alexametrics
28.6 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Mudahkan Pelayanan Pengadilan untuk Masyarakat Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

DISKOMINFO FOR RADAR JE
JEMBER LOR, Radar Jember — Pemerintah Kabupaten Jember kembali bersinergi guna memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat Jember. Kali ini bersama dengan Pengadilan Agama Jember.
Bupati Jember Hendy Siswanto menjelaskan bahwa ada kesepakatan yang melingkupi bermacam-macam pelayanan sehingga dapat memudahkan masyarakat Jember. “Ada sistem digital yang dipakai oleh Pemkab Jember dan Pengadilan Agama secara online. Jadi, warga yang rumahnya jauh di desa tak perlu datang ke Jember,” paparnya.
Sementara itu, Kepala PA Jember Achmad Nurul Huda menyatakan bahwa ada beberapa kegiatan yang sudah dilaksanakan pengadilan. Di antaranya pelayanan langsung ke masyarakat desa alias kelana desa. Jadi, petugas pengadilan hadir di desa. “Kami mendaftarkan perkara, sidang, dan memberikan produk di tempat sehingga masyarakat desa tidak perlu datang ke Jember. Mempercepat proses dan biayanya lebih murah,” ungkapnya.
Bekerja sama dengan DP3AKB dan Dinkes Jember, dia menerangkan bahwa pihaknya juga membuat program ramah perempuan dan anak yang bertujuan untuk menekan angka pernikahan dini, stunting, angka kematian ibu (AKI), dan angka kematian bayi (AKB) dengan menggunakan proses mitigasi, pelayanan kesehatan, dan psikologis. “Selain itu, pihak DP3AKB juga memberikan pelatihan kepada perempuan pascaperceraian kepada perempuan kepala keluarga,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Hendy menerangkan bahwa penduduk Jember yang cukup besar beriringan dengan risiko perceraian yang tinggi. “Justru risiko tersebut yang harus ditangkap sembari mengatasi angka stunting dan AKI/AKB yang tinggi di Jember,” ujarnya.
Tentu saja, penanganan tersebut tak hanya bisa ditangani dari PA dan Pemkab saja. Namun, ada musabab yang lain dan perlu penanganan bersama. Salah satunya terkait penanganan ekonomi.
Sementara itu, pihaknya juga mengimbau setiap calon pengantin untuk mengikuti program PA terkait pelatihan pranikah. “Jangan sampai sebelum menikah mereka tidak mengikuti pelatihan-pelatihan lebih dulu. Apalagi asal langsung nikah dan berujung pada banyak persoalan,” ungkapnya.
Terkait dengan akses, Hendy menilai bahwa pihaknya sudah membantu masyarakat dengan memperbaiki jalan. Hingga program digital selesai, masyarakat bisa menuju ke kota dengan menggunakan jalan-jalan yang saat ini sudah diperbaiki guna memudahkan mobilitas masing-masing. “Apalagi kalau program digitalnya nanti sudah selesai, jelas lebih memudahkan lagi,” tandasnya. (nen/c2/lin)

- Advertisement -

DISKOMINFO FOR RADAR JE
JEMBER LOR, Radar Jember — Pemerintah Kabupaten Jember kembali bersinergi guna memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat Jember. Kali ini bersama dengan Pengadilan Agama Jember.
Bupati Jember Hendy Siswanto menjelaskan bahwa ada kesepakatan yang melingkupi bermacam-macam pelayanan sehingga dapat memudahkan masyarakat Jember. “Ada sistem digital yang dipakai oleh Pemkab Jember dan Pengadilan Agama secara online. Jadi, warga yang rumahnya jauh di desa tak perlu datang ke Jember,” paparnya.
Sementara itu, Kepala PA Jember Achmad Nurul Huda menyatakan bahwa ada beberapa kegiatan yang sudah dilaksanakan pengadilan. Di antaranya pelayanan langsung ke masyarakat desa alias kelana desa. Jadi, petugas pengadilan hadir di desa. “Kami mendaftarkan perkara, sidang, dan memberikan produk di tempat sehingga masyarakat desa tidak perlu datang ke Jember. Mempercepat proses dan biayanya lebih murah,” ungkapnya.
Bekerja sama dengan DP3AKB dan Dinkes Jember, dia menerangkan bahwa pihaknya juga membuat program ramah perempuan dan anak yang bertujuan untuk menekan angka pernikahan dini, stunting, angka kematian ibu (AKI), dan angka kematian bayi (AKB) dengan menggunakan proses mitigasi, pelayanan kesehatan, dan psikologis. “Selain itu, pihak DP3AKB juga memberikan pelatihan kepada perempuan pascaperceraian kepada perempuan kepala keluarga,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Hendy menerangkan bahwa penduduk Jember yang cukup besar beriringan dengan risiko perceraian yang tinggi. “Justru risiko tersebut yang harus ditangkap sembari mengatasi angka stunting dan AKI/AKB yang tinggi di Jember,” ujarnya.
Tentu saja, penanganan tersebut tak hanya bisa ditangani dari PA dan Pemkab saja. Namun, ada musabab yang lain dan perlu penanganan bersama. Salah satunya terkait penanganan ekonomi.
Sementara itu, pihaknya juga mengimbau setiap calon pengantin untuk mengikuti program PA terkait pelatihan pranikah. “Jangan sampai sebelum menikah mereka tidak mengikuti pelatihan-pelatihan lebih dulu. Apalagi asal langsung nikah dan berujung pada banyak persoalan,” ungkapnya.
Terkait dengan akses, Hendy menilai bahwa pihaknya sudah membantu masyarakat dengan memperbaiki jalan. Hingga program digital selesai, masyarakat bisa menuju ke kota dengan menggunakan jalan-jalan yang saat ini sudah diperbaiki guna memudahkan mobilitas masing-masing. “Apalagi kalau program digitalnya nanti sudah selesai, jelas lebih memudahkan lagi,” tandasnya. (nen/c2/lin)

