alexametrics
23.2 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Data Ratusan SD Invalid

Musababnya, Kepsek Takut Kehilangan Sertifikasi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Insiden ambruknya teras ruang kelas di SDN Karangsono 04, Kecamatan Bangsalsari, menguak fakta lain. Ternyata, banyak SD yang tidak melakukan pembaruan data pokok pendidikan (dapodik) sesuai kondisi faktual di lapangan. Hal inilah yang menjadi musabab bantuan pemerintah untuk rehabilitasi bangunan sekolah tak segera turun, karena informasi yang terekam dalam dapodik invalid. Padahal, data itulah yang menjadi acuan pemerintah dalam mengucurkan bantuan.

Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Jember Dhebora Krisnowati mengungkapkan, dari sekitar 900 SD di Jember, hanya 16 sekolah yang telah melakukan pembaruan dapodik sesuai dengan fakta di lapangan. Data belasan SD tersebut sesuai dengan kondisi bangunannya yang rusak. Sisanya, tidak ada yang menerangkan bahwa SD tersebut mengalami kerusakan. Malah dalam kondisi baik. Termasuk, SDN Karangsono 04 yang sepekan lalu ambruk.

Sekolah yang tidak melakukan pembaruan data sesuai fakta itu memberikan deskripsi sekolah dalam kondisi baik. Padahal, lebih dari 50 persen sekolah di Jember telah berumur tua. Yakni lebih dari 70 tahun. Sehingga bisa dipastikan bangunan gedungnya nyaris rusak atau bahkan sedang mengalami kerusakan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dhebora pun menyayangkan hal tersebut. Sebab, imbasnya pencairan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat tidak bisa teralokasi sesuai dengan kebutuhan. Tidak menutup kemungkinan, Jember juga akan mendapat rekor sekolah dengan tingkat kerusakan bangunan yang tinggi. “Sekolahnya dalam kondisi rusak. Tapi data dapodiknya bagus. Ini kan kejanggalan,” kata Dhebora, Senin (7/12).

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Insiden ambruknya teras ruang kelas di SDN Karangsono 04, Kecamatan Bangsalsari, menguak fakta lain. Ternyata, banyak SD yang tidak melakukan pembaruan data pokok pendidikan (dapodik) sesuai kondisi faktual di lapangan. Hal inilah yang menjadi musabab bantuan pemerintah untuk rehabilitasi bangunan sekolah tak segera turun, karena informasi yang terekam dalam dapodik invalid. Padahal, data itulah yang menjadi acuan pemerintah dalam mengucurkan bantuan.

Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Jember Dhebora Krisnowati mengungkapkan, dari sekitar 900 SD di Jember, hanya 16 sekolah yang telah melakukan pembaruan dapodik sesuai dengan fakta di lapangan. Data belasan SD tersebut sesuai dengan kondisi bangunannya yang rusak. Sisanya, tidak ada yang menerangkan bahwa SD tersebut mengalami kerusakan. Malah dalam kondisi baik. Termasuk, SDN Karangsono 04 yang sepekan lalu ambruk.

Sekolah yang tidak melakukan pembaruan data sesuai fakta itu memberikan deskripsi sekolah dalam kondisi baik. Padahal, lebih dari 50 persen sekolah di Jember telah berumur tua. Yakni lebih dari 70 tahun. Sehingga bisa dipastikan bangunan gedungnya nyaris rusak atau bahkan sedang mengalami kerusakan.

Dhebora pun menyayangkan hal tersebut. Sebab, imbasnya pencairan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat tidak bisa teralokasi sesuai dengan kebutuhan. Tidak menutup kemungkinan, Jember juga akan mendapat rekor sekolah dengan tingkat kerusakan bangunan yang tinggi. “Sekolahnya dalam kondisi rusak. Tapi data dapodiknya bagus. Ini kan kejanggalan,” kata Dhebora, Senin (7/12).

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Insiden ambruknya teras ruang kelas di SDN Karangsono 04, Kecamatan Bangsalsari, menguak fakta lain. Ternyata, banyak SD yang tidak melakukan pembaruan data pokok pendidikan (dapodik) sesuai kondisi faktual di lapangan. Hal inilah yang menjadi musabab bantuan pemerintah untuk rehabilitasi bangunan sekolah tak segera turun, karena informasi yang terekam dalam dapodik invalid. Padahal, data itulah yang menjadi acuan pemerintah dalam mengucurkan bantuan.

Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Jember Dhebora Krisnowati mengungkapkan, dari sekitar 900 SD di Jember, hanya 16 sekolah yang telah melakukan pembaruan dapodik sesuai dengan fakta di lapangan. Data belasan SD tersebut sesuai dengan kondisi bangunannya yang rusak. Sisanya, tidak ada yang menerangkan bahwa SD tersebut mengalami kerusakan. Malah dalam kondisi baik. Termasuk, SDN Karangsono 04 yang sepekan lalu ambruk.

Sekolah yang tidak melakukan pembaruan data sesuai fakta itu memberikan deskripsi sekolah dalam kondisi baik. Padahal, lebih dari 50 persen sekolah di Jember telah berumur tua. Yakni lebih dari 70 tahun. Sehingga bisa dipastikan bangunan gedungnya nyaris rusak atau bahkan sedang mengalami kerusakan.

Dhebora pun menyayangkan hal tersebut. Sebab, imbasnya pencairan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat tidak bisa teralokasi sesuai dengan kebutuhan. Tidak menutup kemungkinan, Jember juga akan mendapat rekor sekolah dengan tingkat kerusakan bangunan yang tinggi. “Sekolahnya dalam kondisi rusak. Tapi data dapodiknya bagus. Ini kan kejanggalan,” kata Dhebora, Senin (7/12).

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/