alexametrics
24.4 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Cara Pedagang Bensin Eceran Dapat Pertalite Ditengah Kelangkaan

Sehari Bisa Empat Kali Bolak-balik

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemerintah telah mengeluarkan aturan yang melarang pengisian bahan bakar menggunakan jeriken di SPBU. Larangan ini ternyata membuat penjual pertalite eceran putar otak untuk tetap berjualan.

Baca Juga : Pertalite Langka Belum Dijelaskan Detail

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Jember, di beberapa SPBU sudah tidak lagi terlihat pengecer yang membawa jeriken. Niku Haris Oktagiar, pemilik kios bensin di Jalan Sumatra, Sumbersari, mengaku, dirinya tetap menjual pertalite dan membeli di SPBU Jalan Ahmad Yani. Dia membeli dengan memanfaatkan sepeda motor Vixion miliknya untuk menampung bensin. “Saya biasanya beli pakai sepeda Vixion,” kata Niku sambil menunjuk ke arah motornya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Biasanya dia akan bolak-balik sampai empat kali untuk mengisi. Ketika sampai di kiosnya, dia akan menampung kembali pertalite dari tangki motornya ke jeriken-jeriken besar. Di lain waktu, Niku juga memakai pikap untuk menampung pertalite.

Niku melakukan hal tersebut hampir setiap hari. Dia mengatakan, sudah dua tahun sejak awal pandemi melanda dan pemerintah melarang pembelian bensin di SPBU memakai jeriken. “Sudah dua tahun, sejak pemerintah melarang tidak boleh beli pakai jeriken,” jelasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemerintah telah mengeluarkan aturan yang melarang pengisian bahan bakar menggunakan jeriken di SPBU. Larangan ini ternyata membuat penjual pertalite eceran putar otak untuk tetap berjualan.

Baca Juga : Pertalite Langka Belum Dijelaskan Detail

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Jember, di beberapa SPBU sudah tidak lagi terlihat pengecer yang membawa jeriken. Niku Haris Oktagiar, pemilik kios bensin di Jalan Sumatra, Sumbersari, mengaku, dirinya tetap menjual pertalite dan membeli di SPBU Jalan Ahmad Yani. Dia membeli dengan memanfaatkan sepeda motor Vixion miliknya untuk menampung bensin. “Saya biasanya beli pakai sepeda Vixion,” kata Niku sambil menunjuk ke arah motornya.

Biasanya dia akan bolak-balik sampai empat kali untuk mengisi. Ketika sampai di kiosnya, dia akan menampung kembali pertalite dari tangki motornya ke jeriken-jeriken besar. Di lain waktu, Niku juga memakai pikap untuk menampung pertalite.

Niku melakukan hal tersebut hampir setiap hari. Dia mengatakan, sudah dua tahun sejak awal pandemi melanda dan pemerintah melarang pembelian bensin di SPBU memakai jeriken. “Sudah dua tahun, sejak pemerintah melarang tidak boleh beli pakai jeriken,” jelasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemerintah telah mengeluarkan aturan yang melarang pengisian bahan bakar menggunakan jeriken di SPBU. Larangan ini ternyata membuat penjual pertalite eceran putar otak untuk tetap berjualan.

Baca Juga : Pertalite Langka Belum Dijelaskan Detail

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Jember, di beberapa SPBU sudah tidak lagi terlihat pengecer yang membawa jeriken. Niku Haris Oktagiar, pemilik kios bensin di Jalan Sumatra, Sumbersari, mengaku, dirinya tetap menjual pertalite dan membeli di SPBU Jalan Ahmad Yani. Dia membeli dengan memanfaatkan sepeda motor Vixion miliknya untuk menampung bensin. “Saya biasanya beli pakai sepeda Vixion,” kata Niku sambil menunjuk ke arah motornya.

Biasanya dia akan bolak-balik sampai empat kali untuk mengisi. Ketika sampai di kiosnya, dia akan menampung kembali pertalite dari tangki motornya ke jeriken-jeriken besar. Di lain waktu, Niku juga memakai pikap untuk menampung pertalite.

Niku melakukan hal tersebut hampir setiap hari. Dia mengatakan, sudah dua tahun sejak awal pandemi melanda dan pemerintah melarang pembelian bensin di SPBU memakai jeriken. “Sudah dua tahun, sejak pemerintah melarang tidak boleh beli pakai jeriken,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/