alexametrics
31.3 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Nekat Mudik, Diminta Putar Balik

Mobile_AP_Rectangle 1

JELBUK, RADARJEMBER.ID – Larangan mudik Lebaran, kembali dikeluarkan oleh pemerintah setelah kemunculan varian baru virus Covid-19. Langkah ini ditempuh dengan melakukan pengetatan sehingga orang tidak bisa mudik ke kampung halaman.

Di tingkat daerah, larangan tersebut ditindaklanjuti dengan mendirikan pos penyekatan. Di Jember terdapat lima titik pos penyekatan di daerah perbatasan. Seperti di Pondokdalem Kecamatan Semboro, Kecamatan Jombang, Jelbuk, Garahan di Kecamatan Silo, dan Sukowono.

Pos penyekatan ini disiagakan selama 24 jam. Personel bertugas bergantian yang terdiri dari unsur kepolisian, TNI, tenaga kesehatan, Satpol PP, dinas perhubungan dan Palang Merah Indonesia (PMI). Mereka mulai menjalankan tugas sejak Sabtu (8/5).

Mobile_AP_Rectangle 2

Jawa Pos Radar Jember melihat dari dekat keberadaan pos penyekatan di depan Kantor Desa Suger Kidul, Kecamatan Jelbuk. Terlihat petugas penyekatan tengah memantau situasi jalan provinsi di perbatasan Kabupaten Jember dan Bondowoso itu.

“Suasana arus lalu lintas akan semakin ramai malam hari. Kami tetap mewaspadai kemungkinan ada pemudik dari daerah lain. Bila tetap nekat maka pemudik bakal diminta putar balik. Karena itu, jangan nekat mudik di era pandemi ini,” kata AKP Dwiko Sulistiyono, Kapolsek Jelbuk.

- Advertisement -

JELBUK, RADARJEMBER.ID – Larangan mudik Lebaran, kembali dikeluarkan oleh pemerintah setelah kemunculan varian baru virus Covid-19. Langkah ini ditempuh dengan melakukan pengetatan sehingga orang tidak bisa mudik ke kampung halaman.

Di tingkat daerah, larangan tersebut ditindaklanjuti dengan mendirikan pos penyekatan. Di Jember terdapat lima titik pos penyekatan di daerah perbatasan. Seperti di Pondokdalem Kecamatan Semboro, Kecamatan Jombang, Jelbuk, Garahan di Kecamatan Silo, dan Sukowono.

Pos penyekatan ini disiagakan selama 24 jam. Personel bertugas bergantian yang terdiri dari unsur kepolisian, TNI, tenaga kesehatan, Satpol PP, dinas perhubungan dan Palang Merah Indonesia (PMI). Mereka mulai menjalankan tugas sejak Sabtu (8/5).

Jawa Pos Radar Jember melihat dari dekat keberadaan pos penyekatan di depan Kantor Desa Suger Kidul, Kecamatan Jelbuk. Terlihat petugas penyekatan tengah memantau situasi jalan provinsi di perbatasan Kabupaten Jember dan Bondowoso itu.

“Suasana arus lalu lintas akan semakin ramai malam hari. Kami tetap mewaspadai kemungkinan ada pemudik dari daerah lain. Bila tetap nekat maka pemudik bakal diminta putar balik. Karena itu, jangan nekat mudik di era pandemi ini,” kata AKP Dwiko Sulistiyono, Kapolsek Jelbuk.

JELBUK, RADARJEMBER.ID – Larangan mudik Lebaran, kembali dikeluarkan oleh pemerintah setelah kemunculan varian baru virus Covid-19. Langkah ini ditempuh dengan melakukan pengetatan sehingga orang tidak bisa mudik ke kampung halaman.

Di tingkat daerah, larangan tersebut ditindaklanjuti dengan mendirikan pos penyekatan. Di Jember terdapat lima titik pos penyekatan di daerah perbatasan. Seperti di Pondokdalem Kecamatan Semboro, Kecamatan Jombang, Jelbuk, Garahan di Kecamatan Silo, dan Sukowono.

Pos penyekatan ini disiagakan selama 24 jam. Personel bertugas bergantian yang terdiri dari unsur kepolisian, TNI, tenaga kesehatan, Satpol PP, dinas perhubungan dan Palang Merah Indonesia (PMI). Mereka mulai menjalankan tugas sejak Sabtu (8/5).

Jawa Pos Radar Jember melihat dari dekat keberadaan pos penyekatan di depan Kantor Desa Suger Kidul, Kecamatan Jelbuk. Terlihat petugas penyekatan tengah memantau situasi jalan provinsi di perbatasan Kabupaten Jember dan Bondowoso itu.

“Suasana arus lalu lintas akan semakin ramai malam hari. Kami tetap mewaspadai kemungkinan ada pemudik dari daerah lain. Bila tetap nekat maka pemudik bakal diminta putar balik. Karena itu, jangan nekat mudik di era pandemi ini,” kata AKP Dwiko Sulistiyono, Kapolsek Jelbuk.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/