alexametrics
26.5 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Intip Kemah Lintas Agama di Pakusari

Ajak Masyarakat Perkuat Wawasan Kebangsaan

Mobile_AP_Rectangle 1

PAKUSARI, RADARJEMBER.ID – Bupati Jember Hendy Siswanto menilai masyarakat Jember patut memiliki wawasan kebangsaan yang baik. Hal tersebut disampaikan saat berkunjung dalam Kemah Kebangsaan lintas agama di Pondok Pesantren Islam Bustanul Ulum, Kecamatan Pakusari, belum lama ini.

KOMPAK: Bupati Jember Hendy Siswanto bersama jajarannya saat berkunjung di Kemah Kebangsaan lintas agama di Pondok Pesantren Islam Bustanul Ulum, Kecamatan Pakusari, belum lama ini.

Menurut dia, terkait dengan kebangsaan, jika wawasan kebangsaan tidak dimiliki, rasa toleransi dan kegotongroyongan akan hilang. “Negeri ini bisa merdeka karena gotong royong,” ungkapnya. Bayangkan, lanjutnya, bagaimana mungkin bambu runcing bisa mengalahkan bom kalau manusianya tidak bersatu pada waktu itu.

Karena itu, kepada para pemuda-pemudi Jember, khususnya yang hadir dalam Kemah Kebangsaan itu, dia menjelaskan bahwa masyarakat punya PR bersama. Yakni bagaimana interaksi satu sama lain bisa terjalin dengan baik. Kalau bisa, ketertinggalan selama dua tahun pandemi alias lost generation bisa segera teratasi. “Mari kita belajar menghormati satu sama lain, termasuk kepada orang yang lebih tua,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Salah satu upaya meningkatkan wawasan kebangsaan itu juga dapat diaplikasikan dalam Kemah Kebangsaan yang berlangsung hingga kemarin (7/11) tersebut. Menurut Hendy, hal tersebut merupakan salah satu wujud kebinekaan. “Di dalamnya, kita harus kondusif dan bersama-sama. Kita jaga negeri ini dengan ratusan suku yang berkolaborasi menjadi satu,” imbuh Hendy.

- Advertisement -

PAKUSARI, RADARJEMBER.ID – Bupati Jember Hendy Siswanto menilai masyarakat Jember patut memiliki wawasan kebangsaan yang baik. Hal tersebut disampaikan saat berkunjung dalam Kemah Kebangsaan lintas agama di Pondok Pesantren Islam Bustanul Ulum, Kecamatan Pakusari, belum lama ini.

KOMPAK: Bupati Jember Hendy Siswanto bersama jajarannya saat berkunjung di Kemah Kebangsaan lintas agama di Pondok Pesantren Islam Bustanul Ulum, Kecamatan Pakusari, belum lama ini.

Menurut dia, terkait dengan kebangsaan, jika wawasan kebangsaan tidak dimiliki, rasa toleransi dan kegotongroyongan akan hilang. “Negeri ini bisa merdeka karena gotong royong,” ungkapnya. Bayangkan, lanjutnya, bagaimana mungkin bambu runcing bisa mengalahkan bom kalau manusianya tidak bersatu pada waktu itu.

Karena itu, kepada para pemuda-pemudi Jember, khususnya yang hadir dalam Kemah Kebangsaan itu, dia menjelaskan bahwa masyarakat punya PR bersama. Yakni bagaimana interaksi satu sama lain bisa terjalin dengan baik. Kalau bisa, ketertinggalan selama dua tahun pandemi alias lost generation bisa segera teratasi. “Mari kita belajar menghormati satu sama lain, termasuk kepada orang yang lebih tua,” ungkapnya.

Salah satu upaya meningkatkan wawasan kebangsaan itu juga dapat diaplikasikan dalam Kemah Kebangsaan yang berlangsung hingga kemarin (7/11) tersebut. Menurut Hendy, hal tersebut merupakan salah satu wujud kebinekaan. “Di dalamnya, kita harus kondusif dan bersama-sama. Kita jaga negeri ini dengan ratusan suku yang berkolaborasi menjadi satu,” imbuh Hendy.

PAKUSARI, RADARJEMBER.ID – Bupati Jember Hendy Siswanto menilai masyarakat Jember patut memiliki wawasan kebangsaan yang baik. Hal tersebut disampaikan saat berkunjung dalam Kemah Kebangsaan lintas agama di Pondok Pesantren Islam Bustanul Ulum, Kecamatan Pakusari, belum lama ini.

KOMPAK: Bupati Jember Hendy Siswanto bersama jajarannya saat berkunjung di Kemah Kebangsaan lintas agama di Pondok Pesantren Islam Bustanul Ulum, Kecamatan Pakusari, belum lama ini.

Menurut dia, terkait dengan kebangsaan, jika wawasan kebangsaan tidak dimiliki, rasa toleransi dan kegotongroyongan akan hilang. “Negeri ini bisa merdeka karena gotong royong,” ungkapnya. Bayangkan, lanjutnya, bagaimana mungkin bambu runcing bisa mengalahkan bom kalau manusianya tidak bersatu pada waktu itu.

Karena itu, kepada para pemuda-pemudi Jember, khususnya yang hadir dalam Kemah Kebangsaan itu, dia menjelaskan bahwa masyarakat punya PR bersama. Yakni bagaimana interaksi satu sama lain bisa terjalin dengan baik. Kalau bisa, ketertinggalan selama dua tahun pandemi alias lost generation bisa segera teratasi. “Mari kita belajar menghormati satu sama lain, termasuk kepada orang yang lebih tua,” ungkapnya.

Salah satu upaya meningkatkan wawasan kebangsaan itu juga dapat diaplikasikan dalam Kemah Kebangsaan yang berlangsung hingga kemarin (7/11) tersebut. Menurut Hendy, hal tersebut merupakan salah satu wujud kebinekaan. “Di dalamnya, kita harus kondusif dan bersama-sama. Kita jaga negeri ini dengan ratusan suku yang berkolaborasi menjadi satu,” imbuh Hendy.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/