alexametrics
19.8 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Tak Sekadar Memenangkan, Harus Menenangkan

KPU-Bawaslu Ingatkan Pilkada Damai

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tiga hari terakhir ini adalah hari tenang. Meski begitu, ada beberapa insiden yang memantik suasana menjadi cukup hangat. Ada konflik pemasangan dan penurunan banner. Ada isu tentang mobil ambulans yang akan mengangkut sembako. Ada pula ulah oknum tak bertanggung jawab yang merusak kendaraan calon. Itu semua erat kaitannya dengan upaya memenangkan. Sementara, upaya menenangkan belum tampak dari masing-masing kandidat.

Momen perdana yang memantik ketegangan yakni penurunan atas dipasangnya banner ucapan terhadap Bupati Jember yang menjabat pascacuti. Sejumlah warga pendukung Faida sempat menggeruduk Kantor Bawaslu Jember, Minggu (6/12) malam. Ketegangan pun tidak terelakkan meski belakangan dapat diredam.

Gambar yang sudah diturunkan di Jalan Gajah Mada sempat dipasang kembali. Penertiban pun kembali dilakukan Bawaslu, Satpol PP, dan Polres Jember, kemarin (7/12). Pada penertiban kali ini, tidak terjadi konflik lagi seperti penertiban yang dilakukan di awal.

Mobile_AP_Rectangle 2

Momen kedua yang sempat membuat tegang yakni dikepungnya pendapa oleh pendukung Hendy Siswanto. Bahkan, di sana sempat terlihat beberapa pendukung Abdussalam. Mereka datang menuntut penertiban bahan apa pun yang berbau kampanye. Bahkan, atas pengepungan ini, isu yang beredar justru lain, yaitu tentang dugaan mobil ambulans yang akan mengangkut sembako.

Sementara itu, selain momen yang sempat melibatkan banyak orang tersebut, terdapat insiden lain. Yakni, perusakan mobil kendaraan milik Muhammad Balya Firjaun Barlaman dengan cara dicorat-coret menggunakan cat semprot. Belum diketahui siapa pelakunya. Insiden yang kadung terjadi ini harus sesegera mungkin diantisipasi agar tak terulang. Di sisa waktu yang hanya beberapa jam sebelum pencoblosan, harus ada evaluasi agar kemungkinan buruk tidak sampai terjadi. Suasana hangat tentunya harus dikontrol, terlebih saat ini adalah hari tenang.

Pakar komunikasi politik Universitas Jember, Muhammad Iqbal menyampaikan, situasi pilkada sejak lama selalu menjadi gaduh justru pada hari tenang. Ada banyak hal yang menurutnya menjadi penyebab. Menurutnya, pada hari tenang, masing-masing paslon atau tim suksesnya justru menambah gas. Laju mereka kian cepat.

“Masing-masing paslon atau tim suksesnya masih memberi ruang yang sengit. Pengaruhnya banyak, bisa karena hasil survei atau yang lain. Yang rendah harus mengejar ketertinggalan dan yang tinggi merasa tidak aman,” kata Iqbal.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tiga hari terakhir ini adalah hari tenang. Meski begitu, ada beberapa insiden yang memantik suasana menjadi cukup hangat. Ada konflik pemasangan dan penurunan banner. Ada isu tentang mobil ambulans yang akan mengangkut sembako. Ada pula ulah oknum tak bertanggung jawab yang merusak kendaraan calon. Itu semua erat kaitannya dengan upaya memenangkan. Sementara, upaya menenangkan belum tampak dari masing-masing kandidat.

Momen perdana yang memantik ketegangan yakni penurunan atas dipasangnya banner ucapan terhadap Bupati Jember yang menjabat pascacuti. Sejumlah warga pendukung Faida sempat menggeruduk Kantor Bawaslu Jember, Minggu (6/12) malam. Ketegangan pun tidak terelakkan meski belakangan dapat diredam.

Gambar yang sudah diturunkan di Jalan Gajah Mada sempat dipasang kembali. Penertiban pun kembali dilakukan Bawaslu, Satpol PP, dan Polres Jember, kemarin (7/12). Pada penertiban kali ini, tidak terjadi konflik lagi seperti penertiban yang dilakukan di awal.

