alexametrics
30.6 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Penantian Belasan Tahun Terbayar Untuk Jember

Jember Berhasil Raih Raka Jatim

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Setelah 12 tahun menanti, akhirnya Jember keluar menjadi perwakilan Raka Jawa Timur. Sementara, Raki Jawa Timur terpilih dari Banyuwangi. Raihan ini seolah mengobati rasa haus prestasi dari ajang lanjutan Gus Ning Jember selama belasan tahun tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jember Dhebora Krisnowati Sumarhiningsih mengatakan, proses seleksi sempat tertunda beberapa bulan akibat pandemi, hingga akhirnya proses seleksi di Jawa Timur berlangsung. “Ini penantian panjang hingga akhirnya Gus Zainal terpilih jadi Raka Jatim,” kata mantan Kabid SD Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember itu, kemarin (11/7).

Namun, gaung torehan prestasi ini tidak begitu menggema karena di saat bersamaan juga ada banyak ajang penghargaan duta yang tidak memiliki lisensi. Apalagi, tidak semua penghargaan duta tersebut mengikuti prosedur yang benar. Ada beberapa ajang duta yang didapat karena “membeli” atau tidak ada izin resmi. Tujuannya hanya untuk mendapat popularitas atau untuk mem-branding diri.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menanggapi hal itu, Raka Jatim terpilih Muhammad Zainal Abidin menganggap ajang duta tidak resmi itu punya dampak pada persepsi masyarakat mengenai penghargaan sejenisnya. Publik akan cenderung mempertanyakan mana yang benar atau sebaliknya. Zainal menyadari bahwa semua orang bisa dengan mudah membuat ajang. Namun, soal resmi tidaknya dapat diukur dengan SK yang diterbitkan.

Jika dibandingkan dengan ajang resmi, misalnya Gus Ning Jember atau Raka Raki Jatim, peserta yang mengikuti ajang tersebut akan melewati banyak proses dan seleksi. Diajarkan berbagai macam hal sesuai dengan aturan yang berlaku. Hal inilah yang membedakan dengan ajang-ajang duta yang lain. “Jadi, inilah yang membedakan ajang biasa-biasa saja dengan ajang yang sudah resmi,” tuturnya.

- Advertisement -

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Setelah 12 tahun menanti, akhirnya Jember keluar menjadi perwakilan Raka Jawa Timur. Sementara, Raki Jawa Timur terpilih dari Banyuwangi. Raihan ini seolah mengobati rasa haus prestasi dari ajang lanjutan Gus Ning Jember selama belasan tahun tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jember Dhebora Krisnowati Sumarhiningsih mengatakan, proses seleksi sempat tertunda beberapa bulan akibat pandemi, hingga akhirnya proses seleksi di Jawa Timur berlangsung. “Ini penantian panjang hingga akhirnya Gus Zainal terpilih jadi Raka Jatim,” kata mantan Kabid SD Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember itu, kemarin (11/7).

Namun, gaung torehan prestasi ini tidak begitu menggema karena di saat bersamaan juga ada banyak ajang penghargaan duta yang tidak memiliki lisensi. Apalagi, tidak semua penghargaan duta tersebut mengikuti prosedur yang benar. Ada beberapa ajang duta yang didapat karena “membeli” atau tidak ada izin resmi. Tujuannya hanya untuk mendapat popularitas atau untuk mem-branding diri.

Menanggapi hal itu, Raka Jatim terpilih Muhammad Zainal Abidin menganggap ajang duta tidak resmi itu punya dampak pada persepsi masyarakat mengenai penghargaan sejenisnya. Publik akan cenderung mempertanyakan mana yang benar atau sebaliknya. Zainal menyadari bahwa semua orang bisa dengan mudah membuat ajang. Namun, soal resmi tidaknya dapat diukur dengan SK yang diterbitkan.

Jika dibandingkan dengan ajang resmi, misalnya Gus Ning Jember atau Raka Raki Jatim, peserta yang mengikuti ajang tersebut akan melewati banyak proses dan seleksi. Diajarkan berbagai macam hal sesuai dengan aturan yang berlaku. Hal inilah yang membedakan dengan ajang-ajang duta yang lain. “Jadi, inilah yang membedakan ajang biasa-biasa saja dengan ajang yang sudah resmi,” tuturnya.

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Setelah 12 tahun menanti, akhirnya Jember keluar menjadi perwakilan Raka Jawa Timur. Sementara, Raki Jawa Timur terpilih dari Banyuwangi. Raihan ini seolah mengobati rasa haus prestasi dari ajang lanjutan Gus Ning Jember selama belasan tahun tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jember Dhebora Krisnowati Sumarhiningsih mengatakan, proses seleksi sempat tertunda beberapa bulan akibat pandemi, hingga akhirnya proses seleksi di Jawa Timur berlangsung. “Ini penantian panjang hingga akhirnya Gus Zainal terpilih jadi Raka Jatim,” kata mantan Kabid SD Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember itu, kemarin (11/7).

Namun, gaung torehan prestasi ini tidak begitu menggema karena di saat bersamaan juga ada banyak ajang penghargaan duta yang tidak memiliki lisensi. Apalagi, tidak semua penghargaan duta tersebut mengikuti prosedur yang benar. Ada beberapa ajang duta yang didapat karena “membeli” atau tidak ada izin resmi. Tujuannya hanya untuk mendapat popularitas atau untuk mem-branding diri.

Menanggapi hal itu, Raka Jatim terpilih Muhammad Zainal Abidin menganggap ajang duta tidak resmi itu punya dampak pada persepsi masyarakat mengenai penghargaan sejenisnya. Publik akan cenderung mempertanyakan mana yang benar atau sebaliknya. Zainal menyadari bahwa semua orang bisa dengan mudah membuat ajang. Namun, soal resmi tidaknya dapat diukur dengan SK yang diterbitkan.

Jika dibandingkan dengan ajang resmi, misalnya Gus Ning Jember atau Raka Raki Jatim, peserta yang mengikuti ajang tersebut akan melewati banyak proses dan seleksi. Diajarkan berbagai macam hal sesuai dengan aturan yang berlaku. Hal inilah yang membedakan dengan ajang-ajang duta yang lain. “Jadi, inilah yang membedakan ajang biasa-biasa saja dengan ajang yang sudah resmi,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/