alexametrics
24.1 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Ratusan Pejabat Belajar Jadi Jurnalis

Mobile_AP_Rectangle 1

KEPATIHAN, Radar Jember — Upaya Pemerintah Kabupaten Jember dalam mewujudkan apa yang disampaikan Bupati Jember Hendy Siswanto terkait dengan Wes Wayahe Jember Transparan perlahan-lahan mulai mengalami perkembangan. Kemarin (7/10), ratusan pejabat pengelola informasi dan dokumentasi dikumpulkan dan menjalani pelatihan jurnalistik. Mulai dari cara menulis berita, fotografi, hingga videografi.
Seperti biasa, pelaksanaannya harus sesuai dengan protokol kesehatan (prokes). Ratusan pejabat tersebut wajib menjalani tes swab antigen sebelum mengikuti pelatihan. Beruntung, tak ada satu pun yang terindikasi positif Covid-19. Sementara itu, para peserta itu duduk dengan menjaga jarak dan dibagi dalam dua ruangan.
Sekretaris Daerah Pemkab Jember Mirfano menerangkan bahwa pelatihan jurnalistik itu dilaksanakan untuk membuat para pejabat pengelola informasi dan dokumentasi di tingkat organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, maupun kelurahan dapat memperkuat pelayanan informasi kepada publik. “Mudah-mudahan mereka lebih paham bagaimana membuat informasi tersebut menjadi menarik, transparan, benar, dan datanya valid,” papar Mirfano.
Menurut dia, dengan cara penyampaian informasi yang akurat tersebut pihaknya bisa mengevaluasi apakah proses bisnis tata kelola pemerintahan pemerintah itu benar dan mudah dicermati oleh masyarakat. “Saya pikir lambat laun bakal lebih terbuka meski ada beberapa OPD yang masih belum serius,” lanjutnya.
Bagi OPD yang sudah aktif memberikan informasi melalui PPID Jember, Mirfano menerangkan bahwa masyarakat bisa mengakses banyak hal. “Untuk OPD yang belum optimal, nantinya bakal menjadi koreksi tersendiri saat OPD yang lain sudah terbuka,” lanjutnya. (nen/c2/lin)

- Advertisement -

KEPATIHAN, Radar Jember — Upaya Pemerintah Kabupaten Jember dalam mewujudkan apa yang disampaikan Bupati Jember Hendy Siswanto terkait dengan Wes Wayahe Jember Transparan perlahan-lahan mulai mengalami perkembangan. Kemarin (7/10), ratusan pejabat pengelola informasi dan dokumentasi dikumpulkan dan menjalani pelatihan jurnalistik. Mulai dari cara menulis berita, fotografi, hingga videografi.
Seperti biasa, pelaksanaannya harus sesuai dengan protokol kesehatan (prokes). Ratusan pejabat tersebut wajib menjalani tes swab antigen sebelum mengikuti pelatihan. Beruntung, tak ada satu pun yang terindikasi positif Covid-19. Sementara itu, para peserta itu duduk dengan menjaga jarak dan dibagi dalam dua ruangan.
Sekretaris Daerah Pemkab Jember Mirfano menerangkan bahwa pelatihan jurnalistik itu dilaksanakan untuk membuat para pejabat pengelola informasi dan dokumentasi di tingkat organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, maupun kelurahan dapat memperkuat pelayanan informasi kepada publik. “Mudah-mudahan mereka lebih paham bagaimana membuat informasi tersebut menjadi menarik, transparan, benar, dan datanya valid,” papar Mirfano.
Menurut dia, dengan cara penyampaian informasi yang akurat tersebut pihaknya bisa mengevaluasi apakah proses bisnis tata kelola pemerintahan pemerintah itu benar dan mudah dicermati oleh masyarakat. “Saya pikir lambat laun bakal lebih terbuka meski ada beberapa OPD yang masih belum serius,” lanjutnya.
Bagi OPD yang sudah aktif memberikan informasi melalui PPID Jember, Mirfano menerangkan bahwa masyarakat bisa mengakses banyak hal. “Untuk OPD yang belum optimal, nantinya bakal menjadi koreksi tersendiri saat OPD yang lain sudah terbuka,” lanjutnya. (nen/c2/lin)

KEPATIHAN, Radar Jember — Upaya Pemerintah Kabupaten Jember dalam mewujudkan apa yang disampaikan Bupati Jember Hendy Siswanto terkait dengan Wes Wayahe Jember Transparan perlahan-lahan mulai mengalami perkembangan. Kemarin (7/10), ratusan pejabat pengelola informasi dan dokumentasi dikumpulkan dan menjalani pelatihan jurnalistik. Mulai dari cara menulis berita, fotografi, hingga videografi.
Seperti biasa, pelaksanaannya harus sesuai dengan protokol kesehatan (prokes). Ratusan pejabat tersebut wajib menjalani tes swab antigen sebelum mengikuti pelatihan. Beruntung, tak ada satu pun yang terindikasi positif Covid-19. Sementara itu, para peserta itu duduk dengan menjaga jarak dan dibagi dalam dua ruangan.
Sekretaris Daerah Pemkab Jember Mirfano menerangkan bahwa pelatihan jurnalistik itu dilaksanakan untuk membuat para pejabat pengelola informasi dan dokumentasi di tingkat organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, maupun kelurahan dapat memperkuat pelayanan informasi kepada publik. “Mudah-mudahan mereka lebih paham bagaimana membuat informasi tersebut menjadi menarik, transparan, benar, dan datanya valid,” papar Mirfano.
Menurut dia, dengan cara penyampaian informasi yang akurat tersebut pihaknya bisa mengevaluasi apakah proses bisnis tata kelola pemerintahan pemerintah itu benar dan mudah dicermati oleh masyarakat. “Saya pikir lambat laun bakal lebih terbuka meski ada beberapa OPD yang masih belum serius,” lanjutnya.
Bagi OPD yang sudah aktif memberikan informasi melalui PPID Jember, Mirfano menerangkan bahwa masyarakat bisa mengakses banyak hal. “Untuk OPD yang belum optimal, nantinya bakal menjadi koreksi tersendiri saat OPD yang lain sudah terbuka,” lanjutnya. (nen/c2/lin)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/