alexametrics
24.1 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Calon Kepala Desa Jember, Laporkan Oknum Polisi ini

Mobile_AP_Rectangle 1

KEPATIHAN, RADARJEMBER.ID — Petugas yang berdinas di Polsek Ledokombo diadukan oleh salah seorang warga bernama Siti Alimatul Jannah, warga Desa Slateng, Kecamatan Ledokombo, ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Jember, kemarin. Pengaduan itu menyusul dugaan pelanggaran disiplin dalam penerbitan surat keterangan hilang oleh Polsek Ledokombo.
Siti Alimatul Jannah melalui penasihat hukumnya, Husni Thamrin, mengatakan, surat aduan yang teregister dengan nomor LM/23/2021 tertanggal 7 September 2021 kemarin, menyoal surat keterangan hilang yang dikeluarkan oleh Polsek Ledokombo yang dikeluarkan sebanyak dua kali atas nama satu orang yang sama.
Menurut dia, pada 2014 lalu, pelapor atas nama M Misu melaporkan kehilangan ijazah ke Polsek Ledokombo, kemudian terbit. Lalu pada 2021, yang bersangkutan kembali membuat laporan kehilangan ijazah, dan surat keterangan hilang itu terbit lagi.
Oleh karenanya, M Misu memiliki dua ijazah berupa surat keterangan pengganti surat tanda tamat belajar (STTB) yang diterbitkan Dinas Pendidikan Jember, berdasarkan surat keterangan kehilangan yang dikeluarkan Polsek Ledokombo. “Jadi, ada dua ijazah pengganti yang beda, nomor induk dan tahun lulus juga beda. Padahal di sekolahnya sama, di SDN Slateng 03 Ledokombo. Pada 2015 lalu sempat dilaporkan, tapi tidak ada kelanjutan. Sekarang ini kami adukan lagi,” terangnya.
Surat pengganti ijazah yang hilang itu kemudian digunakan M Misu sebagai prasyarat mendaftarkan diri dalam pencalonan dirinya sebagai kepala Desa Slateng. Hal itu yang dinilainya membuat kegaduhan dan kecemburuan calon lainnya di Pilkades Slateng. “Padahal dalam Permendikbud, syarat membuat keterangan ijazah hilang itu harus ada buktinya, misal fotokopinya. Ini tidak ada. Jadi, kecurigaannya itu ijazah palsu,” tambahnya.
Sementara itu, ditemui terpisah, Kasi Propam Polres Jember Iptu Agus Yudi Kurniawan membenarkan adanya aduan itu. “Iya, tadi ada aduan, yang ditujukan ke kami terkait surat kehilangan yang diterbitkan oleh Polsek Ledokombo,” katanya, kemarin (6/10).
Kendati begitu, pihaknya mengaku masih harus mengecek dulu kebenaran dengan mengumpulkan berbagai informasi tambahan terkait aduan warga Ledokombo tersebut. “Karena baru saja diterima, jadi masih dipelajari, untuk kemudian dilakukan kroscek dan klarifikasi,” tambahnya. (mau/c2/lin)

