alexametrics
27.8 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Pemeriksaan Faida Dijadwal Ulang

Imbas Pencopotan Sekda Mirvano Oleh Tim Kemendagri-Pemprov Jatim

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tim gabungan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur bakal memeriksa Bupati Jember Faida. Pemeriksaan ini merupakan imbas dari pencopotan Sekretaris Daerah (Sekda) Jember Mirfano yang ditengarai melanggar ketentuan. Namun, pemeriksaan yang rencananya diselenggarakan kemarin (8/1) ditunda. Sebab, bupati tidak hadir dan meminta penjadwalan ulang.

Surat pemanggilan pemeriksaan bupati ini diteken Inspektur Pemprov Jatim Helmy Perdana Putera atas nama Gubernur Jatim. Surat tertanggal 7 Januari 2021 itu menyebut, pemeriksaan dilakukan atas dasar laporan Sekda Mirfano dan permintaan sanksi agar dijatuhkan kepada bupati karena dinilai melakukan pelanggaran atas pencopotan jabatannya.

Dengan itu, pemeriksaan pun dijadwal pukul 09.00 dengan hasil yang ditulis dalam berita acara. Namun, Bupati Faida tidak memenuhi panggilan yang tempatnya di ruang rapat Brawijaya Kantor Gubernur Jatim. “Iya benar (itu surat dari pemprov, Red),” kata Helmy.

Mobile_AP_Rectangle 2

Belakangan, Bupati Jember yang tidak menghadiri panggilan pemeriksaan melayangkan surat resmi. Dalam surat tertanggal 8 Januari 2020 itu, Faida menyebut baru membaca pukul 23.55. Sementara, surat panggilan dijadwal pukul 09.00, sehingga dia mengaku memerlukan persiapan yang memadai. “Bahwa pemanggilan pemeriksaan memerlukan persiapan pengumpulan data yang memerlukan waktu,” demikian petikan isi surat yang diteken bupati tersebut.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tim gabungan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur bakal memeriksa Bupati Jember Faida. Pemeriksaan ini merupakan imbas dari pencopotan Sekretaris Daerah (Sekda) Jember Mirfano yang ditengarai melanggar ketentuan. Namun, pemeriksaan yang rencananya diselenggarakan kemarin (8/1) ditunda. Sebab, bupati tidak hadir dan meminta penjadwalan ulang.

Surat pemanggilan pemeriksaan bupati ini diteken Inspektur Pemprov Jatim Helmy Perdana Putera atas nama Gubernur Jatim. Surat tertanggal 7 Januari 2021 itu menyebut, pemeriksaan dilakukan atas dasar laporan Sekda Mirfano dan permintaan sanksi agar dijatuhkan kepada bupati karena dinilai melakukan pelanggaran atas pencopotan jabatannya.

Dengan itu, pemeriksaan pun dijadwal pukul 09.00 dengan hasil yang ditulis dalam berita acara. Namun, Bupati Faida tidak memenuhi panggilan yang tempatnya di ruang rapat Brawijaya Kantor Gubernur Jatim. “Iya benar (itu surat dari pemprov, Red),” kata Helmy.

Belakangan, Bupati Jember yang tidak menghadiri panggilan pemeriksaan melayangkan surat resmi. Dalam surat tertanggal 8 Januari 2020 itu, Faida menyebut baru membaca pukul 23.55. Sementara, surat panggilan dijadwal pukul 09.00, sehingga dia mengaku memerlukan persiapan yang memadai. “Bahwa pemanggilan pemeriksaan memerlukan persiapan pengumpulan data yang memerlukan waktu,” demikian petikan isi surat yang diteken bupati tersebut.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tim gabungan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur bakal memeriksa Bupati Jember Faida. Pemeriksaan ini merupakan imbas dari pencopotan Sekretaris Daerah (Sekda) Jember Mirfano yang ditengarai melanggar ketentuan. Namun, pemeriksaan yang rencananya diselenggarakan kemarin (8/1) ditunda. Sebab, bupati tidak hadir dan meminta penjadwalan ulang.

Surat pemanggilan pemeriksaan bupati ini diteken Inspektur Pemprov Jatim Helmy Perdana Putera atas nama Gubernur Jatim. Surat tertanggal 7 Januari 2021 itu menyebut, pemeriksaan dilakukan atas dasar laporan Sekda Mirfano dan permintaan sanksi agar dijatuhkan kepada bupati karena dinilai melakukan pelanggaran atas pencopotan jabatannya.

Dengan itu, pemeriksaan pun dijadwal pukul 09.00 dengan hasil yang ditulis dalam berita acara. Namun, Bupati Faida tidak memenuhi panggilan yang tempatnya di ruang rapat Brawijaya Kantor Gubernur Jatim. “Iya benar (itu surat dari pemprov, Red),” kata Helmy.

Belakangan, Bupati Jember yang tidak menghadiri panggilan pemeriksaan melayangkan surat resmi. Dalam surat tertanggal 8 Januari 2020 itu, Faida menyebut baru membaca pukul 23.55. Sementara, surat panggilan dijadwal pukul 09.00, sehingga dia mengaku memerlukan persiapan yang memadai. “Bahwa pemanggilan pemeriksaan memerlukan persiapan pengumpulan data yang memerlukan waktu,” demikian petikan isi surat yang diteken bupati tersebut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/