Momen kedua yang sempat membuat tegang yakni dikepungnya pendapa oleh pendukung Hendy Siswanto. Bahkan, di sana sempat terlihat beberapa pendukung Abdussalam. Mereka datang menuntut penertiban bahan apa pun yang berbau kampanye. Bahkan, atas pengepungan ini, isu yang beredar justru lain, yaitu tentang dugaan mobil ambulans yang akan mengangkut sembako.

Sementara itu, selain momen yang sempat melibatkan banyak orang tersebut, terdapat insiden lain. Yakni, perusakan mobil kendaraan milik Muhammad Balya Firjaun Barlaman dengan cara dicorat-coret menggunakan cat semprot. Belum diketahui siapa pelakunya. Insiden yang kadung terjadi ini harus sesegera mungkin diantisipasi agar tak terulang. Di sisa waktu yang hanya beberapa jam sebelum pencoblosan, harus ada evaluasi agar kemungkinan buruk tidak sampai terjadi. Suasana hangat tentunya harus dikontrol, terlebih saat ini adalah hari tenang.

Pakar komunikasi politik Universitas Jember, Muhammad Iqbal menyampaikan, situasi pilkada sejak lama selalu menjadi gaduh justru pada hari tenang. Ada banyak hal yang menurutnya menjadi penyebab. Menurutnya, pada hari tenang, masing-masing paslon atau tim suksesnya justru menambah gas. Laju mereka kian cepat.

“Masing-masing paslon atau tim suksesnya masih memberi ruang yang sengit. Pengaruhnya banyak, bisa karena hasil survei atau yang lain. Yang rendah harus mengejar ketertinggalan dan yang tinggi merasa tidak aman,” kata Iqbal.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tiga hari terakhir ini adalah hari tenang. Meski begitu, ada beberapa insiden yang memantik suasana menjadi cukup hangat. Ada konflik pemasangan dan penurunan banner. Ada isu tentang mobil ambulans yang akan mengangkut sembako. Ada pula ulah oknum tak bertanggung jawab yang merusak kendaraan calon. Itu semua erat kaitannya dengan upaya memenangkan. Sementara, upaya menenangkan belum tampak dari masing-masing kandidat.

Momen perdana yang memantik ketegangan yakni penurunan atas dipasangnya banner ucapan terhadap Bupati Jember yang menjabat pascacuti. Sejumlah warga pendukung Faida sempat menggeruduk Kantor Bawaslu Jember, Minggu (6/12) malam. Ketegangan pun tidak terelakkan meski belakangan dapat diredam.

Gambar yang sudah diturunkan di Jalan Gajah Mada sempat dipasang kembali. Penertiban pun kembali dilakukan Bawaslu, Satpol PP, dan Polres Jember, kemarin (7/12). Pada penertiban kali ini, tidak terjadi konflik lagi seperti penertiban yang dilakukan di awal.

Momen kedua yang sempat membuat tegang yakni dikepungnya pendapa oleh pendukung Hendy Siswanto. Bahkan, di sana sempat terlihat beberapa pendukung Abdussalam. Mereka datang menuntut penertiban bahan apa pun yang berbau kampanye. Bahkan, atas pengepungan ini, isu yang beredar justru lain, yaitu tentang dugaan mobil ambulans yang akan mengangkut sembako.

Sementara itu, selain momen yang sempat melibatkan banyak orang tersebut, terdapat insiden lain. Yakni, perusakan mobil kendaraan milik Muhammad Balya Firjaun Barlaman dengan cara dicorat-coret menggunakan cat semprot. Belum diketahui siapa pelakunya. Insiden yang kadung terjadi ini harus sesegera mungkin diantisipasi agar tak terulang. Di sisa waktu yang hanya beberapa jam sebelum pencoblosan, harus ada evaluasi agar kemungkinan buruk tidak sampai terjadi. Suasana hangat tentunya harus dikontrol, terlebih saat ini adalah hari tenang.

Pakar komunikasi politik Universitas Jember, Muhammad Iqbal menyampaikan, situasi pilkada sejak lama selalu menjadi gaduh justru pada hari tenang. Ada banyak hal yang menurutnya menjadi penyebab. Menurutnya, pada hari tenang, masing-masing paslon atau tim suksesnya justru menambah gas. Laju mereka kian cepat.

“Masing-masing paslon atau tim suksesnya masih memberi ruang yang sengit. Pengaruhnya banyak, bisa karena hasil survei atau yang lain. Yang rendah harus mengejar ketertinggalan dan yang tinggi merasa tidak aman,” kata Iqbal.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/