alexametrics
23 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Hari Pertama Kerja Langsung Diusir

Buruh PDP Anggap Plt Dirut Tidak Sah

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kehadiran Plt Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan Arif Wicaksono benar-benar ditolak perwakilan buruh, kemarin (8/2).  Bahkan, para pekerja menampiknya secara terang-terangan di hari pertama dia kerja. Pengusiran pria berpakaian hitam putih itu pun dilakukan di halaman kantor PDP di Jalan Gajah Mada, Kelurahan/Kecamatan Kaliwates.

Penolakan dan pengusiran terhadap Arif sudah terencana sebelumnya. Perwakilan buruh yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pekerja Antar Kebun (FK-PAK) masuk ke kantor PDP, sebelum Arif tiba. Begitu Arif memasuki halaman kantor, perwakilan pekerja langsung bereaksi menghadang Arif yang akan masuk ke dalam kantor.

Insiden penolakan ini pun terjadi di halaman kantor PDP, tepatnya di depan pintu utama. Arif dan perwakilan buruh sempat berdialog hingga terjadi adu mulut. Arif tidak diterima karena dinilai sebagai sosok yang bermasalah. Bukan hanya itu, pengangkatan dirinya sebagai Plt juga dianggap tidak sah karena melenceng dari prosedur yang ada. Para buruh juga menganggap pengangkatan Arif menjadi Plt hanyalah bagian dari politik.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dalam dialog dengan perwakilan pekerja, Arif yang datang sendiri ingin menjalankan jabatan Plt Dirut PDP Kahyangan sesuai SK Bupati Jember Faida. Saat itu, dia pun sempat melakukan pembelaan diri. “Ini membuat fitnah tidak benar,” kata Arif dalam sebuah video yang beredar.

Tak lama setelah itu, perwakilan pekerja melakukan pengusiran terhadap Arif. Pria tersebut selanjutnya digiring keluar dari gerbang yang bertuliskan penolakan. “Suruh ngojek saja kalau tidak bawa kendaraan,” kata salah seorang pekerja di halaman kantor PDP Kahyangan.

Koordinator FK-PAK Dwi Agus Budianto menjelaskan, penolakan dan pengusiran Arif dilakukan karena beberapa alasan. Menurut dia, Arif dulunya merupakan sosok bermasalah di kebun Blawan. Tiba-tiba menjadi Dewan Pengawas (Dewas) di PDP Kahyangan. “Dia di-nonjob-kan dari Manajer Kebun Blawan PTPN XII Bondowoso, karena diduga menyelewengkan kopi rakyat. Dia tidak dapat pesangon setelah pensiun dini,” ungkapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kehadiran Plt Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan Arif Wicaksono benar-benar ditolak perwakilan buruh, kemarin (8/2).  Bahkan, para pekerja menampiknya secara terang-terangan di hari pertama dia kerja. Pengusiran pria berpakaian hitam putih itu pun dilakukan di halaman kantor PDP di Jalan Gajah Mada, Kelurahan/Kecamatan Kaliwates.

Penolakan dan pengusiran terhadap Arif sudah terencana sebelumnya. Perwakilan buruh yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pekerja Antar Kebun (FK-PAK) masuk ke kantor PDP, sebelum Arif tiba. Begitu Arif memasuki halaman kantor, perwakilan pekerja langsung bereaksi menghadang Arif yang akan masuk ke dalam kantor.

Insiden penolakan ini pun terjadi di halaman kantor PDP, tepatnya di depan pintu utama. Arif dan perwakilan buruh sempat berdialog hingga terjadi adu mulut. Arif tidak diterima karena dinilai sebagai sosok yang bermasalah. Bukan hanya itu, pengangkatan dirinya sebagai Plt juga dianggap tidak sah karena melenceng dari prosedur yang ada. Para buruh juga menganggap pengangkatan Arif menjadi Plt hanyalah bagian dari politik.

Dalam dialog dengan perwakilan pekerja, Arif yang datang sendiri ingin menjalankan jabatan Plt Dirut PDP Kahyangan sesuai SK Bupati Jember Faida. Saat itu, dia pun sempat melakukan pembelaan diri. “Ini membuat fitnah tidak benar,” kata Arif dalam sebuah video yang beredar.

Tak lama setelah itu, perwakilan pekerja melakukan pengusiran terhadap Arif. Pria tersebut selanjutnya digiring keluar dari gerbang yang bertuliskan penolakan. “Suruh ngojek saja kalau tidak bawa kendaraan,” kata salah seorang pekerja di halaman kantor PDP Kahyangan.

Koordinator FK-PAK Dwi Agus Budianto menjelaskan, penolakan dan pengusiran Arif dilakukan karena beberapa alasan. Menurut dia, Arif dulunya merupakan sosok bermasalah di kebun Blawan. Tiba-tiba menjadi Dewan Pengawas (Dewas) di PDP Kahyangan. “Dia di-nonjob-kan dari Manajer Kebun Blawan PTPN XII Bondowoso, karena diduga menyelewengkan kopi rakyat. Dia tidak dapat pesangon setelah pensiun dini,” ungkapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kehadiran Plt Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan Arif Wicaksono benar-benar ditolak perwakilan buruh, kemarin (8/2).  Bahkan, para pekerja menampiknya secara terang-terangan di hari pertama dia kerja. Pengusiran pria berpakaian hitam putih itu pun dilakukan di halaman kantor PDP di Jalan Gajah Mada, Kelurahan/Kecamatan Kaliwates.

Penolakan dan pengusiran terhadap Arif sudah terencana sebelumnya. Perwakilan buruh yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pekerja Antar Kebun (FK-PAK) masuk ke kantor PDP, sebelum Arif tiba. Begitu Arif memasuki halaman kantor, perwakilan pekerja langsung bereaksi menghadang Arif yang akan masuk ke dalam kantor.

Insiden penolakan ini pun terjadi di halaman kantor PDP, tepatnya di depan pintu utama. Arif dan perwakilan buruh sempat berdialog hingga terjadi adu mulut. Arif tidak diterima karena dinilai sebagai sosok yang bermasalah. Bukan hanya itu, pengangkatan dirinya sebagai Plt juga dianggap tidak sah karena melenceng dari prosedur yang ada. Para buruh juga menganggap pengangkatan Arif menjadi Plt hanyalah bagian dari politik.

Dalam dialog dengan perwakilan pekerja, Arif yang datang sendiri ingin menjalankan jabatan Plt Dirut PDP Kahyangan sesuai SK Bupati Jember Faida. Saat itu, dia pun sempat melakukan pembelaan diri. “Ini membuat fitnah tidak benar,” kata Arif dalam sebuah video yang beredar.

Tak lama setelah itu, perwakilan pekerja melakukan pengusiran terhadap Arif. Pria tersebut selanjutnya digiring keluar dari gerbang yang bertuliskan penolakan. “Suruh ngojek saja kalau tidak bawa kendaraan,” kata salah seorang pekerja di halaman kantor PDP Kahyangan.

Koordinator FK-PAK Dwi Agus Budianto menjelaskan, penolakan dan pengusiran Arif dilakukan karena beberapa alasan. Menurut dia, Arif dulunya merupakan sosok bermasalah di kebun Blawan. Tiba-tiba menjadi Dewan Pengawas (Dewas) di PDP Kahyangan. “Dia di-nonjob-kan dari Manajer Kebun Blawan PTPN XII Bondowoso, karena diduga menyelewengkan kopi rakyat. Dia tidak dapat pesangon setelah pensiun dini,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/