alexametrics
21.6 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Polije Gelar Seminar Internasional

Mobile_AP_Rectangle 1

TEGALBOTO.RADARJEMBER.ID – Pandemi covid-19 tidak menjadi alasan untuk tidak produktif. Inilah yang ditunjukan civitas akademi Politeknik Negeri Jember (Polije), dengan mengelar seminar internasional bidang pertanian pangan, serta sosial, kemanusiaan, dan kesehatan.
Seminar yang juga serangkaian kegiatan pamungkas Dies Natalis ke 32 Polije digelar dengan tajuk International Conference on Food and Agriculture (ICoFA) dan International Conference on Social, Humanities and Public Health (ICoSHIP).
Menurut Chairman of Organizing Committee ICoFA dan ICoSHIP Dr Ir Nanang Dwi Wahyono MM, Polije sebagai politeknik unggulan khususnya dalam bidang pertanian di Indonesia, berkomitmen untuk mengembangkan dan meningkatkan bidang pertanian yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Selain itu, untuk pertama kalinya, Polije juga menyelenggarakan seminar internasional bidang sosial.
“Latar belakang utama penyelenggaraan ICoSHIP adalah kondisi pandemi Covid-19 yang telah melanda dunia dengan dampak yang sangat dahsyat mulai aspek ekonomi, sosial dan kesehatan masyarakat. Sehingga tema ICoSHIP seputar transformasi perilaku manusia selama wabah COVID-19 yaitu tantangan untuk kesejahteraan global di masa depan,” papar Nanang.
Dalam penyelenggaraan ICoFA dan ICoSHIP kali ini, Dirjen Pendidikan Vokasi Wikan Sakarinto ST MT PhD memberikan apresiasi kepada Polije sebagai salah satu politeknik unggulan di Indonesia yang menjadi pelopor pengembangan pertanian. Salah satunya telah mengembangkan Teaching Factory (TeFa) yang berstandar industri.
“Dengan seminar internasional ini bukan hanya berhenti pada jurnal internasional saja, akan tetapi mampu berkontribusi pada pengembangan kemitraan dengan industri, dunia usaha dan dunia kerja (Iduka) serta berhasil menciptakan HAKI atau paten,” harapnya.
ICoFA ketiga ini menghadirkan tiga pembicara utama. Yakni, Professor Toshinari Maeda dari Division of Environmental Engineering, Department of Biological Functions and Engineering, Kyushu Institute of Technology, Japan. Ada juga LH (Leon) de Jonge PhD dari Wageningen University and Research, Netherland, Animal Nutrition. Serta Dr Lalita Siriwattananon, Dean Faculty of Agricultural Technology, Rajamangala University of Technology Thanyaburi, Thailand.
Sedangkan untuk ICoSHIP menghadirkan Dr Ir Arief Daryanto MEc dari College of Vocational Studies, IPB, Dr Ruanni Tupas dari University College London, Institute of Education, serta Professor Tan Sri Dato’ Wira D. Mohd Shukri Ab. Yajid Management & Science University, Malaysia.
Nanang menjelaskan, dalam seminar ini juga dibagi diskusi pararel dengan berbagai tema. Termasuk pada ICoSHIP perdana ini disajikan 67 papers dengan jumlah penulis sebanyak 159 orang yang berasal dari Jepang, Philipina, Senegal dan tuan rumah Indonesia.
Sementara itu Direktur Polije Saiful Anwar STP MP secara resmi memberikan apresiasi kepada Dirjen Pendidikan Vokasi, semua pembicara utama serta semua partisipan dalam ICoFA dan ICoSHIP kali ini. Meski penyelenggaraannya dilakukan secara daring mengingat situasi yang masih berkutat pandemi Covid 19 ini, akan tetapi respon serta partisipannya sangat luar biasa.
“Sebagai akademisi, kita dituntut terus berkontribusi maksimal baik dibidang pembentukan karakter dan kompetensi lulusan, terus memberikan riset yang bisa diaplikasikan oleh masyarakat dan industry serta pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan dan pembangunan,” terangnya.
Menurut Saiful, dampak pandemi Covid-19 ini yang melemahkan berbagai aspek kehidupan baik ekonomi, sosial, industri dan kesehatan, harus dilawan secara bersama-sama, dengan kesadaran, kebersamaan dan kedisiplina semua unsur masyarakat, tidak terkecuali yang berkaitan dengan tugas dan fungsi perguruan tinggi.
“Dengan ICoFA yang ketiga ini, Polije yang mempunyai tugas pengembangan bidang keilmuan dasar pertanian, berkomitmen mengajak pada dunia untuk terus mengembangan pertanian yang berkelanjutan untuk meningkatkan ketahanan pangan. Demikian juga melalui ICoSHIP, kami mengajak berkontribusi khususnya dalam bidang sosial, kemanusiaan dan kesehatan masyarakat sebagai dampai pandemi Covid-19,” pungkasnya. (kl)

