alexametrics
31.1 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Karyawan Tagih Rp 5 Miliar untuk Perbaikan Lapangan Golf Glantangan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Belum adanya kabar atau rencana perbaikan terhadap kondisi lapangan golf Glantangan membuat nasib para pemandu pemain golf atau kedi dan para karyawan di sana terkatung-katung. Padahal pada 2021 kemarin, Pemkab Jember sempat mengalokasikan dana sekitar Rp 5 miliar untuk rencana perbaikan lapangan golf yang memiliki luas total sekitar 50 hektare tersebut.

Karena tak kunjung ada kabar kapan terealisasi, kondisi itu dikeluhkan oleh para kedi dan karyawan di sana dengan melakukan aksi menanam jagung di salah satu holt golf. Ada sekitar 100 orang saat itu. Sambil membawa gajuk dari kayu, mereka mencangkul tanah di lapangan tersebut dan menebar bibit jagung. “Siapa tahu dengan ditanami jagung seperti ini, hasilnya bisa lebih terlihat,” celoteh para peserta aksi saat itu.

Meskipun terkesan sembrono, aksi mereka itu dinilainya sebagai bentuk protes terhadap pihak yayasan, pengelola, dan Pemkab Jember yang tak kunjung ada perbaikan. Padahal mereka menilai, merawat dan memelihara lapangan golf tersebut juga berarti memberdayakan masyarakat sekitar. “Para kedi dan karyawan semuanya rata-rata warga sini,” kata Suyitno, master kedi sekaligus karyawan di home base lapangan golf di sana.

Mobile_AP_Rectangle 2

Mereka menilai, sejak beberapa tahun terakhir, kondisi fisik, sarana, dan sejumlah fasilitas di lapangan golf mengalami kerusakan. Bahkan, kondisi bangunan home base pemain golf juga demikian. Pantauan Jawa Pos Radar Jember ke lokasi, kemarin, sejumlah atap pada beberapa ruangan tertentu telah ambruk dan rusak. Lalu, beberapa tiang penyangga di sisi depan dan belakang home base juga telah keropos dan beberapa diakali dengan kayu. “Ini membahayakan kalau ditempati pemain. Terus-terus dibiarkan, semakin lama semakin besar pula kerusakannya,” kata Suyitno.

Minimnya perawatan juga terlihat di sejumlah lapangan golf. Dari total 18 holt di lapangan golf Glantangan, ada beberapa di antaranya yang kondisinya memprihatinkan. Rumputnya tidak lagi standar, banyak rumput liar, hingga sejumlah titik yang justru tandus dan terlihat begitu jelas pasirnya. “Sebenarnya setiap seminggu, minimal dua kali rumput ini disiram. Tapi, pompa airnya sudah lama rusak,” keluh Abdul Hayyi, salah seorang kedi di sana.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Belum adanya kabar atau rencana perbaikan terhadap kondisi lapangan golf Glantangan membuat nasib para pemandu pemain golf atau kedi dan para karyawan di sana terkatung-katung. Padahal pada 2021 kemarin, Pemkab Jember sempat mengalokasikan dana sekitar Rp 5 miliar untuk rencana perbaikan lapangan golf yang memiliki luas total sekitar 50 hektare tersebut.

Karena tak kunjung ada kabar kapan terealisasi, kondisi itu dikeluhkan oleh para kedi dan karyawan di sana dengan melakukan aksi menanam jagung di salah satu holt golf. Ada sekitar 100 orang saat itu. Sambil membawa gajuk dari kayu, mereka mencangkul tanah di lapangan tersebut dan menebar bibit jagung. “Siapa tahu dengan ditanami jagung seperti ini, hasilnya bisa lebih terlihat,” celoteh para peserta aksi saat itu.

Meskipun terkesan sembrono, aksi mereka itu dinilainya sebagai bentuk protes terhadap pihak yayasan, pengelola, dan Pemkab Jember yang tak kunjung ada perbaikan. Padahal mereka menilai, merawat dan memelihara lapangan golf tersebut juga berarti memberdayakan masyarakat sekitar. “Para kedi dan karyawan semuanya rata-rata warga sini,” kata Suyitno, master kedi sekaligus karyawan di home base lapangan golf di sana.

