alexametrics
24 C
Jember
Saturday, 2 July 2022

Kerja ‘Rodi’, Karir Tak Jelas

Unek-Unek Satpol PP ke DPRD

Mobile_AP_Rectangle 1

Tabroni menambahkan, saat ini Satpol PP juga tidak memiliki gudang penyimpanan. Padahal, dalam penertiban warung misalnya, barang-barang yang diambil harus dikembalikan.

Selain itu, pasukan pemadam kebakaran (damkar) yang dulunya berada di bawah kendali Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), selama lima tahun terakhir justru ada di bawah Satpol PP. Bahkan, kendaraan damkar yang dapat dioperasikan beberapa tahun terakhir, hanya dua unit dari total 10 armada damkar. “Sangat tidak sesuai SOP. Padahal dalam SOP, 15 menit setelah ada kabar, damkar sudah harus sampai di lokasi,” ucap Tabroni.

Wacana damkar dirintis sebagai OPD baru pun mulai muncul. Dengan demikian, damkar bisa fokus mengurus urusan kebakaran, sementara Satpol PP fokus menegakkan perda. Damkar ini disebut bidang linmas di Satpol PP, tetapi menjadi tidak jelas karena tidak ada pejabatnya. “Punya sepuluh damkar dan yang bisa beroperasi hanya dua unit. Sangat tidak efektif. Ke depan perlu perbaikan dan penambahan pos baru, karena hanya ada lima pos untuk mengatasi seluruh Jember,” pungkas Tabroni.

Mobile_AP_Rectangle 2

 

 

Jurnalis : Nur Hariri
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Mahrus Sholih

- Advertisement -

Tabroni menambahkan, saat ini Satpol PP juga tidak memiliki gudang penyimpanan. Padahal, dalam penertiban warung misalnya, barang-barang yang diambil harus dikembalikan.

Selain itu, pasukan pemadam kebakaran (damkar) yang dulunya berada di bawah kendali Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), selama lima tahun terakhir justru ada di bawah Satpol PP. Bahkan, kendaraan damkar yang dapat dioperasikan beberapa tahun terakhir, hanya dua unit dari total 10 armada damkar. “Sangat tidak sesuai SOP. Padahal dalam SOP, 15 menit setelah ada kabar, damkar sudah harus sampai di lokasi,” ucap Tabroni.

Wacana damkar dirintis sebagai OPD baru pun mulai muncul. Dengan demikian, damkar bisa fokus mengurus urusan kebakaran, sementara Satpol PP fokus menegakkan perda. Damkar ini disebut bidang linmas di Satpol PP, tetapi menjadi tidak jelas karena tidak ada pejabatnya. “Punya sepuluh damkar dan yang bisa beroperasi hanya dua unit. Sangat tidak efektif. Ke depan perlu perbaikan dan penambahan pos baru, karena hanya ada lima pos untuk mengatasi seluruh Jember,” pungkas Tabroni.

 

 

Jurnalis : Nur Hariri
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Mahrus Sholih

Tabroni menambahkan, saat ini Satpol PP juga tidak memiliki gudang penyimpanan. Padahal, dalam penertiban warung misalnya, barang-barang yang diambil harus dikembalikan.

Selain itu, pasukan pemadam kebakaran (damkar) yang dulunya berada di bawah kendali Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), selama lima tahun terakhir justru ada di bawah Satpol PP. Bahkan, kendaraan damkar yang dapat dioperasikan beberapa tahun terakhir, hanya dua unit dari total 10 armada damkar. “Sangat tidak sesuai SOP. Padahal dalam SOP, 15 menit setelah ada kabar, damkar sudah harus sampai di lokasi,” ucap Tabroni.

Wacana damkar dirintis sebagai OPD baru pun mulai muncul. Dengan demikian, damkar bisa fokus mengurus urusan kebakaran, sementara Satpol PP fokus menegakkan perda. Damkar ini disebut bidang linmas di Satpol PP, tetapi menjadi tidak jelas karena tidak ada pejabatnya. “Punya sepuluh damkar dan yang bisa beroperasi hanya dua unit. Sangat tidak efektif. Ke depan perlu perbaikan dan penambahan pos baru, karena hanya ada lima pos untuk mengatasi seluruh Jember,” pungkas Tabroni.

 

 

Jurnalis : Nur Hariri
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/