alexametrics
24.1 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

 Jaga Kesehatan Anak di Musim Hujan

Imunitas Menurun, Rentan Terserang Penyakit

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Para orang tua diminta menjaga kesehatan anaknya. Sebab, musim hujan seperti sekarang ini dapat memicu penurunan daya tahan tubuh mereka. Terlebih, anak sangat gemar bermain air. Ketika hujan turun, mereka akan menyambutnya dengan riang gembira. Hal inilah yang dapat mengganggu imunitas tubuh hingga membuat anak gampang sakit.

“Saya jarang memperbolehkan Aqila bermain air hujan meski kadang dia memaksa,” tutur Sammy TL, warga Dusun Krajan, Desa Kesilir, Kecamatan Wuluhan. Dia mengaku, anaknya yang masih TK itu kerap sakit setelah bermain air hujan. Biasanya terkena flu, batuk, pusing, dan meriang.

Oleh karena itu, perempuan 26 tahun tersebut lebih memilih anaknya menangis daripada dibiarkan bermain air hujan. “Apalagi sekarang masih pandemi. Kalau mereka sakit bisa bahaya, nanti pas kena korona,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, dr Gebyar Tri Baskoro menjelaskan, sakit setelah bermain hujan merupakan penyakit dasar yang disebabkan perubahan kondisi tubuh, lingkungan, dan kuman. Namun, sakit yang diderita anak-anak bisa karena satu faktor atau lebih, atau faktor yang satu berpengaruh pada faktor lain. “Musim hujan akan mengakibatkan perubahan suhu yang lebih dingin, genangan air, dan perpindahan kotoran,” papar doktor spesialis anak itu.

Ketika hujan, biasanya sampah akan mencemari sumber air minum. Selain itu, munculnya binatang pembawa kuman seperti nyamuk, kecoa, dan tikus. “Hewan itu banyak yang muncul serta menjadi sarana berkembangbiaknya kuman,” lanjutnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Para orang tua diminta menjaga kesehatan anaknya. Sebab, musim hujan seperti sekarang ini dapat memicu penurunan daya tahan tubuh mereka. Terlebih, anak sangat gemar bermain air. Ketika hujan turun, mereka akan menyambutnya dengan riang gembira. Hal inilah yang dapat mengganggu imunitas tubuh hingga membuat anak gampang sakit.

“Saya jarang memperbolehkan Aqila bermain air hujan meski kadang dia memaksa,” tutur Sammy TL, warga Dusun Krajan, Desa Kesilir, Kecamatan Wuluhan. Dia mengaku, anaknya yang masih TK itu kerap sakit setelah bermain air hujan. Biasanya terkena flu, batuk, pusing, dan meriang.

Oleh karena itu, perempuan 26 tahun tersebut lebih memilih anaknya menangis daripada dibiarkan bermain air hujan. “Apalagi sekarang masih pandemi. Kalau mereka sakit bisa bahaya, nanti pas kena korona,” ucapnya.

Sementara itu, dr Gebyar Tri Baskoro menjelaskan, sakit setelah bermain hujan merupakan penyakit dasar yang disebabkan perubahan kondisi tubuh, lingkungan, dan kuman. Namun, sakit yang diderita anak-anak bisa karena satu faktor atau lebih, atau faktor yang satu berpengaruh pada faktor lain. “Musim hujan akan mengakibatkan perubahan suhu yang lebih dingin, genangan air, dan perpindahan kotoran,” papar doktor spesialis anak itu.

Ketika hujan, biasanya sampah akan mencemari sumber air minum. Selain itu, munculnya binatang pembawa kuman seperti nyamuk, kecoa, dan tikus. “Hewan itu banyak yang muncul serta menjadi sarana berkembangbiaknya kuman,” lanjutnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Para orang tua diminta menjaga kesehatan anaknya. Sebab, musim hujan seperti sekarang ini dapat memicu penurunan daya tahan tubuh mereka. Terlebih, anak sangat gemar bermain air. Ketika hujan turun, mereka akan menyambutnya dengan riang gembira. Hal inilah yang dapat mengganggu imunitas tubuh hingga membuat anak gampang sakit.

“Saya jarang memperbolehkan Aqila bermain air hujan meski kadang dia memaksa,” tutur Sammy TL, warga Dusun Krajan, Desa Kesilir, Kecamatan Wuluhan. Dia mengaku, anaknya yang masih TK itu kerap sakit setelah bermain air hujan. Biasanya terkena flu, batuk, pusing, dan meriang.

Oleh karena itu, perempuan 26 tahun tersebut lebih memilih anaknya menangis daripada dibiarkan bermain air hujan. “Apalagi sekarang masih pandemi. Kalau mereka sakit bisa bahaya, nanti pas kena korona,” ucapnya.

Sementara itu, dr Gebyar Tri Baskoro menjelaskan, sakit setelah bermain hujan merupakan penyakit dasar yang disebabkan perubahan kondisi tubuh, lingkungan, dan kuman. Namun, sakit yang diderita anak-anak bisa karena satu faktor atau lebih, atau faktor yang satu berpengaruh pada faktor lain. “Musim hujan akan mengakibatkan perubahan suhu yang lebih dingin, genangan air, dan perpindahan kotoran,” papar doktor spesialis anak itu.

Ketika hujan, biasanya sampah akan mencemari sumber air minum. Selain itu, munculnya binatang pembawa kuman seperti nyamuk, kecoa, dan tikus. “Hewan itu banyak yang muncul serta menjadi sarana berkembangbiaknya kuman,” lanjutnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/