kalibaru Kulon, Kalibaru. Sedangkan kendaraan yang dari arah Jember, mencapai Pabrik Terpenting, Gondorukem, Desa Garahan, Silo.

Kemacetan parah terjadi setelah truk Fuso yang disopiri Fujiono, 40, warga Dusun Sumberbulus, Desa Darungan, Kecamatan Tanggul, terguling di jalan menikung. Selanjutnya, kendaraan bermuatan berat itu melintang di tengah jalan. Kondisi ini diperparah karena bagian gandengan masih berdiri karena tertahan bak bagian depan yang terguling. Truk tersebut menutup akses jalan dan tak bisa dilalui kendaraan.

Bahkan, hampir separuh muatan tebu yang diangkut dari Glenmore, Banyuwangi, itu tumpah ke jalan sehingga membuat kemacetan semakin panjang. Beruntung, saat Fuso terguling tak ada kendaraan di depannya, sehingga tak memakan korban jiwa. “Tebu diangkut untuk dibawa ke PG Semboro. Namun, saat di TKP tiba-tiba persneling tidak berfungsi,” ujar Fujiono.

Sebelum mengalami kecelakaan, Fujiono mengaku sudah berusaha memindah gigi 2 ke gigi 1. Rupanya, pergantian gigi itu tak berjalan mulus. Tuas persneling tak bisa dialihkan. Namun, setelah dipaksa, ternyata tuas persneling itu justru lepas sehingga truk berjalan tanpa arah. “Sebelum terguling, saya sudah melihat ada antrean truk yang naik dan saat itu langsung menyalakan lampu jauh sebagai tanda agar mereka berhenti,” ujar Fujiono.

RADAR JEMBER.ID – Kecelakaan tunggal terjadi di Jalur Gumitir, tepatnya di Dusun Gumitir, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo. Sebuah truk gandeng nopol P 8694 UM yang mengangkut puluhan ton tebu terguling di jalur padat, tepatnya di KM 35. Akibatnya, jalur yang menghubungkan dua kabupaten menjadi macet total selama 8 jam, sejak Minggu (7/7) pukul 21.30.

Pengendara yang sudah telanjur masuk di wilayah Gumitir tidak bisa balik arah. Mundur kena, maju pun tak bisa. Itu karena banyaknya kendaraan yang dari arah Jember dan Banyuwangi. Sementara itu, antrean kendaraan yang dari arah Banyuwangi mengular hingga di Desa Kalibaru Kulon, Kalibaru. Sedangkan kendaraan yang dari arah Jember, mencapai Pabrik Terpenting, Gondorukem, Desa Garahan, Silo.

Kemacetan parah terjadi setelah truk Fuso yang disopiri Fujiono, 40, warga Dusun Sumberbulus, Desa Darungan, Kecamatan Tanggul, terguling di jalan menikung. Selanjutnya, kendaraan bermuatan berat itu melintang di tengah jalan. Kondisi ini diperparah karena bagian gandengan masih berdiri karena tertahan bak bagian depan yang terguling. Truk tersebut menutup akses jalan dan tak bisa dilalui kendaraan.

Bahkan, hampir separuh muatan tebu yang diangkut dari Glenmore, Banyuwangi, itu tumpah ke jalan sehingga membuat kemacetan semakin panjang. Beruntung, saat Fuso terguling tak ada kendaraan di depannya, sehingga tak memakan korban jiwa. “Tebu diangkut untuk dibawa ke PG Semboro. Namun, saat di TKP tiba-tiba persneling tidak berfungsi,” ujar Fujiono.

Sebelum mengalami kecelakaan, Fujiono mengaku sudah berusaha memindah gigi 2 ke gigi 1. Rupanya, pergantian gigi itu tak berjalan mulus. Tuas persneling tak bisa dialihkan. Namun, setelah dipaksa, ternyata tuas persneling itu justru lepas sehingga truk berjalan tanpa arah. “Sebelum terguling, saya sudah melihat ada antrean truk yang naik dan saat itu langsung menyalakan lampu jauh sebagai tanda agar mereka berhenti,” ujar Fujiono.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/