alexametrics
22.4 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Optimalkan Proktor untuk Asesmen

Mobile_AP_Rectangle 1

Hal itulah yang menjadi evaluasi dan pembenahannya. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Bambang Hariono mengungkapkan bahwa yang tak kalah penting adalah penekanan pemahaman mengenai esensi dari Asesmen Nasional.
Dalam hal ini sekolah tidak harus menyamakan dengan UN. Sebab, AN hanya berlaku untuk menilai dan mengevaluasi lembaga sekolah. “Pendataan harus valid. Karena AN tidak berpengaruh pada lulus atau tidaknya siswa,” ungkap Bambang dalam acara pelatihan bimbingan teknis para operator sekolah, Kamis (7/10).
Dari kondisi itulah, kata Bambang, dinas berupaya memberikan pelatihan untuk proktor SD di Jember. Adapun peserta bimbingan mencapai 62 proktor, di mana setiap kecamatan mengirimkan dua delegasi dari lembaga sekolahnya. Para proktor yang telah menjalani pelatihan diharapkan mampu menguasai persoalan teknis pelaksanaan AN. Juga mengenal esensi AN, sehingga tidak ada manipulasi data yang dilakukan. “Artinya, kami siapkan teknis proktor untuk menghasilkan kualitas yang baik,” imbuh Bambang.
Terkait keterbatasan fasilitas untuk pelaksanaan AN, khususnya di SD, dia mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya berusaha mencukupi kekurangan tersebut. Selain itu, hambatan lainnya seperti internet yang tidak lancar dan sistem pusat yang terhenti sejenak merupakan hal yang wajar terjadi.
Lebih detail, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Endang Sulistyowati mengungkapkan bahwa permasalahan yang terjadi beberapa waktu lalu karena adanya migrasi sistem yang dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Efek utamanya adalah ISP lokal masih membaca setelan IP dan servis aplikasi yang lama, sehingga perlu waktu untuk menyesuaikan.
Karena proses penyesuaian oleh ISP lokal tidak dapat diprediksi, sekolah-sekolah yang mengalami gangguan dan melibatkan siswa pada simulasi dapat memulangkan siswanya. “Semuanya masih dalam pantauan kami. Sistem kadang eror. Salah satunya karena pusat ada transisi pengalihan data,” pungkasnya. (ani/c2/lin)

- Advertisement -

Hal itulah yang menjadi evaluasi dan pembenahannya. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Bambang Hariono mengungkapkan bahwa yang tak kalah penting adalah penekanan pemahaman mengenai esensi dari Asesmen Nasional.
Dalam hal ini sekolah tidak harus menyamakan dengan UN. Sebab, AN hanya berlaku untuk menilai dan mengevaluasi lembaga sekolah. “Pendataan harus valid. Karena AN tidak berpengaruh pada lulus atau tidaknya siswa,” ungkap Bambang dalam acara pelatihan bimbingan teknis para operator sekolah, Kamis (7/10).
Dari kondisi itulah, kata Bambang, dinas berupaya memberikan pelatihan untuk proktor SD di Jember. Adapun peserta bimbingan mencapai 62 proktor, di mana setiap kecamatan mengirimkan dua delegasi dari lembaga sekolahnya. Para proktor yang telah menjalani pelatihan diharapkan mampu menguasai persoalan teknis pelaksanaan AN. Juga mengenal esensi AN, sehingga tidak ada manipulasi data yang dilakukan. “Artinya, kami siapkan teknis proktor untuk menghasilkan kualitas yang baik,” imbuh Bambang.
Terkait keterbatasan fasilitas untuk pelaksanaan AN, khususnya di SD, dia mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya berusaha mencukupi kekurangan tersebut. Selain itu, hambatan lainnya seperti internet yang tidak lancar dan sistem pusat yang terhenti sejenak merupakan hal yang wajar terjadi.
Lebih detail, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Endang Sulistyowati mengungkapkan bahwa permasalahan yang terjadi beberapa waktu lalu karena adanya migrasi sistem yang dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Efek utamanya adalah ISP lokal masih membaca setelan IP dan servis aplikasi yang lama, sehingga perlu waktu untuk menyesuaikan.
Karena proses penyesuaian oleh ISP lokal tidak dapat diprediksi, sekolah-sekolah yang mengalami gangguan dan melibatkan siswa pada simulasi dapat memulangkan siswanya. “Semuanya masih dalam pantauan kami. Sistem kadang eror. Salah satunya karena pusat ada transisi pengalihan data,” pungkasnya. (ani/c2/lin)

Hal itulah yang menjadi evaluasi dan pembenahannya. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Bambang Hariono mengungkapkan bahwa yang tak kalah penting adalah penekanan pemahaman mengenai esensi dari Asesmen Nasional.
Dalam hal ini sekolah tidak harus menyamakan dengan UN. Sebab, AN hanya berlaku untuk menilai dan mengevaluasi lembaga sekolah. “Pendataan harus valid. Karena AN tidak berpengaruh pada lulus atau tidaknya siswa,” ungkap Bambang dalam acara pelatihan bimbingan teknis para operator sekolah, Kamis (7/10).
Dari kondisi itulah, kata Bambang, dinas berupaya memberikan pelatihan untuk proktor SD di Jember. Adapun peserta bimbingan mencapai 62 proktor, di mana setiap kecamatan mengirimkan dua delegasi dari lembaga sekolahnya. Para proktor yang telah menjalani pelatihan diharapkan mampu menguasai persoalan teknis pelaksanaan AN. Juga mengenal esensi AN, sehingga tidak ada manipulasi data yang dilakukan. “Artinya, kami siapkan teknis proktor untuk menghasilkan kualitas yang baik,” imbuh Bambang.
Terkait keterbatasan fasilitas untuk pelaksanaan AN, khususnya di SD, dia mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya berusaha mencukupi kekurangan tersebut. Selain itu, hambatan lainnya seperti internet yang tidak lancar dan sistem pusat yang terhenti sejenak merupakan hal yang wajar terjadi.
Lebih detail, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Endang Sulistyowati mengungkapkan bahwa permasalahan yang terjadi beberapa waktu lalu karena adanya migrasi sistem yang dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Efek utamanya adalah ISP lokal masih membaca setelan IP dan servis aplikasi yang lama, sehingga perlu waktu untuk menyesuaikan.
Karena proses penyesuaian oleh ISP lokal tidak dapat diprediksi, sekolah-sekolah yang mengalami gangguan dan melibatkan siswa pada simulasi dapat memulangkan siswanya. “Semuanya masih dalam pantauan kami. Sistem kadang eror. Salah satunya karena pusat ada transisi pengalihan data,” pungkasnya. (ani/c2/lin)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/