alexametrics
23 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Pengedar Sabu Divonis Enam Tahun

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Misbahul Munir, warga Dusun Krajan, Desa Seputih, Kecamatan Mayang, bakal mulai menjalani hari-harinya di balik jeruji besi Lapas Kelas II A Jember. Hal itu menyusul vonis majelis hakim yang dijatuhkan pada dirinya dalam sidang dengan agenda putusan, kemarin (6/10).
Dalam sidang itu, Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jember menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan menjadi perantara narkotika jenis sabu-sabu tanpa izin dan menyalahi ketentuan Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Misbahul Munir dengan pidana penjara selama enam tahun dan denda Rp 800 juta, dengan ketentuan apabila pidana denda tidak dibayar, maka diganti dengan pidana penjara selama tiga bulan,” terang  hakim yang terdiri atas Alfonsus Nahak, Totok Yanuarto dan Sigit Triatmojo.
Putusan itu lebih ringan dari tuntutan jaksa yang menuntut terdakwa dengan pidana penjara tujuh tahun dan denda Rp 800 juta subsider tiga bulan penjara.
Dalam fakta persidangan sebelumnya juga diketahui, terdakwa yang bekerja sebagai wiraswasta ini terbukti menguasai dan memiliki satu plastik klip berisi sabu dari jenis kristal Metamfetamina golongan 1 seberat 0,40 gram, satu pipet kaca, satu serokan, dan satu buah korek api yang dibeli terdakwa seharga Rp 400 ribu.
Sementara itu, penasihat hukum terdakwa Naniek Sudiarti mengatakan, vonis terhadap terdakwa itu memang diakui lebih ringan dari tuntutan jaksa. “Selisih satu tahun dari tuntutan jaksa, karena barang bukti sabu-sabunya hanya sekian gram,” tambahnya, saat ditemui kemarin (6/10). (mau/c2/lin)MAULANA/RADAR JEMBER
JALANI VONIS: Suasana sidang lanjutan kasus penyalahgunaan narkoba secara virtual, dengan terdakwa Misbahul Munir.
Pengedar Sabu Divonis Enam Tahun
SUMBERSARI, Radar Jember — Misbahul Munir, warga Dusun Krajan, Desa Seputih, Kecamatan Mayang, bakal mulai menjalani hari-harinya di balik jeruji besi Lapas Kelas II A Jember. Hal itu menyusul vonis majelis hakim yang dijatuhkan pada dirinya dalam sidang dengan agenda putusan, kemarin (6/10).
Dalam sidang itu, Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jember menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan menjadi perantara narkotika jenis sabu-sabu tanpa izin dan menyalahi ketentuan Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Misbahul Munir dengan pidana penjara selama enam tahun dan denda Rp 800 juta, dengan ketentuan apabila pidana denda tidak dibayar, maka diganti dengan pidana penjara selama tiga bulan,” terang majelis hakim yang terdiri atas Alfonsus Nahak, Totok Yanuarto dan Sigit Triatmojo.
Putusan itu lebih ringan dari tuntutan jaksa yang menuntut terdakwa dengan pidana penjara tujuh tahun dan denda Rp 800 juta subsider tiga bulan penjara.
Dalam fakta persidangan sebelumnya juga diketahui, terdakwa yang bekerja sebagai wiraswasta ini terbukti menguasai dan memiliki satu plastik klip berisi sabu dari jenis kristal Metamfetamina golongan 1 seberat 0,40 gram, satu pipet kaca, satu serokan, dan satu buah korek api yang dibeli terdakwa seharga Rp 400 ribu.
