alexametrics
24.4 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Waktu Mepet, Persiapan Belum Tuntas

Beberapa hari lagi, Pemkab Jember bakal memberlakukan PTM. Namun di lapangan, tidak semua sekolah siap. Ini karena ada yang belum memiliki sarana pendukung prokes, tidak meratanya vaksinasi kepada guru, dan tiadanya vaksinasi untuk murid. Hal ini memantik kekhawatiran, PTM justru memunculkan klaster baru penularan Covid-19.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tanggal 14 Juni nanti, pemerintah daerah bakal memberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM). Jadwal ini lebih cepat ketimbang rencana yang disusun pemerintah pusat, yang rencananya berlangsung Juli mendatang. Kini, berbagai persiapan untuk PTM pun terus dilakukan. Termasuk dalam memenuhi sarana pendukung penerapan protokol kesehatan (prokes).

Pemkab melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember juga telah meminta semua sekolah melakukan simulasi PTM sebelum 14 Juni. Dalam simulasi ini, dinas menyatakan tidak ikut intervensi. Sehingga kapan waktunya tidak ditentukan, bergantung pada kebijakan sekolah masing-masing.

Kepala Bidang SMP Dispendik Jember Nur Hamid mengungkapkan, berkenaan dengan lamanya simulasi, hal ini karena sepenuhnya diserahkan kepada sekolah masing-masing. Misalnya, SMP Negeri 1 Kencong telah memulai simulasi sejak kemarin (8/6). “Semua SMP sudah siap. Utamanya terkait prokes,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Persiapan lain yang tak kalah penting adalah ketersediaan wastafel atau sarana cuci tangan. Wastafel ini menjadi salah satu parameter bahwa sekolah itu telah siap melaksanakan PTM. Kondisi di lapangan, ternyata masih ada sekolah yang tidak mendapat bantuan wastafel dari pemkab. Padahal, pandemi sudah berjalan setahun lebih.

Plt Kepala Bidang Pembinaan SD Dispendik Jember Endang Sulistyowati mengungkapkan, dari 31 kecamatan yang ada, ada satu wilayah yang sekolahnya belum mendapatkan bantuan wastafel. Yakni Kecamatan Wuluhan. Di kecamatan ujung selatan Jember ini, terdapat 37 SD negeri dan sembilan SD swasta. “Semua kecamatan sudah mendapatkan bantuan wastafel dari pemkab. Kecuali Kecamatan Wuluhan,” tutur Endang, kemarin (8/6).

Karena itu, kata dia, selama ini sekolah tersebut menyediakan wastafel secara mandiri yang diambilkan dari dana bantuan operasional sekolah (BOS). Dengan begitu, Endang mengklaim, semua SD di Wuluhan dipastikan siap mengikuti PTM. “Sesederhana mungkin. Pakai bambu lah. Yang penting air mengalir,” ucapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tanggal 14 Juni nanti, pemerintah daerah bakal memberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM). Jadwal ini lebih cepat ketimbang rencana yang disusun pemerintah pusat, yang rencananya berlangsung Juli mendatang. Kini, berbagai persiapan untuk PTM pun terus dilakukan. Termasuk dalam memenuhi sarana pendukung penerapan protokol kesehatan (prokes).

Pemkab melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember juga telah meminta semua sekolah melakukan simulasi PTM sebelum 14 Juni. Dalam simulasi ini, dinas menyatakan tidak ikut intervensi. Sehingga kapan waktunya tidak ditentukan, bergantung pada kebijakan sekolah masing-masing.

Kepala Bidang SMP Dispendik Jember Nur Hamid mengungkapkan, berkenaan dengan lamanya simulasi, hal ini karena sepenuhnya diserahkan kepada sekolah masing-masing. Misalnya, SMP Negeri 1 Kencong telah memulai simulasi sejak kemarin (8/6). “Semua SMP sudah siap. Utamanya terkait prokes,” katanya.

Persiapan lain yang tak kalah penting adalah ketersediaan wastafel atau sarana cuci tangan. Wastafel ini menjadi salah satu parameter bahwa sekolah itu telah siap melaksanakan PTM. Kondisi di lapangan, ternyata masih ada sekolah yang tidak mendapat bantuan wastafel dari pemkab. Padahal, pandemi sudah berjalan setahun lebih.

Plt Kepala Bidang Pembinaan SD Dispendik Jember Endang Sulistyowati mengungkapkan, dari 31 kecamatan yang ada, ada satu wilayah yang sekolahnya belum mendapatkan bantuan wastafel. Yakni Kecamatan Wuluhan. Di kecamatan ujung selatan Jember ini, terdapat 37 SD negeri dan sembilan SD swasta. “Semua kecamatan sudah mendapatkan bantuan wastafel dari pemkab. Kecuali Kecamatan Wuluhan,” tutur Endang, kemarin (8/6).

Karena itu, kata dia, selama ini sekolah tersebut menyediakan wastafel secara mandiri yang diambilkan dari dana bantuan operasional sekolah (BOS). Dengan begitu, Endang mengklaim, semua SD di Wuluhan dipastikan siap mengikuti PTM. “Sesederhana mungkin. Pakai bambu lah. Yang penting air mengalir,” ucapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tanggal 14 Juni nanti, pemerintah daerah bakal memberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM). Jadwal ini lebih cepat ketimbang rencana yang disusun pemerintah pusat, yang rencananya berlangsung Juli mendatang. Kini, berbagai persiapan untuk PTM pun terus dilakukan. Termasuk dalam memenuhi sarana pendukung penerapan protokol kesehatan (prokes).

Pemkab melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember juga telah meminta semua sekolah melakukan simulasi PTM sebelum 14 Juni. Dalam simulasi ini, dinas menyatakan tidak ikut intervensi. Sehingga kapan waktunya tidak ditentukan, bergantung pada kebijakan sekolah masing-masing.

Kepala Bidang SMP Dispendik Jember Nur Hamid mengungkapkan, berkenaan dengan lamanya simulasi, hal ini karena sepenuhnya diserahkan kepada sekolah masing-masing. Misalnya, SMP Negeri 1 Kencong telah memulai simulasi sejak kemarin (8/6). “Semua SMP sudah siap. Utamanya terkait prokes,” katanya.

Persiapan lain yang tak kalah penting adalah ketersediaan wastafel atau sarana cuci tangan. Wastafel ini menjadi salah satu parameter bahwa sekolah itu telah siap melaksanakan PTM. Kondisi di lapangan, ternyata masih ada sekolah yang tidak mendapat bantuan wastafel dari pemkab. Padahal, pandemi sudah berjalan setahun lebih.

Plt Kepala Bidang Pembinaan SD Dispendik Jember Endang Sulistyowati mengungkapkan, dari 31 kecamatan yang ada, ada satu wilayah yang sekolahnya belum mendapatkan bantuan wastafel. Yakni Kecamatan Wuluhan. Di kecamatan ujung selatan Jember ini, terdapat 37 SD negeri dan sembilan SD swasta. “Semua kecamatan sudah mendapatkan bantuan wastafel dari pemkab. Kecuali Kecamatan Wuluhan,” tutur Endang, kemarin (8/6).

Karena itu, kata dia, selama ini sekolah tersebut menyediakan wastafel secara mandiri yang diambilkan dari dana bantuan operasional sekolah (BOS). Dengan begitu, Endang mengklaim, semua SD di Wuluhan dipastikan siap mengikuti PTM. “Sesederhana mungkin. Pakai bambu lah. Yang penting air mengalir,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/