- Advertisement -

KEPATIHAN, RADARJEMBER.ID — Petugas yang berdinas di Polsek Ledokombo diadukan oleh salah seorang warga bernama Siti Alimatul Jannah, warga Desa Slateng, Kecamatan Ledokombo, ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Jember, kemarin. Pengaduan itu menyusul dugaan pelanggaran disiplin dalam penerbitan surat keterangan hilang oleh Polsek Ledokombo.
Siti Alimatul Jannah melalui penasihat hukumnya, Husni Thamrin, mengatakan, surat aduan yang teregister dengan nomor LM/23/2021 tertanggal 7 September 2021 kemarin, menyoal surat keterangan hilang yang dikeluarkan oleh Polsek Ledokombo yang dikeluarkan sebanyak dua kali atas nama satu orang yang sama.
Menurut dia, pada 2014 lalu, pelapor atas nama M Misu melaporkan kehilangan ijazah ke Polsek Ledokombo, kemudian terbit. Lalu pada 2021, yang bersangkutan kembali membuat laporan kehilangan ijazah, dan surat keterangan hilang itu terbit lagi.
Oleh karenanya, M Misu memiliki dua ijazah berupa surat keterangan pengganti surat tanda tamat belajar (STTB) yang diterbitkan Dinas Pendidikan Jember, berdasarkan surat keterangan kehilangan yang dikeluarkan Polsek Ledokombo. “Jadi, ada dua ijazah pengganti yang beda, nomor induk dan tahun lulus juga beda. Padahal di sekolahnya sama, di SDN Slateng 03 Ledokombo. Pada 2015 lalu sempat dilaporkan, tapi tidak ada kelanjutan. Sekarang ini kami adukan lagi,” terangnya.
Surat pengganti ijazah yang hilang itu kemudian digunakan M Misu sebagai prasyarat mendaftarkan diri dalam pencalonan dirinya sebagai kepala Desa Slateng. Hal itu yang dinilainya membuat kegaduhan dan kecemburuan calon lainnya di Pilkades Slateng. “Padahal dalam Permendikbud, syarat membuat keterangan ijazah hilang itu harus ada buktinya, misal fotokopinya. Ini tidak ada. Jadi, kecurigaannya itu ijazah palsu,” tambahnya.
Sementara itu, ditemui terpisah, Kasi Propam Polres Jember Iptu Agus Yudi Kurniawan membenarkan adanya aduan itu. “Iya, tadi ada aduan, yang ditujukan ke kami terkait surat kehilangan yang diterbitkan oleh Polsek Ledokombo,” katanya, kemarin (6/10).
Kendati begitu, pihaknya mengaku masih harus mengecek dulu kebenaran dengan mengumpulkan berbagai informasi tambahan terkait aduan warga Ledokombo tersebut. “Karena baru saja diterima, jadi masih dipelajari, untuk kemudian dilakukan kroscek dan klarifikasi,” tambahnya. (mau/c2/lin)

KEPATIHAN, RADARJEMBER.ID — Petugas yang berdinas di Polsek Ledokombo diadukan oleh salah seorang warga bernama Siti Alimatul Jannah, warga Desa Slateng, Kecamatan Ledokombo, ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Jember, kemarin. Pengaduan itu menyusul dugaan pelanggaran disiplin dalam penerbitan surat keterangan hilang oleh Polsek Ledokombo.
Siti Alimatul Jannah melalui penasihat hukumnya, Husni Thamrin, mengatakan, surat aduan yang teregister dengan nomor LM/23/2021 tertanggal 7 September 2021 kemarin, menyoal surat keterangan hilang yang dikeluarkan oleh Polsek Ledokombo yang dikeluarkan sebanyak dua kali atas nama satu orang yang sama.
Menurut dia, pada 2014 lalu, pelapor atas nama M Misu melaporkan kehilangan ijazah ke Polsek Ledokombo, kemudian terbit. Lalu pada 2021, yang bersangkutan kembali membuat laporan kehilangan ijazah, dan surat keterangan hilang itu terbit lagi.
Oleh karenanya, M Misu memiliki dua ijazah berupa surat keterangan pengganti surat tanda tamat belajar (STTB) yang diterbitkan Dinas Pendidikan Jember, berdasarkan surat keterangan kehilangan yang dikeluarkan Polsek Ledokombo. “Jadi, ada dua ijazah pengganti yang beda, nomor induk dan tahun lulus juga beda. Padahal di sekolahnya sama, di SDN Slateng 03 Ledokombo. Pada 2015 lalu sempat dilaporkan, tapi tidak ada kelanjutan. Sekarang ini kami adukan lagi,” terangnya.
Surat pengganti ijazah yang hilang itu kemudian digunakan M Misu sebagai prasyarat mendaftarkan diri dalam pencalonan dirinya sebagai kepala Desa Slateng. Hal itu yang dinilainya membuat kegaduhan dan kecemburuan calon lainnya di Pilkades Slateng. “Padahal dalam Permendikbud, syarat membuat keterangan ijazah hilang itu harus ada buktinya, misal fotokopinya. Ini tidak ada. Jadi, kecurigaannya itu ijazah palsu,” tambahnya.
Sementara itu, ditemui terpisah, Kasi Propam Polres Jember Iptu Agus Yudi Kurniawan membenarkan adanya aduan itu. “Iya, tadi ada aduan, yang ditujukan ke kami terkait surat kehilangan yang diterbitkan oleh Polsek Ledokombo,” katanya, kemarin (6/10).
Kendati begitu, pihaknya mengaku masih harus mengecek dulu kebenaran dengan mengumpulkan berbagai informasi tambahan terkait aduan warga Ledokombo tersebut. “Karena baru saja diterima, jadi masih dipelajari, untuk kemudian dilakukan kroscek dan klarifikasi,” tambahnya. (mau/c2/lin)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/