alexametrics
29 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Percepatan Terkendala Pupuk Subsidi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keberadaan pupuk bersubsidi menjadi ancaman nyata bagi sejumlah petani. Selagi pupuk bersubsidi tersebut sulit didapatkan, para petani pun akan lemah memupuk tanamannya. Untuk itu, keinginan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa agar Jember dan empat kabupaten lain melakukan percepatan tanam padi di musim kedua dinilai terkendala dengan penyediaan pupuk bersubsidi dari pemerintah.

Keinginan Khofifah yang disampaikan pada Minggu (7/6) di Desa Bangunjaya, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung, agar dilakukan percepatan masa tanam sejatinya sangat baik. Ketua Asosiasi Petani Pangan Jawa TimurJumantoro juga memberi apresiasi positif. Kendati demikian, menurutnya,pemerintah patut untuk melihat yang terjadi di lapangan, alias yang dialami para petani.

Lima daerah yang diminta melakukan percepatan masa tanam yaitu Tulungagung, Ngawi, Nganjuk, Tuban, dan Jember. Akan tetapi kondisi saat ini sedang ada wabah korona, dan mencari pupuk bersubsidi sulit. “Percepatan masa tanam bisa saja dilakukan, tetapi pupuk bersubsidinya dari mana,” ujar Jumantoro.

Mobile_AP_Rectangle 2

Untuk itu, lanjut dia, pemerintah tidak bisa melakukan pemaksaan kepada petani untuk melakukan tanam padi di masa kedua secara cepat. Sebab, ada hal yang harus dipenuhi terlebih dahulu sehingga petani bisa membuat hasil panen padi surplus. “Petani tidak ndakik-ndakik (muluk-muluk, Red), harus ada kebijakan nyata yang betul-betul menguntungkan petani. Dapat pupuk bersubsidi saja susah sekarang ini,” katanya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keberadaan pupuk bersubsidi menjadi ancaman nyata bagi sejumlah petani. Selagi pupuk bersubsidi tersebut sulit didapatkan, para petani pun akan lemah memupuk tanamannya. Untuk itu, keinginan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa agar Jember dan empat kabupaten lain melakukan percepatan tanam padi di musim kedua dinilai terkendala dengan penyediaan pupuk bersubsidi dari pemerintah.

Keinginan Khofifah yang disampaikan pada Minggu (7/6) di Desa Bangunjaya, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung, agar dilakukan percepatan masa tanam sejatinya sangat baik. Ketua Asosiasi Petani Pangan Jawa TimurJumantoro juga memberi apresiasi positif. Kendati demikian, menurutnya,pemerintah patut untuk melihat yang terjadi di lapangan, alias yang dialami para petani.

Lima daerah yang diminta melakukan percepatan masa tanam yaitu Tulungagung, Ngawi, Nganjuk, Tuban, dan Jember. Akan tetapi kondisi saat ini sedang ada wabah korona, dan mencari pupuk bersubsidi sulit. “Percepatan masa tanam bisa saja dilakukan, tetapi pupuk bersubsidinya dari mana,” ujar Jumantoro.

Untuk itu, lanjut dia, pemerintah tidak bisa melakukan pemaksaan kepada petani untuk melakukan tanam padi di masa kedua secara cepat. Sebab, ada hal yang harus dipenuhi terlebih dahulu sehingga petani bisa membuat hasil panen padi surplus. “Petani tidak ndakik-ndakik (muluk-muluk, Red), harus ada kebijakan nyata yang betul-betul menguntungkan petani. Dapat pupuk bersubsidi saja susah sekarang ini,” katanya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keberadaan pupuk bersubsidi menjadi ancaman nyata bagi sejumlah petani. Selagi pupuk bersubsidi tersebut sulit didapatkan, para petani pun akan lemah memupuk tanamannya. Untuk itu, keinginan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa agar Jember dan empat kabupaten lain melakukan percepatan tanam padi di musim kedua dinilai terkendala dengan penyediaan pupuk bersubsidi dari pemerintah.

Keinginan Khofifah yang disampaikan pada Minggu (7/6) di Desa Bangunjaya, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung, agar dilakukan percepatan masa tanam sejatinya sangat baik. Ketua Asosiasi Petani Pangan Jawa TimurJumantoro juga memberi apresiasi positif. Kendati demikian, menurutnya,pemerintah patut untuk melihat yang terjadi di lapangan, alias yang dialami para petani.

Lima daerah yang diminta melakukan percepatan masa tanam yaitu Tulungagung, Ngawi, Nganjuk, Tuban, dan Jember. Akan tetapi kondisi saat ini sedang ada wabah korona, dan mencari pupuk bersubsidi sulit. “Percepatan masa tanam bisa saja dilakukan, tetapi pupuk bersubsidinya dari mana,” ujar Jumantoro.

Untuk itu, lanjut dia, pemerintah tidak bisa melakukan pemaksaan kepada petani untuk melakukan tanam padi di masa kedua secara cepat. Sebab, ada hal yang harus dipenuhi terlebih dahulu sehingga petani bisa membuat hasil panen padi surplus. “Petani tidak ndakik-ndakik (muluk-muluk, Red), harus ada kebijakan nyata yang betul-betul menguntungkan petani. Dapat pupuk bersubsidi saja susah sekarang ini,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/