alexametrics
28.2 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Jember Peringkat Tiga Besar Laporan Kekerasan Anak Se-Jatim

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jember peringkat tiga sebagai kabupaten dengan tingkat kekerasan anak di Jatim. Urutan ini berdasarkan versi aplikasi Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak.

BACA JUGA : Broken Home Kerap Picu Anak Putus Sekolah

Poedji Boedi Santoso, Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jember, membeberkan jumlah kasus yang terlapor. “Ada 93 korban kekerasan anak di Jember selama 2021,” sebutnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, angka ini dikatakan meningkat. Jumlah korban kekerasan anak pada 2020 sebanyak 81 anak. Namun, kata Boedi, angka ini hanya yang melakukan aduan. “Bisa jadi lebih banyak, karena mereka tidak membuat laporan kepada kami,” ungkapnya.

Kasus kekerasan anak ini meliputi banyak jenis. Pada 2021 terdapat 90 kekerasan psikis, 65 kekerasan seksual, 8 kasus kekerasan fisik, 2 penelantaran, 1 kasus anak berhadapan dengan hukum atau disebut ABH, dan 5 kekerasan lainnya. Jumlah ini tentunya mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jember peringkat tiga sebagai kabupaten dengan tingkat kekerasan anak di Jatim. Urutan ini berdasarkan versi aplikasi Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak.

BACA JUGA : Broken Home Kerap Picu Anak Putus Sekolah

Poedji Boedi Santoso, Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jember, membeberkan jumlah kasus yang terlapor. “Ada 93 korban kekerasan anak di Jember selama 2021,” sebutnya.

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, angka ini dikatakan meningkat. Jumlah korban kekerasan anak pada 2020 sebanyak 81 anak. Namun, kata Boedi, angka ini hanya yang melakukan aduan. “Bisa jadi lebih banyak, karena mereka tidak membuat laporan kepada kami,” ungkapnya.

Kasus kekerasan anak ini meliputi banyak jenis. Pada 2021 terdapat 90 kekerasan psikis, 65 kekerasan seksual, 8 kasus kekerasan fisik, 2 penelantaran, 1 kasus anak berhadapan dengan hukum atau disebut ABH, dan 5 kekerasan lainnya. Jumlah ini tentunya mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jember peringkat tiga sebagai kabupaten dengan tingkat kekerasan anak di Jatim. Urutan ini berdasarkan versi aplikasi Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak.

BACA JUGA : Broken Home Kerap Picu Anak Putus Sekolah

Poedji Boedi Santoso, Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jember, membeberkan jumlah kasus yang terlapor. “Ada 93 korban kekerasan anak di Jember selama 2021,” sebutnya.

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, angka ini dikatakan meningkat. Jumlah korban kekerasan anak pada 2020 sebanyak 81 anak. Namun, kata Boedi, angka ini hanya yang melakukan aduan. “Bisa jadi lebih banyak, karena mereka tidak membuat laporan kepada kami,” ungkapnya.

Kasus kekerasan anak ini meliputi banyak jenis. Pada 2021 terdapat 90 kekerasan psikis, 65 kekerasan seksual, 8 kasus kekerasan fisik, 2 penelantaran, 1 kasus anak berhadapan dengan hukum atau disebut ABH, dan 5 kekerasan lainnya. Jumlah ini tentunya mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/