Mereka menilai, sejak beberapa tahun terakhir, kondisi fisik, sarana, dan sejumlah fasilitas di lapangan golf mengalami kerusakan. Bahkan, kondisi bangunan home base pemain golf juga demikian. Pantauan Jawa Pos Radar Jember ke lokasi, kemarin, sejumlah atap pada beberapa ruangan tertentu telah ambruk dan rusak. Lalu, beberapa tiang penyangga di sisi depan dan belakang home base juga telah keropos dan beberapa diakali dengan kayu. “Ini membahayakan kalau ditempati pemain. Terus-terus dibiarkan, semakin lama semakin besar pula kerusakannya,” kata Suyitno.

Minimnya perawatan juga terlihat di sejumlah lapangan golf. Dari total 18 holt di lapangan golf Glantangan, ada beberapa di antaranya yang kondisinya memprihatinkan. Rumputnya tidak lagi standar, banyak rumput liar, hingga sejumlah titik yang justru tandus dan terlihat begitu jelas pasirnya. “Sebenarnya setiap seminggu, minimal dua kali rumput ini disiram. Tapi, pompa airnya sudah lama rusak,” keluh Abdul Hayyi, salah seorang kedi di sana.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Belum adanya kabar atau rencana perbaikan terhadap kondisi lapangan golf Glantangan membuat nasib para pemandu pemain golf atau kedi dan para karyawan di sana terkatung-katung. Padahal pada 2021 kemarin, Pemkab Jember sempat mengalokasikan dana sekitar Rp 5 miliar untuk rencana perbaikan lapangan golf yang memiliki luas total sekitar 50 hektare tersebut.

Karena tak kunjung ada kabar kapan terealisasi, kondisi itu dikeluhkan oleh para kedi dan karyawan di sana dengan melakukan aksi menanam jagung di salah satu holt golf. Ada sekitar 100 orang saat itu. Sambil membawa gajuk dari kayu, mereka mencangkul tanah di lapangan tersebut dan menebar bibit jagung. “Siapa tahu dengan ditanami jagung seperti ini, hasilnya bisa lebih terlihat,” celoteh para peserta aksi saat itu.

Meskipun terkesan sembrono, aksi mereka itu dinilainya sebagai bentuk protes terhadap pihak yayasan, pengelola, dan Pemkab Jember yang tak kunjung ada perbaikan. Padahal mereka menilai, merawat dan memelihara lapangan golf tersebut juga berarti memberdayakan masyarakat sekitar. “Para kedi dan karyawan semuanya rata-rata warga sini,” kata Suyitno, master kedi sekaligus karyawan di home base lapangan golf di sana.

Mereka menilai, sejak beberapa tahun terakhir, kondisi fisik, sarana, dan sejumlah fasilitas di lapangan golf mengalami kerusakan. Bahkan, kondisi bangunan home base pemain golf juga demikian. Pantauan Jawa Pos Radar Jember ke lokasi, kemarin, sejumlah atap pada beberapa ruangan tertentu telah ambruk dan rusak. Lalu, beberapa tiang penyangga di sisi depan dan belakang home base juga telah keropos dan beberapa diakali dengan kayu. “Ini membahayakan kalau ditempati pemain. Terus-terus dibiarkan, semakin lama semakin besar pula kerusakannya,” kata Suyitno.

Minimnya perawatan juga terlihat di sejumlah lapangan golf. Dari total 18 holt di lapangan golf Glantangan, ada beberapa di antaranya yang kondisinya memprihatinkan. Rumputnya tidak lagi standar, banyak rumput liar, hingga sejumlah titik yang justru tandus dan terlihat begitu jelas pasirnya. “Sebenarnya setiap seminggu, minimal dua kali rumput ini disiram. Tapi, pompa airnya sudah lama rusak,” keluh Abdul Hayyi, salah seorang kedi di sana.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/