Sementara itu, penasihat hukum terdakwa Naniek Sudiarti mengatakan, vonis terhadap terdakwa itu memang diakui lebih ringan dari tuntutan jaksa. “Selisih satu tahun dari tuntutan jaksa, karena barang bukti sabu-sabunya hanya sekian gram,” tambahnya, saat ditemui kemarin (6/10). (mau/c2/lin)

- Advertisement -

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Misbahul Munir, warga Dusun Krajan, Desa Seputih, Kecamatan Mayang, bakal mulai menjalani hari-harinya di balik jeruji besi Lapas Kelas II A Jember. Hal itu menyusul vonis majelis hakim yang dijatuhkan pada dirinya dalam sidang dengan agenda putusan, kemarin (6/10).
Dalam sidang itu, Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jember menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan menjadi perantara narkotika jenis sabu-sabu tanpa izin dan menyalahi ketentuan Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Misbahul Munir dengan pidana penjara selama enam tahun dan denda Rp 800 juta, dengan ketentuan apabila pidana denda tidak dibayar, maka diganti dengan pidana penjara selama tiga bulan,” terang  hakim yang terdiri atas Alfonsus Nahak, Totok Yanuarto dan Sigit Triatmojo.
Putusan itu lebih ringan dari tuntutan jaksa yang menuntut terdakwa dengan pidana penjara tujuh tahun dan denda Rp 800 juta subsider tiga bulan penjara.
Dalam fakta persidangan sebelumnya juga diketahui, terdakwa yang bekerja sebagai wiraswasta ini terbukti menguasai dan memiliki satu plastik klip berisi sabu dari jenis kristal Metamfetamina golongan 1 seberat 0,40 gram, satu pipet kaca, satu serokan, dan satu buah korek api yang dibeli terdakwa seharga Rp 400 ribu.
Sementara itu, penasihat hukum terdakwa Naniek Sudiarti mengatakan, vonis terhadap terdakwa itu memang diakui lebih ringan dari tuntutan jaksa. “Selisih satu tahun dari tuntutan jaksa, karena barang bukti sabu-sabunya hanya sekian gram,” tambahnya, saat ditemui kemarin (6/10). (mau/c2/lin)MAULANA/RADAR JEMBER
JALANI VONIS: Suasana sidang lanjutan kasus penyalahgunaan narkoba secara virtual, dengan terdakwa Misbahul Munir.
Pengedar Sabu Divonis Enam Tahun
SUMBERSARI, Radar Jember — Misbahul Munir, warga Dusun Krajan, Desa Seputih, Kecamatan Mayang, bakal mulai menjalani hari-harinya di balik jeruji besi Lapas Kelas II A Jember. Hal itu menyusul vonis majelis hakim yang dijatuhkan pada dirinya dalam sidang dengan agenda putusan, kemarin (6/10).
Dalam sidang itu, Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jember menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan menjadi perantara narkotika jenis sabu-sabu tanpa izin dan menyalahi ketentuan Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Misbahul Munir dengan pidana penjara selama enam tahun dan denda Rp 800 juta, dengan ketentuan apabila pidana denda tidak dibayar, maka diganti dengan pidana penjara selama tiga bulan,” terang majelis hakim yang terdiri atas Alfonsus Nahak, Totok Yanuarto dan Sigit Triatmojo.
Putusan itu lebih ringan dari tuntutan jaksa yang menuntut terdakwa dengan pidana penjara tujuh tahun dan denda Rp 800 juta subsider tiga bulan penjara.
Dalam fakta persidangan sebelumnya juga diketahui, terdakwa yang bekerja sebagai wiraswasta ini terbukti menguasai dan memiliki satu plastik klip berisi sabu dari jenis kristal Metamfetamina golongan 1 seberat 0,40 gram, satu pipet kaca, satu serokan, dan satu buah korek api yang dibeli terdakwa seharga Rp 400 ribu.