- Advertisement -

TEGALBOTO.RADARJEMBER.ID – Pandemi covid-19 tidak menjadi alasan untuk tidak produktif. Inilah yang ditunjukan civitas akademi Politeknik Negeri Jember (Polije), dengan mengelar seminar internasional bidang pertanian pangan, serta sosial, kemanusiaan, dan kesehatan.
Seminar yang juga serangkaian kegiatan pamungkas Dies Natalis ke 32 Polije digelar dengan tajuk International Conference on Food and Agriculture (ICoFA) dan International Conference on Social, Humanities and Public Health (ICoSHIP).
Menurut Chairman of Organizing Committee ICoFA dan ICoSHIP Dr Ir Nanang Dwi Wahyono MM, Polije sebagai politeknik unggulan khususnya dalam bidang pertanian di Indonesia, berkomitmen untuk mengembangkan dan meningkatkan bidang pertanian yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Selain itu, untuk pertama kalinya, Polije juga menyelenggarakan seminar internasional bidang sosial.
“Latar belakang utama penyelenggaraan ICoSHIP adalah kondisi pandemi Covid-19 yang telah melanda dunia dengan dampak yang sangat dahsyat mulai aspek ekonomi, sosial dan kesehatan masyarakat. Sehingga tema ICoSHIP seputar transformasi perilaku manusia selama wabah COVID-19 yaitu tantangan untuk kesejahteraan global di masa depan,” papar Nanang.
Dalam penyelenggaraan ICoFA dan ICoSHIP kali ini, Dirjen Pendidikan Vokasi Wikan Sakarinto ST MT PhD memberikan apresiasi kepada Polije sebagai salah satu politeknik unggulan di Indonesia yang menjadi pelopor pengembangan pertanian. Salah satunya telah mengembangkan Teaching Factory (TeFa) yang berstandar industri.
“Dengan seminar internasional ini bukan hanya berhenti pada jurnal internasional saja, akan tetapi mampu berkontribusi pada pengembangan kemitraan dengan industri, dunia usaha dan dunia kerja (Iduka) serta berhasil menciptakan HAKI atau paten,” harapnya.
ICoFA ketiga ini menghadirkan tiga pembicara utama. Yakni, Professor Toshinari Maeda dari Division of Environmental Engineering, Department of Biological Functions and Engineering, Kyushu Institute of Technology, Japan. Ada juga LH (Leon) de Jonge PhD dari Wageningen University and Research, Netherland, Animal Nutrition. Serta Dr Lalita Siriwattananon, Dean Faculty of Agricultural Technology, Rajamangala University of Technology Thanyaburi, Thailand.
Sedangkan untuk ICoSHIP menghadirkan Dr Ir Arief Daryanto MEc dari College of Vocational Studies, IPB, Dr Ruanni Tupas dari University College London, Institute of Education, serta Professor Tan Sri Dato’ Wira D. Mohd Shukri Ab. Yajid Management & Science University, Malaysia.
Nanang menjelaskan, dalam seminar ini juga dibagi diskusi pararel dengan berbagai tema. Termasuk pada ICoSHIP perdana ini disajikan 67 papers dengan jumlah penulis sebanyak 159 orang yang berasal dari Jepang, Philipina, Senegal dan tuan rumah Indonesia.
Sementara itu Direktur Polije Saiful Anwar STP MP secara resmi memberikan apresiasi kepada Dirjen Pendidikan Vokasi, semua pembicara utama serta semua partisipan dalam ICoFA dan ICoSHIP kali ini. Meski penyelenggaraannya dilakukan secara daring mengingat situasi yang masih berkutat pandemi Covid 19 ini, akan tetapi respon serta partisipannya sangat luar biasa.
“Sebagai akademisi, kita dituntut terus berkontribusi maksimal baik dibidang pembentukan karakter dan kompetensi lulusan, terus memberikan riset yang bisa diaplikasikan oleh masyarakat dan industry serta pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan dan pembangunan,” terangnya.
Menurut Saiful, dampak pandemi Covid-19 ini yang melemahkan berbagai aspek kehidupan baik ekonomi, sosial, industri dan kesehatan, harus dilawan secara bersama-sama, dengan kesadaran, kebersamaan dan kedisiplina semua unsur masyarakat, tidak terkecuali yang berkaitan dengan tugas dan fungsi perguruan tinggi.
“Dengan ICoFA yang ketiga ini, Polije yang mempunyai tugas pengembangan bidang keilmuan dasar pertanian, berkomitmen mengajak pada dunia untuk terus mengembangan pertanian yang berkelanjutan untuk meningkatkan ketahanan pangan. Demikian juga melalui ICoSHIP, kami mengajak berkontribusi khususnya dalam bidang sosial, kemanusiaan dan kesehatan masyarakat sebagai dampai pandemi Covid-19,” pungkasnya. (kl)