DISKOMINFO FOR RADAR JE
JEMBER LOR, Radar Jember — Pemerintah Kabupaten Jember kembali bersinergi guna memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat Jember. Kali ini bersama dengan Pengadilan Agama Jember.
Bupati Jember Hendy Siswanto menjelaskan bahwa ada kesepakatan yang melingkupi bermacam-macam pelayanan sehingga dapat memudahkan masyarakat Jember. “Ada sistem digital yang dipakai oleh Pemkab Jember dan Pengadilan Agama secara online. Jadi, warga yang rumahnya jauh di desa tak perlu datang ke Jember,” paparnya.
Sementara itu, Kepala PA Jember Achmad Nurul Huda menyatakan bahwa ada beberapa kegiatan yang sudah dilaksanakan pengadilan. Di antaranya pelayanan langsung ke masyarakat desa alias kelana desa. Jadi, petugas pengadilan hadir di desa. “Kami mendaftarkan perkara, sidang, dan memberikan produk di tempat sehingga masyarakat desa tidak perlu datang ke Jember. Mempercepat proses dan biayanya lebih murah,” ungkapnya.
Bekerja sama dengan DP3AKB dan Dinkes Jember, dia menerangkan bahwa pihaknya juga membuat program ramah perempuan dan anak yang bertujuan untuk menekan angka pernikahan dini, stunting, angka kematian ibu (AKI), dan angka kematian bayi (AKB) dengan menggunakan proses mitigasi, pelayanan kesehatan, dan psikologis. “Selain itu, pihak DP3AKB juga memberikan pelatihan kepada perempuan pascaperceraian kepada perempuan kepala keluarga,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Hendy menerangkan bahwa penduduk Jember yang cukup besar beriringan dengan risiko perceraian yang tinggi. “Justru risiko tersebut yang harus ditangkap sembari mengatasi angka stunting dan AKI/AKB yang tinggi di Jember,” ujarnya.
Tentu saja, penanganan tersebut tak hanya bisa ditangani dari PA dan Pemkab saja. Namun, ada musabab yang lain dan perlu penanganan bersama. Salah satunya terkait penanganan ekonomi.
Sementara itu, pihaknya juga mengimbau setiap calon pengantin untuk mengikuti program PA terkait pelatihan pranikah. “Jangan sampai sebelum menikah mereka tidak mengikuti pelatihan-pelatihan lebih dulu. Apalagi asal langsung nikah dan berujung pada banyak persoalan,” ungkapnya.
Terkait dengan akses, Hendy menilai bahwa pihaknya sudah membantu masyarakat dengan memperbaiki jalan. Hingga program digital selesai, masyarakat bisa menuju ke kota dengan menggunakan jalan-jalan yang saat ini sudah diperbaiki guna memudahkan mobilitas masing-masing. “Apalagi kalau program digitalnya nanti sudah selesai, jelas lebih memudahkan lagi,” tandasnya. (nen/c2/lin)

BERITA TERKINI

Patenkan Target Masuk Final

Hanya Punya Satu Dokter Hewan

Pabrik Pupuk Gagal Dibangun!

Bahagia, Ibadah Bersama Keluarga

Wajib Dibaca

/