alexametrics
31.9 C
Jember
Saturday, 20 August 2022

13 Desa Masuk Zona Rawan Tsunami

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jember menjadi satu dari sembilan kabupaten di Jawa Timur yang masuk zona rawan bencana gempa dan tsunami. Sebab, di kabupaten penghasil tembakau ini terdapat sejumlah daerah yang berada di kawasan pesisir pantai selatan.

Berdasar catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, sedikitnya terdapat enam kecamatan yang berpotensi terdampak bencana gempa dan gelombang tsunami. Mulai Kecamatan Kencong, Gumukmas, Puger, Wuluhan, Ambulu, hingga Kecamatan Tempurejo.

“Dari enam kecamatan itu, terdapat 13 desa yang tersebar di sepanjang pesisir pantai selatan Jember,” terang M Yusuf, Sekretaris BPBD Jember. Menurutnya, keenam kecamatan tersebut sudah menjadi pantauan selama ini.

Mobile_AP_Rectangle 2

Di desa-desa itu pula, Yusuf menjelaskan, sudah dibentuk Desa Tangguh Bencana (Destana). Kendati ia tidak menyebut seberapa jauh efektivitas Destana itu untuk upaya mitigasi bencana. “Kita intens mengomunikasikan dengan camat, muspika, berikut kades di masing-masing daerah tersebut,” akunya.

Sebelumnya, masyarakat di pesisir selatan Jember sempat dibuat waswas dengan beredarnya hasil riset Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG). Penelitian itu menyebutkan, pantai selatan berpotensi terjadi gempa dan gelombang tsunami setinggi kisaran 10-20 meter. Kendati tidak menyebutkan kapan terjadinya, namun kabar tersebut sempat viral di media sosial, beberapa pekan kemarin.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jember menjadi satu dari sembilan kabupaten di Jawa Timur yang masuk zona rawan bencana gempa dan tsunami. Sebab, di kabupaten penghasil tembakau ini terdapat sejumlah daerah yang berada di kawasan pesisir pantai selatan.

Berdasar catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, sedikitnya terdapat enam kecamatan yang berpotensi terdampak bencana gempa dan gelombang tsunami. Mulai Kecamatan Kencong, Gumukmas, Puger, Wuluhan, Ambulu, hingga Kecamatan Tempurejo.

“Dari enam kecamatan itu, terdapat 13 desa yang tersebar di sepanjang pesisir pantai selatan Jember,” terang M Yusuf, Sekretaris BPBD Jember. Menurutnya, keenam kecamatan tersebut sudah menjadi pantauan selama ini.

Di desa-desa itu pula, Yusuf menjelaskan, sudah dibentuk Desa Tangguh Bencana (Destana). Kendati ia tidak menyebut seberapa jauh efektivitas Destana itu untuk upaya mitigasi bencana. “Kita intens mengomunikasikan dengan camat, muspika, berikut kades di masing-masing daerah tersebut,” akunya.

Sebelumnya, masyarakat di pesisir selatan Jember sempat dibuat waswas dengan beredarnya hasil riset Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG). Penelitian itu menyebutkan, pantai selatan berpotensi terjadi gempa dan gelombang tsunami setinggi kisaran 10-20 meter. Kendati tidak menyebutkan kapan terjadinya, namun kabar tersebut sempat viral di media sosial, beberapa pekan kemarin.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jember menjadi satu dari sembilan kabupaten di Jawa Timur yang masuk zona rawan bencana gempa dan tsunami. Sebab, di kabupaten penghasil tembakau ini terdapat sejumlah daerah yang berada di kawasan pesisir pantai selatan.

Berdasar catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, sedikitnya terdapat enam kecamatan yang berpotensi terdampak bencana gempa dan gelombang tsunami. Mulai Kecamatan Kencong, Gumukmas, Puger, Wuluhan, Ambulu, hingga Kecamatan Tempurejo.

“Dari enam kecamatan itu, terdapat 13 desa yang tersebar di sepanjang pesisir pantai selatan Jember,” terang M Yusuf, Sekretaris BPBD Jember. Menurutnya, keenam kecamatan tersebut sudah menjadi pantauan selama ini.

Di desa-desa itu pula, Yusuf menjelaskan, sudah dibentuk Desa Tangguh Bencana (Destana). Kendati ia tidak menyebut seberapa jauh efektivitas Destana itu untuk upaya mitigasi bencana. “Kita intens mengomunikasikan dengan camat, muspika, berikut kades di masing-masing daerah tersebut,” akunya.

Sebelumnya, masyarakat di pesisir selatan Jember sempat dibuat waswas dengan beredarnya hasil riset Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG). Penelitian itu menyebutkan, pantai selatan berpotensi terjadi gempa dan gelombang tsunami setinggi kisaran 10-20 meter. Kendati tidak menyebutkan kapan terjadinya, namun kabar tersebut sempat viral di media sosial, beberapa pekan kemarin.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/