TEGALBOTO.RADARJEMBER.ID – Pandemi covid-19 tidak menjadi alasan untuk tidak produktif. Inilah yang ditunjukan civitas akademi Politeknik Negeri Jember (Polije), dengan mengelar seminar internasional bidang pertanian pangan, serta sosial, kemanusiaan, dan kesehatan.
Seminar yang juga serangkaian kegiatan pamungkas Dies Natalis ke 32 Polije digelar dengan tajuk International Conference on Food and Agriculture (ICoFA) dan International Conference on Social, Humanities and Public Health (ICoSHIP).
Menurut Chairman of Organizing Committee ICoFA dan ICoSHIP Dr Ir Nanang Dwi Wahyono MM, Polije sebagai politeknik unggulan khususnya dalam bidang pertanian di Indonesia, berkomitmen untuk mengembangkan dan meningkatkan bidang pertanian yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Selain itu, untuk pertama kalinya, Polije juga menyelenggarakan seminar internasional bidang sosial.
“Latar belakang utama penyelenggaraan ICoSHIP adalah kondisi pandemi Covid-19 yang telah melanda dunia dengan dampak yang sangat dahsyat mulai aspek ekonomi, sosial dan kesehatan masyarakat. Sehingga tema ICoSHIP seputar transformasi perilaku manusia selama wabah COVID-19 yaitu tantangan untuk kesejahteraan global di masa depan,” papar Nanang.
Dalam penyelenggaraan ICoFA dan ICoSHIP kali ini, Dirjen Pendidikan Vokasi Wikan Sakarinto ST MT PhD memberikan apresiasi kepada Polije sebagai salah satu politeknik unggulan di Indonesia yang menjadi pelopor pengembangan pertanian. Salah satunya telah mengembangkan Teaching Factory (TeFa) yang berstandar industri.
“Dengan seminar internasional ini bukan hanya berhenti pada jurnal internasional saja, akan tetapi mampu berkontribusi pada pengembangan kemitraan dengan industri, dunia usaha dan dunia kerja (Iduka) serta berhasil menciptakan HAKI atau paten,” harapnya.
ICoFA ketiga ini menghadirkan tiga pembicara utama. Yakni, Professor Toshinari Maeda dari Division of Environmental Engineering, Department of Biological Functions and Engineering, Kyushu Institute of Technology, Japan. Ada juga LH (Leon) de Jonge PhD dari Wageningen University and Research, Netherland, Animal Nutrition. Serta Dr Lalita Siriwattananon, Dean Faculty of Agricultural Technology, Rajamangala University of Technology Thanyaburi, Thailand.
Sedangkan untuk ICoSHIP menghadirkan Dr Ir Arief Daryanto MEc dari College of Vocational Studies, IPB, Dr Ruanni Tupas dari University College London, Institute of Education, serta Professor Tan Sri Dato’ Wira D. Mohd Shukri Ab. Yajid Management & Science University, Malaysia.
Nanang menjelaskan, dalam seminar ini juga dibagi diskusi pararel dengan berbagai tema. Termasuk pada ICoSHIP perdana ini disajikan 67 papers dengan jumlah penulis sebanyak 159 orang yang berasal dari Jepang, Philipina, Senegal dan tuan rumah Indonesia.
Sementara itu Direktur Polije Saiful Anwar STP MP secara resmi memberikan apresiasi kepada Dirjen Pendidikan Vokasi, semua pembicara utama serta semua partisipan dalam ICoFA dan ICoSHIP kali ini. Meski penyelenggaraannya dilakukan secara daring mengingat situasi yang masih berkutat pandemi Covid 19 ini, akan tetapi respon serta partisipannya sangat luar biasa.
“Sebagai akademisi, kita dituntut terus berkontribusi maksimal baik dibidang pembentukan karakter dan kompetensi lulusan, terus memberikan riset yang bisa diaplikasikan oleh masyarakat dan industry serta pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan dan pembangunan,” terangnya.
Menurut Saiful, dampak pandemi Covid-19 ini yang melemahkan berbagai aspek kehidupan baik ekonomi, sosial, industri dan kesehatan, harus dilawan secara bersama-sama, dengan kesadaran, kebersamaan dan kedisiplina semua unsur masyarakat, tidak terkecuali yang berkaitan dengan tugas dan fungsi perguruan tinggi.
“Dengan ICoFA yang ketiga ini, Polije yang mempunyai tugas pengembangan bidang keilmuan dasar pertanian, berkomitmen mengajak pada dunia untuk terus mengembangan pertanian yang berkelanjutan untuk meningkatkan ketahanan pangan. Demikian juga melalui ICoSHIP, kami mengajak berkontribusi khususnya dalam bidang sosial, kemanusiaan dan kesehatan masyarakat sebagai dampai pandemi Covid-19,” pungkasnya. (kl)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/