Sementara itu, penasihat hukum terdakwa Naniek Sudiarti mengatakan, vonis terhadap terdakwa itu memang diakui lebih ringan dari tuntutan jaksa. “Selisih satu tahun dari tuntutan jaksa, karena barang bukti sabu-sabunya hanya sekian gram,” tambahnya, saat ditemui kemarin (6/10). (mau/c2/lin)

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Misbahul Munir, warga Dusun Krajan, Desa Seputih, Kecamatan Mayang, bakal mulai menjalani hari-harinya di balik jeruji besi Lapas Kelas II A Jember. Hal itu menyusul vonis majelis hakim yang dijatuhkan pada dirinya dalam sidang dengan agenda putusan, kemarin (6/10).
Dalam sidang itu, Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jember menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan menjadi perantara narkotika jenis sabu-sabu tanpa izin dan menyalahi ketentuan Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Misbahul Munir dengan pidana penjara selama enam tahun dan denda Rp 800 juta, dengan ketentuan apabila pidana denda tidak dibayar, maka diganti dengan pidana penjara selama tiga bulan,” terang  hakim yang terdiri atas Alfonsus Nahak, Totok Yanuarto dan Sigit Triatmojo.
Putusan itu lebih ringan dari tuntutan jaksa yang menuntut terdakwa dengan pidana penjara tujuh tahun dan denda Rp 800 juta subsider tiga bulan penjara.
Dalam fakta persidangan sebelumnya juga diketahui, terdakwa yang bekerja sebagai wiraswasta ini terbukti menguasai dan memiliki satu plastik klip berisi sabu dari jenis kristal Metamfetamina golongan 1 seberat 0,40 gram, satu pipet kaca, satu serokan, dan satu buah korek api yang dibeli terdakwa seharga Rp 400 ribu.
Sementara itu, penasihat hukum terdakwa Naniek Sudiarti mengatakan, vonis terhadap terdakwa itu memang diakui lebih ringan dari tuntutan jaksa. “Selisih satu tahun dari tuntutan jaksa, karena barang bukti sabu-sabunya hanya sekian gram,” tambahnya, saat ditemui kemarin (6/10). (mau/c2/lin)MAULANA/RADAR JEMBER
JALANI VONIS: Suasana sidang lanjutan kasus penyalahgunaan narkoba secara virtual, dengan terdakwa Misbahul Munir.
Pengedar Sabu Divonis Enam Tahun
SUMBERSARI, Radar Jember — Misbahul Munir, warga Dusun Krajan, Desa Seputih, Kecamatan Mayang, bakal mulai menjalani hari-harinya di balik jeruji besi Lapas Kelas II A Jember. Hal itu menyusul vonis majelis hakim yang dijatuhkan pada dirinya dalam sidang dengan agenda putusan, kemarin (6/10).
Dalam sidang itu, Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jember menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan menjadi perantara narkotika jenis sabu-sabu tanpa izin dan menyalahi ketentuan Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Misbahul Munir dengan pidana penjara selama enam tahun dan denda Rp 800 juta, dengan ketentuan apabila pidana denda tidak dibayar, maka diganti dengan pidana penjara selama tiga bulan,” terang majelis hakim yang terdiri atas Alfonsus Nahak, Totok Yanuarto dan Sigit Triatmojo.
Putusan itu lebih ringan dari tuntutan jaksa yang menuntut terdakwa dengan pidana penjara tujuh tahun dan denda Rp 800 juta subsider tiga bulan penjara.
Dalam fakta persidangan sebelumnya juga diketahui, terdakwa yang bekerja sebagai wiraswasta ini terbukti menguasai dan memiliki satu plastik klip berisi sabu dari jenis kristal Metamfetamina golongan 1 seberat 0,40 gram, satu pipet kaca, satu serokan, dan satu buah korek api yang dibeli terdakwa seharga Rp 400 ribu.
Sementara itu, penasihat hukum terdakwa Naniek Sudiarti mengatakan, vonis terhadap terdakwa itu memang diakui lebih ringan dari tuntutan jaksa. “Selisih satu tahun dari tuntutan jaksa, karena barang bukti sabu-sabunya hanya sekian gram,” tambahnya, saat ditemui kemarin (6/10). (mau/c2/lin)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/